The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Market Updates

Meski mencetak rekor penutupan tertinggi baru untuk yang ketiga kalinya secara berturut – turut, pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah dan bahkan sempat menyentuh level terendah di 6080,15. Namun rebound sektor consumer menjelang penutupan pasar membuat indeks terangkat 0,24% ke level 6133,96 yang sekaligus menjadi titik tertingginya. Saham  GGRM, HMSP dan ICBP naik di atas 2% sedangkan UNVR menguat 1,6%.

Selain consumer, tiga sektor lain juga turut menopang IHSG yaitu agri (+0,18%) yang mendapat sentimen positif dari pemotongan pajak CPO Malaysia, kemudian finance (+0,31%) dimana saham perbankan naik mengekor pergerakan bursa Asia dan terakhir manufacture sebesar +0,58%.

Asing net sell 210 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini tidak terlampau besar hanya senilai 210,39 miliar karena tertolong transaksi pembelian saham TAMU di pasar negoisasi  senilai 169,71 miliar. Adapun di pasar reguler, net sell asing tercatat membengkak hingga 394 miliar dengan penekan terbesar pada saham ASII (-104 miliar), BUMI (-72 miliar), BBRI (-69 miliar), UNTR (-50 miliar) dan BBNI (-42 miliar).

Bursa Asia mixed

Bursa regional Asia hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat karena dampak positif dari optimisme investor akan perkembangan reformasi pajak Amerika. Pemangkasan pajak perusahaan dari 35% menjadi 21% diyakini akan mendongkrak laba perusahaan sehingga mendorong aksi buyback saham, serta pemberian dividen lebih tinggi yang tentunya akan menguntungkan para pemegang saham.

Indeks Nikkei Jepang memimpin laju bullish bursa Asia dengan lonjakan sebesar 1,63% disusul oleh indeks ASX Australia yang naik 0,70%. Adapun kedua indeks dari daratan China yaitu Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing masing menguat 0,05% dan 0,85%.

Meski demikian indeks Kospi Korea terpaksa ditutup turun tipis 0,01% meskipun tadi pagi sempat menguat hingga 0,27% karena adanya aksi profit taking di saham – saham otomotif dan farmasi. Selain Kospi, STI Singapura juga terpantau melemah 0,18%.


Image source: http://gtgtechnologygroup.com

0

Market Updates

Pergerakan indeks hari ini mayoritas berada di zona merah dan sempat melemah hingga ke level 6075. Sentimen negatif datang dari menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia di bulan November dan merahnya indeks regional Asia yang mengikuti pelemahan bursa Amerika. Namun di sesi penutupan, lonjakan tajam pada saham UNVR dan GGRM serta beberapa saham konstruksi berhasil membalikkam indeks ke zona hijau dan ditutup menguat tipis 0,09% ke level 6119,42 yang mana merupakan rekor terbaru IHSG dua hari berturut – turut.

Surplus neraca dagang merosot tajam

Pagi hari tadi BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia bulan November senilai US$ 127,1 juta, yang mana jauh lebih rendah dibanding bulan Oktober sebesar US$ 895 juta. Merosotnya  surplus itu lantaran nilai ekspor November tercatat US$ 15,28 miliar sementara nilai impor tercatat US$ 15,15 miliar. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-November tercatat sebesar US$ 153,9 miliar atau naik 17,16% yoy. Sementara nilai impor periode tersebut mencapai US$ 141,88 miliar, naik 15,47% yoy.

Asing net sell jumbo

Hingga penutupan pasar net sell asing tercatat mencapai nominal 717,04 miliar di keseluruhan pasar. Di pasar negoisasi terdapat transaksi penjualan bersih asing di saham SMMA senilai 1,46 triliun yang yang diimbangi oleh net buy di saham BSIM senilai 1,46 triliun juga. Di pasar reguler, net sell asing tercatat senilai 572,67 miliar yang didominasi oleh saham BMRI (-166 miliar), BBRI (-118 miliar), ICBP (-61 miliar) dan BUMI (-48 miliar).

Bursa Asia mayoritas memerah

Pergerakan sejumlah indeks regional Asia berada di zona negatif mengekor pergerakan bursa Wall Street dan Eropa yang anjlok setelah munculnya kekhawatiran akan gangguan pada kemajuan undang – undang reformasi pajak setelah juru bicara Senator Partai Republik, Marco Rubio menentang RUU perpajakan kecuali jika pemerintahan Donald Trump menyetujui kredit pajak anak yang lebih besar.

Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,68% sedangkan indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing anjlok masing – masing 0,80% dan 0,84%. IndeksASX 200 Australia tergelincir di angka -0,24%. Adapun indeks STI Singapura ditutup turun 0,44%.

Meski demikian, bursa Korea Selatan masih mampu mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sebesar 0,51% didorong oleh kenaikan saham Samsung dan Hyundai. Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pidatonya menegaskan Korsel dan China sependapat tentang penyelesaian masalah nuklir Korut secara damai.

 

Image source: http://maritime-connector.com

0

Market Updates

Didukung kenaikan sepuluh sektor yang ada di bursa, IHSG berhasil menembus rekor penutupan tertinggi baru di angka 6113,65. Sentimen negatif dari merahnya bursa Asia dan turunya harga komoditas diabaikan pasar. Volume transaksi juga tercatat mencapai angka 9,78 triliun jauh lebih tinggi dari rata-rata transaksi bursa bulan ini di angka 6,9 triliun.

Sektor basic industry kembali menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 2,94% karena cemerlangnya kinerja saham – saham semen. Sektor aneka industri menyusul dengan penguatan sebesar 2,49% karena lonjakan saham ASII. Selain kedua sektor tersebut, konstruksi, manufaktur dan trade turut menopang indeks dengan kenaikan di atas 1%.

Asing net buy di pasar reguler

Laju mantap IHSG hari ini turut didukung oleh inflow dana asing khususnya di pasar reguler yang tercatat hingga penutupan mencapai nominal 424,92 miliar. ASII menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih sebesar 168 miliar disusul oleh TLKM (131 miliar), BBRI (62 miliar), UNVR (45 miliar) dan BBNI (40 miliar). Meski demikian, adanya transaksi penjualan jumbo di pasar nego pada saham BNBR senilai 614 miliar membuat secara keseluruhan asing mencatatkan net sell sebesar 137,10 miliar.

Bursa regional Asia memerah

Bursa Asia berbalik melemah setelah tadi pagi menghijau. Sektor finansial terutama perbankan mengalami aksi profit taking mengekor bursa Amerika setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena the Fed mempertahankan proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun depan.

Indeks Nikkei Jepang turun 0,28% sedangkan Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong masing masing melemah 0,32% dan 0,16%. Indeks Kospi Korea Selatan juga berakhir melemah di zona merah dengan penurunan sebesar 0,45%.

 

Image source: gimg.kumpar.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed, namun lonjakan di sektor basic industry pada sesi penutupan membuat indeks ditutup naik 0,37 ke level 6054,60 yang sekaligus menjadi titik tertingginya hari ini. Sektor basic industry melompat sebesar 2,35% karena penguatan tajam pada saham CPIN, NIKL, dan SMGR. Laju indeks juga semakin mantap karena dukungan dari sektor mining dan trade yang masing – masing naik di atas 1%. Hingga penutupan, hanya tiga sektor yang bergerak melemah yaitu agri, konsumer dan aneka industri.

Asing net sell setengah triliun

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa tercatat mencapai nominal 530,75 miliar di keseluruhan pasar dimana saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBCA (-179 miliar), MLPL (-106 miliar), BMRI (-95 miliar) dan ASII (-94 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy yaitu INDF (63 miliar), INDY (58 miliar), BBNI 45 miliar) dan KPIG 30 miliar).

Bursa Asia mayoritas menguat

Pergerakan sejumlah indeks di regional Asia berakhir di zona hijau, mengekor pergerakan bursa Wall Street semalam yang mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Kenaikan harga komoditas minyak dan batubara juga turut menopang pergerakan bursa – bursa Asia.

Indeks ASX Australia ditutup naik 0,14% karena lonjakan pada saham Westfield sebesar 14,41%  setelah menerima tawaran pengambilalihan senilai US$ 15,7 miliar. Indeks Shanghai Composite yang melemah di awal perdagangan, akhirnya ditutup menguat 0,68% sedangkan Hang Seng, Hong Kong juga melompat hingga 1,43%.

Dari Korea Selatan, indeks Kospi mendapatkan sentimen positif dari prosesi kunjungan presiden Moon Jae-in  ke China selama empat hari yang dipercaya pasar akan membawa agenda pembahasan mengenai senjata nuklir Korea Utara dan sistem pertahanan rudal THAAD di Seoul.

Meski demikian, bursa Jepang bergerak di zona merah dan ditutup melemah 0,47% karena penguatan mata uang yen terhadap dollar yang memberi sentimen negatif bagi negara eksportir tersebut. Siang tadi nilai tukar yen terpantau menguat 0,18% atau 0,20 poin ke posisi 113,34 per dolar AS.

 

Image source: navalforce.files.wordpress.com

0

Market Updates

Berbanding terbalik dengan kemarin, kali ini sektor mining menjadi bintang dan berhasil membuat IHSG terparkir di zona hijau bahkan ketika mayoritas bursa regional Asia bergerak melemah. Sektor mining melonjak hingga 2,20 % dimana saham BUMI melambung hingga 11% disusul oleh ELSA yang naik 8,4% serta ADRO yang melompat sebanyak 5,8%. Selain mining, sektor basic industry turut menopang pergerakan indeks dengan kenaikan sebesar 1,74% karena positifnya pergerakan saham SMGR, BRPT dan CPIN.

Asing net sell 666 miliar

Hingga penutupan pasar, net sell asing tercatat sebesar 666,44 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan TELE di pasar nego senilai 209 miliar. Adapun di pasar reguler, saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BMRI (-91 miliar), ASII (-81 miliar), BBCA (-74 miliar) dan BBTN (-70 miliar). Sedangkan saham yang menjadi top net buy yaitu BBRI (92 miliar), TLKM (40 miliar), BBNI (32 miliar) dan ADRO (29 miliar).

Bursa Asia kompak melemah

Pergerakan mayoritas indeks di bursa Asia berada di zona merah disebabkan aksi wait and see investor mengantisipasi pertemuan the FED pada pekan ini yang kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan dan  membahas mengenai berbagai kebijakan yang akan diterapkan pada tahun 2018. Data tenaga kerja AS Jumat lalu kemungkinan besar akan menjadi katalis bagi dinaikkanya suku bunga acuan AS.

Indeks Nikkei Jepang tergelincir 0,32% tertekan oleh penurunan di saham produsen elektronik. Dari Korea Selatan, indeks Kospi merosot 0,42% seiring melemahnya mata uang won. Indeks STI Singapura juga terpantau melemah tipis 0,05%. Yang terparah adalah penurunan di bursa China dimana indeks Shanghasi Composite anjlok hingga 1,25% sedangkan Hang Seng terkapar 0,49%.

Meski demikian, indeks ASX 200 Australia ditutup naik 0,25% menyusul penguatan di saham – saham energi terutama batubara yang mendapat sentimen positif dari China. Seperti diketahui, pemerintah China baru – baru ini meningkatkan impor batubara dan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk pembangkit dan pemanas listrik karena efek dari musim dingin.


Image source: walldevil.com

0

Market Updates

Sempat bergerak mantap di awal perdagangan dan mencapai level tertinggi di 6052,51, IHSG perlahan turun dan ditutup turun tipis 4,33 poin atau 0,07% ke level 6026,63 seiring tekanan dari sektor mining yang anjlok hingga -1,89%. Pelemahan sektor mining terkait dengan harga minyak bumi yang tadi pagi terkoreksi serta profit taking di komoditas batubara. Selain mining, basic industry dan trade juga turut menekan indeks dengan pelemahan sebesar – 0,91% dan -0,77%.

Asing net sell 300 M

Di tengah volume transaksi bursa yang cukup rendah, yakni senilai 5,8 triliun yang mana di bawah rata –rata bulan ini di angka 6,95 triliun, asing mencatatkan net sell sebesar 300,45 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan di saham LPKR (-97 miliar), KPIG (-68 miliar), UNTR (-56 miliar) dan TLKM (-43 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BBNI (54 miliar), BBRI (31 miliar), BSIM (25 miliar) dan INDY (20 miliar).

Bursa Asia Bullish

Hingga penutupan sore ini sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak menghijau ditenagai sentimen dari bursa Wall Street pasca rilis data tenaga kerja Amerika yang menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dari perkiraan pasar. Selain itu, optimisme investor juga terdorong oleh keputusan pemerintah AS untuk menghindari terjadinya shutdown dan perundingan terkait perundang-undangan reformasi pajak juga menunjukkan kemajuan positif.

Pertumbuhan data tenaga kerja tersebut juga membuka kemungkinan the FED untuk menaikkan suku bunga di bulan ini dan membuat mata uang dollar semakin menanjak. Bursa Jepang yang mayoritas emitenya berorientasi ekspor diuntungkan dengan penguatan dollar ini sehingga indeks Nikkei 225 menguat hingga 0,56%.

Selain Nikkei, indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China melonjak di kisaran 1%. Adapun STI Singapura dan ASX 200 Australia masing – masing menguat 1,04% dan 0,07%. Kemudian, dari Korea Selatan, indeks Kospi turut naik sebesar 0,30%.


Image source: rloky.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini konsisten di zona hijau dengan rentang pergerakan antara 6013 – 6041 dan ditutup menguat 24,13 poin atau 0,40% ke level 6030,96. Enam dari sepuluh sektor bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar pada sektor consumer goods (0,90%), finance (0,68%) dan manufacture (0,57%). Adapun sektor yang mengalami pelemahan adalah sektor aneka industri (-0,70%), agriculture (-0,65%) dan infrastructure (-0,17%).

Asing berbalik net sell tipis

Setelah dari pagi hingga menjelang penutupan konsisten mencatatkan net buy, asing berbalik melakukan aksi jual dan mencatatkan outflow sebesar 59,03 miliar di keseluruhan pasar. Namun di pasar reguler asing masih mencatatkan pembelian bersih sebesar 23,08 miliar. Saham – saham yang paling banyak dikumpulkan asing di antaranya adalah BBNI (161 miliar), MDLN (52 miliar), TELE (50 miliar) dan INDF (42 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net sell di antaranya adalah KPIG (-243 miliar), TLKM (-111 miliar), BBRI (-85 miliar) dan BDMN (-41 miliar).

Bursa Asia menghijau

Pergerakan mayoritas bursa Asia berada di zona hijau ditenagai oleh sentimen dari pulihnyanya  harga komoditas dan menguatnya bursa Amerika karena optimisme pasar dengan reformasi pajak dan ketepatan waktu menyusun anggaran pemerintah yang deadline pada 22 Desember mendatang.

Dari regional asia, data PDB Jepang juga turut memberikan sentimen positif. PDB Jepang yang meningkat sebesar 2,5% pada kuartal ketiga, lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 1,4%. Ini berarti perekonomian Jepang telah tumbuh selama tujuh kuartal berturut-turut, yang sekarang mencatat ekspansi terpanjang sejak pertengahan 1990.

Sebagai hasilnya, indeks Nikkei Jepang melonjak 1,41% disusul oleh STI singapura yang menguat 1,04%. Indeks Kospi juga terpantau menguat meski tipis di level 0,08%. Kemudian dari daratan China, Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong masing – masing naik 0,55% dan 1,13%.


Image source: bisnisjakarta.co.id

0

Market Updates

Sempat menguat hingga ke level 6039, IHSG perlahan berangsur turun dan ditutup di level terendahnya hari ini di angka 6006,84. Merosotnya indeks sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak melemah karena meningkatnya tensi politik akibat keputusan presiden Amerika yang mengakui Jerussalem sebagai ibu kota israel, memunculkan kemarahan dari berbagai pihak di dalam dan di luar Amerika Serikat, serta memperuncing risiko konflik di Timur Tengah. Saat ini, Amerika menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.


Tertekan tujuh sektor

Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya tiga yang bergerak naik yaitu basic industry (+1,31%), Construction (+0,34%) dan manufacture (+0,08%). Sisanya, tujuh sektor turun dengan penekan terbesar pada sektor Agriculture (-1,44%) karena anjloknya harga CPO dan mining (-1,26%) seiring dengan merosotnya harga minyak dan logam – logam industri. Sektor finance juga ditutup turun 1,16% setelah adanya aksi profit taking di saham perbankan.

Asing net sell besar

Hingga penutupan market, outflow asing tercatat mencapai 890,19 miliar dengan penjualan bersih di pasar nego mencapai 490 miliar yang didominasi saham KPIG, MLPL dan BBRI. Adapun di pasar reguler, saham perbankan yang kemarin menjadi top net buy sekarang berbalik arah. BMRI (-138 miliar), BBCA (-121 miliar) dan BBRI (-78 miliar) menjadi top net sell asing hari ini.

Bursa Asia Mixed cenderung melemah

Bursa Asia bergerak mixed dimana pulihnya sektor teknologi diimbangi oleh sentimen negatif dari keputusan presiden Donald Trump untuk mendeklarasikan pengakuan atas Jerusalem yang ditanggapi investor dengan berbondong memindahkan dananya dari instrumen beresiko seperti saham ke aset safe haven yaitu emas.

Harga emaspun  meski sempat anjlok ke level rendah 1260.10, langsung melesat hingga mencapai 1264.10 per troy ounce. Sedangkan bursa saham Asia bergerak bearish. Indeks Kospi Korea turun 0,50% disusul oleh Shanghai composite yang anjlok 0,67% dan STI Singapura yang melemah 0,43%.

Namun demikian, dari Jepang, indeks Nikkei 225 berhasil mencatatkan rebound hingga 1,45% karena pulihnya saham – saham teknologi yang mengekor pergerakan indeks Nasdaq, Amerika. Saham Nintendo Co. Ltd. (+3,06%) dan Tokyo Electron Ltd. (+4,89%) menjadi salah satu pendorong melajunya Nikkei.


Image source: rmuse.net

0

Market Updates

Net buy asing yang cukup masif di sektor perbankan mampu mengerek indeks bergerak menguat di tengah sentimen negatif dari merosotnya bursa Amerika dan Asia serta harga – harga komoditas. IHSG ditutup menguat 0,58% ke level 6035,51 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6001 – 6044. Sektor finance menjadi bintang dengan kenaikan sebesar 1,46%  ditopang oleh sub sektor perbankan. Kemudian, kenaikan saham ASII juga turut mengangkat sektor sektor aneka industri sebesar 1,57%.

Asing net sell 451 miliar

Outflow asing dari bursa hari ini didominasi oleh transaksi penjualan di pasar nego yang melibatkan saham KPIG, GZCO dan FMII yang ketiganya mencapai nominal 501 miliar. Sedangkan di pasar reguler, asing mencatatkan net buy senilai 61 miliar dengan pembelian terbesar pada saham BBRI (221 miliar), BBCA (42 miliar) dan BBNI (28 miliar). Sektor finance saat ini memang sedang naik daun mengekor pergerakan investor di bursa luar negeri yang memindahkan dananya dari sektor teknologi ke saham – saham perbankan.

Bursa Asia merah membara

Sejumlah indeks di bursa Asia anjlok tajam mengekor pelemahan bursa Amerika dan Eropa dimana belum pulihnya trend bearish sektor teknologi diperparah oleh aksi profit taking di saham – saham perbankan karena harganya yang terus melambung sejak kelolosan RUU pajak Amerika Serikat. Pergerakan logam industri yang kembali turun dan batubara yang melemah juga turut membebani sebagian besar emiten di sektor terkait.

Indeks Nikkei 225 menjadi yang paling parah dengan penurunan  sebanyak 1,93% karena mata uang yen yang naik drastis terhadap US Dollar dan Euro. Indeks Kospi Korea juga turut merosot sebanyak 1,43%  karena keputusan pemerintah untuk menaikkan pajak penghasilan bagi perusahaan dengan pendapatan tinggi.

Indeks STI Singapura dan ASX Australia juga melemah masing – masing 1,34% dan 0,44%. Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng juga ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 0,29% dan 2,17% karena kekhawatiran investor akan pengetatan likuiditas akan berpengaruh buruk ke sektor property dan perbankan.

 

Image source: http://mystartupventure.com

0

Market Updates

Melonjaknya harga batubara di bursa Rotterdam dan Newcastle mendorong penguatan emiten batubara tadi pagi sehingga sektor mining naik hingga 0,45%. Namun menjelang siang, aksi jual di saham batubara membuat sektor mining bergerak melemah dan bahkan menjadi pemberat laju indeks dengan penurunan sebesar 1,18%. Selain mining, sektor agriculture, basic industry dan construction juga merosot cukup dalam di atas satu persen.  

Sektor finance bullish

Sejalan dengan pergerakan bursa global, saham – saham perbankan di bursa Indonesia juga terus bergerak naik.Sektor finance ditutup naik 0,73% dengan BBTN memimpin penguatan setelah naik sebesar 3,34% disusul oleh BBRI sebesar 1,52% dan BBCA  0,96%. BMRI menjadi yang paling kecil karena hanya menguat sebesar 0,34% seiring masifnya net sell asing di saham ini.

Asing net sell 231 miliar

Secara keseluruhan, asing mencatatkan outflow dari bursa sebesar 231,37 miliar hingga penutupan sore ini yang didominasi oleh penjualan bersih di saham BMRI (-345 miliar) dan KPIG (-275 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BBTN (135 miliar), TELE (100 miliar), LPKR (98 miliar), BBNI (80 miliar) dan BBRI (78 miliar).

Bursa Asia berbalik turun

Sempat sedikit menguat di awal perdagangan tadi pagi, mayoritas indeks saham di Asia berakhir melemah sejalan dengan anjloknya saham – saham teknologi yang mengekor aksi jual pada perusahaan teknologi di bursa Wall Street karena switching ke sektor perbankan yang dianggap memperoleh manfaat terbesar dari lolosnya RUU reformasi pajak.

Indeks Nikkei ditutup turun 0,35% setelah Saham Nintendo anjlok -3,2%, diikuti pelemahan saham teknologi lain seperti Kyocera (-2,2%), Fanuc Corp (-1,9%), Sony (-0,8%), dan Murata (-1,1%).  Dari China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng, Hong Kong serentak melemah 0,18% dan 0,89%. Adapun STI Singapura terpantau turun tipis sebesar 0,07%.

Berbeda dengan mayoritas indeks di atas, Kospi, Korea Selatan justru menguat 0,34% didukung naiknya saham KR Motors Co. Ltd. sebesar  4,20%, dan Kyungbang Ltd. yang  naik 0,72%. Cerahnya bursa Korea juga ditenagai oleh menguatnya mata uang won terhadap US Dollar sebesar 0,28%.

 

Image source: static1.squarespace.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 7NO NEW POSTS