The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

IHSG berhasil mengakhiri pelemahan selama dua hari beruntun dan ditutup naik 0,26% ke level 6286,75 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6262 – 6305. Sentimen positif datang dari menguatnya bursa Asia dan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang secara mengejutkan surplus USD 1,09 miliar, jauh di atas konsensus yang memperkirakan defisit sebesar USD 0,09 miliar. Surplus neraca perdagangan ini bahkan terjadi ketika negara – negara di Asia mengalami kemunduran seperti misalnya China yang mengalami defisit USD3,8 miliar kemudian Thailand defisit USD1,1 miliar, dan Australia defisit USD602 juta.

Digerakkan dua sektor

Dari sepuluh sektor yang terdaftar, enam di antaranya bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri dan consumer. Sektor aneka industri ditenagai oleh naiknya saham ASII setelah data penjualan motor di bulan Maret menunjukkan peningkatan 21,8% dibanding dengan Februari sedangkan di sektor consumer lonjakan di saham UNVR, HMSP dan AISA membawa sektor ini melaju hingga 0,99%.

Sektor mining balik badan

Berkebalikan dengan dua sektor tersebut, sektor mining yang sempat naik hingga 0,64% justru berbalik minus 0,52% seiring terkoreksinya harga minyak setelah rilis data Baker Hughes menunjukkan bahwa perusahaan energi Amerika menambah tujuh rig pengeboran baru menjadi 815 unit. Selain harga minyak, emiten batubara juga masih terdampak oleh pernyataan menteri Jonan pekan lalu yang memutuskan bahwa di 2018 tidak akan ada pembangunan PLTU tenaga batubara di pulau Jawa karena isu lingkungan.

Asing net sell setengah Triliun

Derasnya arus dana yang keluar di BBCA dan tidak adanya pembelian asing yang signifikan membuat total outflow membengkak hingga -551,16 miliar di keseluruhan pasar. BBCA dan INTP menjadi saham yang paling banjak dijual asing dengan net sell -249 miliar dan -84 miliar, diikuti oleh ASII 77 miliar, PTBA -34 miliar dan PGAS 31 miliar. Adapun saham – saham yang yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI 21 miliar, INKP 18 miliar, TLKM 16 miliar dan MPMX 14 miliar.

Bursa Asia mixed

Sejumlah indeks utama regional Asia bergerak beragam mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,29% diikuti Kospi dan ASX Australia yang melaju 0,10% dan 0,21%. Adapun bursa China masih terdampak oleh kurang memuaskanya rilis data ekonomi dan melanjutkan pergerakanya di teritori negatif sejak awal pembukaan pasar. Indeks Shanghai Composite ditutup anjlok 1,53% sedangkan Hang Seng merosot hingga 1,90%.

 

Image source: https://www.acehbisnis.co

0

Market Updates

Sempat menguat di awal perdagangan, IHSG kembali mencatatkan pelemahan di hari kedua. Tekanan jual asing dan pelemahan bursa China membebani laju indeks dan membuat IHSG tergerus 0,64% ke 6270,33 yang mana sekaligus menjadi level terendahnya hari ini. Seperti diberitakan, tingkat ekspor China pada bulan Maret secara tidak terduga merosot 2,7% secara year on year. Impor tumbuh melebihi ekspektasi di angka 14,4% namun karena ekspor yang turun -34,5% membuat defisit perdagangan mencapai USD 4,98 miliar. Bursa China pun berbalik arah ke zona merah. Indeks Shanghai Composite merosot 0,66% sedangkan Hang Seng penguatanya terkikis dan hanya menyisakan kenaikan 0,07%.

Hanya dua sektor menguat

Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya mining dan agriculture yang mampu berkinerja positif. Sektor mining naik 0,53% setelah China merilis data impor batubara pada bulan Maret yang melompat 20,9% year on year menjadi 26,7 juta ton atau naik 5,8 juta ton dari bulan Februari. Kemudian, sentimen positif dari sektor agri datang dari membaiknya proyeksi ekspor CPO Malaysia bulan ini yang diperkirakan masih akan tumbuh 5% secara month on month sedangkan stock diperkirakan turun 8%. Di sisi lain, delapan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang anjlok hingga – 2% diikuti infrastructur -1,97%, consumer goods -1,28% dan manufacture -1,16%.

Asing kembali net sell besar

Hingga penutupan market, net sell asing di keseluruhan pasar mencapai 620,71 miliar, yang mana jauh lebih tinggi dari rata – rata outflow bulan ini di angka 300 miliar. Penjualan terbesar hari ini terjadi pada saham MDKA di pasar nego senilai 207,28 miliar. Sementara itu di pasar reguler, net sell asing tercatat mencapai 411 miliar saja dengan top outflow di saham BBCA 178 miliar, TLKM 75 miliar, ASII 74 miliar dan BBRI 56 miliar.

Selain China, bursa regional lain menghijau

Sejumlah indeks utama regional Asia di luar China bergerak menghijau mengekor pergerakan Wall Street tadi malam. Indeks Nikkei 225 menguat 0,55% karena dukungan saham-saham di sektor sektor teknologi dan otomotif yang bergerak menguat karena mata uang yen yang terdepresiasi. Kemudian dari Korea, indeks Kospi ditutup naik 0,51% seiring menguatnya saham Samsung dan SK Hynix Inc. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia juga ikut menguat meski tipis sebesar 0,27% karena melonjaknya saham – saham sumber daya dan juga perbankan.


Image source: https://cdn3.i-scmp.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti gerakan bursa regional Asia. Volume transaksi yang rendah juga membuat market bergerak lesu. Total nilai transaksi hari ini hanya 5,28 triliun, jauh di bawah rata – rata harian bulan lalu yang mencapai 9,13 triliun. Diperdagangkan dengan rentang 6165 – 6192, IHSG ditutup melemah tipis 0,13% ke level 6175,05. Dari 10 sektor yang terdaftar, hanya consumer, construction dan manufacture yang berada di zona hijau, sisanya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri dan finance yang merosot 0,91% dan 0,45%. Sektor mining yang di awal perdagangan sempat melonjak hingga 0,85% berbalik turun 0,12%.

Pelemahan sektor mining terkait dengan data ekspor batubara Australia yang secara mengejutkan turun 13% secara year on year. Seperti dilaporkan, ekspor batubara dari Gladstone yang merupakan tambang terbesar keempat di dunia pada bulan Maret hanya sebesar 4,72 juta ton, jauh di bawah ekspor tahun lalu 6,31 juta ton. Hal ini dikarenakan penurunan demand dari Jepang sebesar 25% yoy dan juga impor batubara China yang anjlok 52% yoy seiring dengan masifnya kampanye energi ramah lingkungan di negara tersebut.

Sektor agri turut melemah

Selain mining, sektor Agri juga terpantau balik badan. Sebelumnya sektor ini mendapat sentimen positif dari pengenaan tarif kedelai Amerika yang diproyeksikan akan menurunkan demand dan beralih ke produk turunan sawit. Hal ini semakin dikuatkan dari rilis data lembaga survey yang menunjukkan ekspor CPO Malaysia pada bulan Maret naik 19,3% month on month. Namun demikian, kenaikan tersebut diimbangi oleh mulai pulihnya tingkat produksi. Setelah lima bulan terakhir cenderung menurun, pada bulan Maret tercatat produksi CPO naik 11,3% ke level 1,49 juta ton yang sekaligus menandai berakhirnya efek El Nino sejak 2017 lalu.

Asing masih keluar, tetapi tidak sebesar bulan lalu

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai 259,31 miliar di keseluruhan pasar. BMRi dan UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan nominal -127 miliar dan 69 miliar diikuti oleh ASII -67 miliar, BBRI -50 miliar dan INKP -24 miliar. Meski terus mencatatkan outflow, arus dana asing yang keluar di awal April ini sudah jauh lebih kecil dari bulan Maret. Bulan lalu rata-rata outflow asing per hari mencapai 711 miliar, jauh di atas otflow rata – rata bulan ini yang hanya sebesar 281 miliar.

Bursa Asia membara

Ricuh hubungan dagang antara Amerika dan China yang kembali memanas membuat bursa regional Asia mayoritas ditutup di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,30% diikuti oleh Kospi yang turun 0,33%. Bursa China masih tutup karena libur nasional hari ini. Seperti diketahui, Donald Trump secara tidak diduga berencana untuk menambah lagi tarif impor barang – barang dari China hingga USD 100 miliar dari sebelumnya yang hanya USD 60 miliar. Hal ini merupakan respon dari keputusan pemerintah China yang memberi tarif impor terhadap lebih dari 120 barang dari Amerika.  


Image source : http://nnimgt-a.akamaihd.net

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mengikuti bursa global yang melemah akibat hubungan perdagangan global yang mengkhawatirkan. Harga komoditas yang melemah juga turut menekan harga saham emiten – emiten terkait. Sebagai hasilnya IHSG ditutup turun 0,19% ke level 6229,01 setelah diperdagangkan di rentang 6202 – 6234. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa hanya tiga yang bergerak di zona hijau yaitu sektor aneka industri, konstruksi dan trade. Tujuh sisanya melemah namun tidak begitu besar di kisaran -0,3%.

Asing masih net sell

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai total -384,14 miliar di keseluruhan pasar. TLKM lagi – lagi menjadi top net sell dengan total dana asing yang keluar mencapai -131 miliar, diikuti oleh BDMN -72 miliar, BMRI -55 miliar, BBNI -51 miliar dan HMSP -40 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA 47 miliar, SMGR 32 miliar, BUMI 20 miliar, dan INCO 18 miliar.

Bursa Asia kembali bearish

Sejumlah indeks utama Asia kembali melemah selama dua hari beruntun. Indeks Nikkei ditutup turun -0,49% disusul oleh Kospi -0,07% dan Shanghai Composite yang anjlok hingga -0,84%. STI Singapura dan ASX 200 Australia juga terpantau turun -0,54% dan -0,13%. Pelemahan bursa regional Asia terkait oleh hubungan perdagangan AS – China yang saling mengenakan tarif bea masuk impor. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya prospek pertumbuhan global kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.


Image source: http://images.indianexpress.com

0

Market Updates

Seperti pada penutupan pekan lalu, IHSG hari ini ditutup di level tertinggi harian yaitu 6240, 57 atau naik 0,83% meskipun sempat bergerak turun hingga 6168. Bursa regional Asia yang berbalik melemah tidak menghalangi laju kenaikan IHSG yang didukung oleh rilis data inflasi yang sedikit di atas perkiraan pasar. Delapan dari sepuluh sektor yang menyokong bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang naik 2,85% terbantu oleh lonjakan saham ASII. Selain sektor tersebut, Consumer, Construction, Infrastructur dan Manufacture juga menguat lebih dari satu persen.

Data Inflasi didukung penurunan DPK

Pertumbuhan inflasi yang melebihi ekspektasi disambut baik oleh market. BPS mencatat inflasi Maret tumbuh 0,12% secara month on month atau 3,4% secara year on year. Hal ini sedikit lebih tinggi daripada konsensus di angka 0,12% mom dan 3,35% yoy. Meski demikian, inflasi yang tinggi ini dianggap sebagai hal positif yang menandakan bahwa konsumsi masyarakat mulai meningkat. Hal ini didukung dari data pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus menunjukkan trend turun, Pada Desember tahun lalu pertumbuhan DPK mencapai 9,4% yoy, kemudian di Januari turun menjadi 8,4% yoy yang dilanjut pada Februari sebesar 8,22% yoy.

Asing masih net sell

Asing kembali mencatatkan outflow dengan penjualan bersih di keseluruhan pasar mencapai 243,96 miliar. UNTR dan ASII menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell masing – masing sebesar -85 miliar dan -73 miliar, diikuti oleh UNVR -47 miliar, TLKM -39 miliar dan BBCA -35 miliar. Adapun beberapa saham yang mencatatkan top net buy di antaanya adalah INDY 35 miliar, BUMI 33 miliar, BBNI 24 miliar, KLBF 21 miliar dan MNCN 20 miliar.

Bursa Asia berbalik merah

Meski sempat menghijau di awal pembukaan market, sejumlah indeks utama Asia berbalik ke teritori negatif. Meruncingnya hubungan Rusia dengan berbagai negara dan juga tensi perang dagang China – Amerika membuat pasar menjadi tertekan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 0,09% diikuti Kospi dan Shanghai Composite yang melemah tipis 0,09% dan 0,16%. Meski demikian Hang Seng masih sanggup mempertahankan penguatanya dan ditutup menanjak 0,24%.

Seperti diketahui, pagi tadi China mulai memberlakukan tarif impor hingga 25% pada 128 produk Amerika Serikat meliputi daging babi beku, wine, buah-buahan dan kacang-kacangan. Produk – produk yang dibebani bea impor ini sama dengan daftar tarif yang dirilis pada 23 Maret lalu dengan rincian 120 produk dikenai bea masuk 15% dan delapan sisanya dengan tarif 25%.

Kemudian terkait ketegangan dengan Rusia, dikabarkan bahwa pemerintahan Rusia melayangkan protes keras terkait pengusiran utusan Moskow dari markas besar PBB oleh Amerika. Gennady Gatilov yang merupakan utusan untuk kantor PBB di Jenewa menyebut bahwa Amerika melanggar hukum dengan mengusir diplomat Rusia dari markas besar PBB dan menyatakan Amerika gagal sebagai negara tuan rumah bagi badan internasional.


Image source: https://i.pinimg.com/

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah, namun tekanan beli kuat pada sesi pre-closing membuat indeks meloncat ke posisi tertingginya hari ini yaitu di level 6188,99 atau menguat sebanyak 0,78%. Bahkan sektor finance yang sepanjang perdagangan menekan IHSG berbalik naik 0,25%. Sebelumnya, sektor yang mempunyai kapitalisasi terbesar di BEI ini menekan IHSG jatuh ke zona merah karena kekhawatiran investor akan adanya regulasi baru terkait amandeman UU bank Indonesia yang direncanakan oleh Gubernur BI terpilih, Perry Warjiyo.

Seperti diketahui, Gubernur Perry menyatakan keinginan untuk memperluas peran BI yang saat ini hanya menjaga stabilitas inflasi dan rupiah menjadi lebih aktif dalam mendukung perekonomian nasional. Dalam paparanya, Perry menekankan keinginan agar lembaga perbankan bisa lebih memperluas jangkauan pembiayaan ke kredit infrastruktur, properti dan bahkan masuk ke obligasi korporasi. Meski demikian, revisi UU yang direncanakan belum akan dilaksanakan pada tahun ini karena belum masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2018, sehingga respon pasar hari ini hanya merupakan reaksi kepanikan jangka pendek.

Asing Catatkan Net Buy

Menguatnya IHSG hari ini tidak terlepas dari redanya aksi jual asing di bursa. Bahkan, hingga penutupan market, asing berbalik mencatatkan net buy meski tidak begitu besar yaitu senilai 10,85 miliar di keseluruhan pasar. SMGR menjadi saham yang paling banyak diburu asing dengan pembelian bersih sebesar 41 miliar diikuti KLBF 34 miliar, PGAS 33 miliar, ADRO 22 miliar dan MYRX 20 miliar. Di sisi lain saham – saham yang mencatatkan top net sell di antaranya adalah TELE -90 miliar, HMSP -55 miliar, UNTR -54 miliar dan BMRI -53 miliar. Kemudian untuk total bulan ini, outflow asing tercatat sebesar 14,93 triliun di keseluruhan pasar, lebih tinggi dari outflow di bulan Februari  sebesar 10,34 triliun.

Bursa Asia pertahankan penguatan

Mayoritas indeks utama di bursa Asia berhasil mempertahankan penguatanya tadi pagi. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,61% diikuti Kospi yang menanjak 0,71% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 1,22% dan 0,24%. Fokus investor masih tertuju dengan respon presiden Kim Jong Un yang dikabarkan bersedia melakukan pertemuan dengan negara – negara lain seperti Jepang, China dan Rusia. Hal ini akan menjadi langkah maju bagi upaya denuklirisasi Korea Utara.


Image source: http://time.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona hijau meski penguatanya terus dikikis oleh pelemahan di sektor infrastructure. Dengan rentang 6188 – 6274, IHSG ditutup naik 0,15% ke level 6209,35. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya tiga yang bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor infrastructure yang terseret oleh pelemahan saham PGAS dan TLKM. Di sisi lain, tujuh sektor yang bergerak bullish dipimpin oleh sektor aneka industri, consumer dan agriculture.

Penguatan di sektor aneka industri didorong oleh rebound saham ASII sedangkan penguatan di sektor consumer ditenagai oleh saham – saham di bidang farmasi dan obat – obatan. Saham INAF melonjak hingga 18%, adapun KLBF dan KAEF menguat di atas 2%. Adanya event Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2018 yang berkelas internasional disinyalir mampu memperkuat jaringan pertumbuhan bisnis farmasi di Asia Tenggara.

Kemudian, di sektor agri, sentimen positif datang dari hasil laporan beberapa lembaga perusahaan kargo yang menyatakan bahwa ekspor CPO pada periode 1-25 Maret mencatatkan pertumbuhan signifikan.  AmSpec Agri Malaysia melaporkan pengiriman CPO pada periode tersebut tumbuh 9,5% month on month sedangkan lembaga survei kargo Societe Generale de Surveillance melaporkan kenaikan pengiriman CPO sebanyak 10,6% pada periode yang sama.

Net sell asing masih besar

Outflow asing hari ini tercatat mencapai 854,42 miliar di keseluruhan pasar seiring dengan masifnya penjualan di saham TLKM dan BBRI. Kedua saham tersebut mencatatkan penjualan bersih sebesar -379 miliar, yang diikuti oleh UNTR -148 miliar, BMRI -107 miliar dan BBNI -91 miliar. Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah SMMA 86 miliar, WSKT 29 miliar, ADRO 29 miliar, INDY 20 miliar dan BSIM 12 miliar.

Bursa Asia Cerah

Mulai redanya tensi perang dagang antara Amerika dan China benar – benar menjadi angin segar bagi investor di regional Asia. Seperti diketahui, beredar kabar bahwa kedua negara yang terlibat perselisihan tarif impor tersebut telah memulai negoisasi diam – diam dengan presiden Trump meminta pengurangan tarif China pada mobil produksi Amerika dan keleluasaan akses ke sektor keuangan China. Bahkan Menteri keuangan Mnuchin sedang menimbang untuk melakukan perjalanan ke Beijing demi suksesnya negoisasi ini.

Merespon hal ini, sejumlah indeks utama bursa Asia menanjak cukup tajam. Indeks Nikkei ditutup melesat 2,40% disusul oleh Kospi yang melaju 0,61%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak menguat 1,05% dan 0,79%.


Image source: https://www.exova.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini berada di zona merah sejak pembukaan market. Belum kondusifnya bursa global mendorong indeks melemah di hari ketiga secara beruntun. Sempat menyentuh level terendah di 6167, IHSG perlahan rebound didorong penguatan di sektor mining dan berakhir melemah tipis 0,17% ke level 6200,17. Saham PTRO menjadi katalis utama laju di sektor ini dengan kenaikan sebesar 11,27% karena beberapa faktor fundamental. Yang pertama adalah laporan keuangan FY 2017 yang menunjukkan kenaikan laba dari USD 7,93 juta menjadi USD 8,23 juta dan yang kedua adalah kabar dari adanya perubahan perjanjian jasa pertambangan dengan PT Kideco Jaya Agung dengan kontrak senilai  US$356 juta atau setara dengan Rp4,84 triliun untuk jangka waktu 5 tahun.

Emiten batubara menghijau

Selain didorong oleh saham PTRO, beberapa emiten dari subsektor batubara juga menghijau terdampak kabar positif dari India. DOID melonjak 4,84% diikuti oleh HRUM yang melaju 3,61%. Adapun ADRO dan PTBA masing masing naik lebih dari 1%. Seperti diketahui, menjelang musim panas yang sebentar lagi tiba, kebutuhan energi listrik di India diperkirakan melonjak dari sebelumnya di kisaran  6,200 Mega Watt menjadi 18,700 – 22.000 Mega Watt.

Dengan sebagian besar pembangkit listrik masih menggunakan batubara, maka kebutuhan energi yang besar ini otomatis akan menaikkan demand impor. Apalagi hal ini diperparah oleh kekurangan pasokan batubara domestik, seperti di Mumbai misalnya, kebutuhan untuk pembangkit listrik berkisar antara 30 – 32 gerbong batubara per harinya, namun dalam setahun terakhir pasokan yang tersedia hanya berkisar 18 – 20 gerbong saja.

Net sell asing hampir 1 triliun

Outflow asing dari bursa masih belum terhenti. Hingga penutupan pasar, total net sell asing mencapai 906,58 miliar dengan penjualan bersih terbesar pada saham TLKM senilai -226 miliar, diikuti BBRI -185 miliar, BBCA -116 miliar dan ASII -110 miliar. Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah ROTI 64 miliar, TURI 54 miliar, BBNI 42 miliar, dan SMGR 19 miliar.

Bursa Asia rebound

Sempat melemah tajam pada pembukaan tadi pagi, sejumlah indeks utama bursa Asia berbalik menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,72% disusul Kospi yang menguat 0,84% serta Hang Seng yang menguat 0,79%. Sentimen positif datang dari kabar bahwa Menteri Keuangan Amerika, Steven Mnuchin berencana untuk pergi ke Beijing menegosiasikan penetapan tarif impor atas beberapa barang produksi China.


Image source: www.topkarir.com

0

Market Updates

Pasar saham Asia bergerak menukik tajam setelah beredar kabar bahwa China berencana untuk mengenakan tarif impor tinggi sejumlah produk AS seperti daging babi, anggur, buah-buahan hingga olahan alumunium.  Hal tersebut membuat emiten – emiten di sektor otomotif, elektronik dan perdagangan serempak berguguran. Indeks Nikkei 225 Jepang, anjlok hingga -4,51% diikuti Shanghai Composite dan Hang Seng yang k merosot -3,39% dan -2,44%. Adapun Kospi dan ASX 200 Australia masing – masing melemah -1,96% dan -3,18%.

Pelemahan IHSG terkikis

Seperti mayoritas bursa Asia lainya, IHSG hari ini melemah cukup tajam terpengaruh kekhawatiran perang dagang antara China – Amerika yang semakin memanas. Sempat turun hingga lebih dari -2% dan menyentuh level 6085, IHSG pelan – pelan mampu bangkit dan hanya ditutup melemah 0,69% ke level 6210,70. Saham BBCA yang berbalik menguat 1,49% membantu sektor finance rebound dan mengikis pelemahan indeks. Sebelum sesi penutupan, sektor finance masih terpantau turun -1,54% namun di sesi penutupan hanya tinggal -0,34%.

 Ditekan sektor aneka industri

Penekan utama IHSG berasal dari sektor aneka industri yang turun hingga 1,08% terseret pelemahan saham ASII. Sentimen negatif datang dari laporan penjualan mobil pada bulan Februari yang turun 0,9% secara year on year. Secara rinci disebutkan, penjualan pada Februari mencapai 94.261 unit, turun 1,8% bila dibandingkan penjualan Januari yang mencapai 95.975 unit.

Indonesia protes keras Norwegia terkait biodiesel

Selain sektor finance, sektor agriculture tercatat menjadi salah satu yang berkinerja paling baik karena hanya melemah sebesar 0,57%. Saham – saham CPO tidak jatuh begitu dalam setelah pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, secara langsung memanggil duta besar Norwegia untuk Indonesia dan mencecarnya terkait sikap parlemen Norwegia yang masih saja menerapkan Bea Masuk Anti Dumping ( BMAD ) terhadap produk biodiesel dari Indonesia, yang mana berarti mengingkari hasil keputusan Mahkamah Uni Eropa (UE).

Lebih lanjut, Menteri Enggartiasto menegaskan apabila pemerintah Norwegia menyetujui wacana parlemennya dan masih terus menerapkan BMAD, maka berarti Norwegia telah memulai perang dagang kepada Indonesia dan negara penghasil biodiesel lainnya. Oleh sebab itu, dia juga mengancam akan setop impor ikan salmon dari Norwegia ke Indonesia serta mengalihkan permintaan ikan salmon ke Chili.

 

Image source: https://asiancorrespondent.com

0

Market Updates

Meski sempat naik hingga 6351, IHSG berakhir turun cukup dalam hingga -0.93% dan terlempar ke level 6254,07. Sentimen penekan indeks datang dari melemahnya bursa Asia terkait ancaman perang dagang serta aksi profit taking investor di subsektor perbankan. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya sektor aneka industri dan perdagangan yang mencatatkan penguatan. Delapan lainya melemah dengan penekan terbesar di sektor finance yang ambles hingga -1,79% diikuti oleh basic industry dan construction yang merosot -1,46% dan 1,15%.

Investor khawatirkan hasil RDG BI

Dilepasnya ssaham – saham perbankan oleh investor siang ini sedikit disinyalir sebagai langkah investor untuk mengamati perkembangan suku bunga acuan di dalam negeri. Seperti diketahui, hari ini Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang salah satu agendanya adalah menentukan keputusan suku bunga acuan 7-DRR rate. Naiknya suku bunga the Fed tadi malam memberikan pertimbangan baru bagi BI untuk menaikkan suku bunga disamping pelemahan rupiah yang terjadi akhir – akhir ini serta neraca perdagangan yang defisit, meskipun angka inflasi berada di kondisi stabil.

Outflow asing tetap berlanjut

Adanya transaksi pembelian di pasar nego pada saham BLTZ senilai 968 miliar membuat asing secara keseluruhan mencatatkan net buy sebesar 126,86 miliar. Namun demikian, di pasar reguler yang terkait langsung dengan harga saham, outflow asing masih terus berlanjut dengan net sell sebesar -767,00 miliar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham BMRI sebesar -591 miliar, di posisi berikutnya, BBRI -331 miliar, UNVR -27 miliar dan ADRO -19 miliar.

Bursa Asia bearish

Sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak turun merespon naiknya suku bunga the FED tadi malam dan tensi China – Amerika yang memanas menjelang pengumuman kenaikan tarif impor oleh Presiden Donald Trump atas barang impor dari Cina. Pemerintah Cina menuding Amerika sebagai pelanggar rutin terhadap aturan dagang internasional. Bahkan media resmi China Daily menyebut bahwa  negara-negara lain sebaiknya berhenti berharap mereka tidak akan terkena tembakan proteksionisme dan harus menjadi lebih gigih melawan Amerika.

Indeks MSCI Asia Pacific sebagai benchmark terpantau melemah 0,48% diseret oleh anjloknya bursa China dimana indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melemah 0,53% dan 1,21%. Adapun ASX 200 Australia merosot 0,22% diikuti STI Singapura yang jatuh 0,47%. Meskipun demikian, bursa Jepang dan Korea masih sanggup mencatatkan penguatan sebesar 0,99% dan 0,44%.


Image source: https://dailyreckoning.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 13NO NEW POSTS