The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

PT Borneo Olah Sarana Tbk (BOSS) resmi melantai di bursa pagi ini dengan harga penawaran Rp 400,- per lembarnya dan dikabarkan mengalami oversubscribe sebanyak 10x sehingga tidak heran apabila di awal perdagangan, saham BOSS  langsung melonjak menyentuh harga auto reject atas di Rp 600,- karena banyaknya peminat saham ini yang tidak berhasil mendapatkanya pada saat periode pemesanan. Untuk menggali lebih jauh profil dan prospek perusahaan ke depanya, silakan simak ulasan kami berikut ini.

 

Produsen batubara high grade

 

BOSS dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai keunikan khas yaitu produsen batubara berkualitas tinggi atau high grade dengan kalori tinggi serta tingkat residu abu dan belerang yang rendah sehingga ramah lingkungan. Hal ini pula yang menjadikan BOSS memasarkan sebagian besar batubaranya ke negara Jepang yang menetapkan standar sangat ketat terhadap isu lingkungan.

– Jepang, persentase penjualan 90%

– Korea Selatan, 5%

– Filiphina, 5%

Bahkan karena komitmen perseroan tersebut pemerintah Jepang melalui Japan Oil Gas Metal Corporation (JOGMEC) memberi pendanaan bagi BOSS  agar dapat terus memproduksi batubara berkualitas tinggi dengan rata-rata sebesar 6.300 Kkcal/kg.

 

 Baru 10% lahan konsesi terpakai

 

Saat ini perseroan memiliki empat wilayah konsesi seluas 16.000 ha yang berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur yang dikelola oleh empat anak usaha yaitu:

– PT Energy Amzal Bersama (EAB)

– PT Pratama Buana Sentosa (PBS)

– PT Pratama Bersama (PB)

– PT Bangun Olahsarana Sukses (BOS)

Pada tahun 2016, perseroan berhasil menjual batubara sekitar 500.000 ton padahal lahan yang dikelola perusahaan baru mencapai 1.600 ha atau 10%-nya saja. Dengan perolehan dana IPO sebesar 160 miliar dikurangi utang bank Victoria sebesar 50 miliar maka perseroan bisa dengan leluasa menggenjot produksinya di tahun ini.

Berafiliasi dengan FORZ

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan saat ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Freddy Setiawan

Komisaris : Johannes Halim

Komisaris Independen : Supandi Widi S.

Dewan Direksi

Direktur Utama : Freddy Tedjasasmita

Direktur : Widodo Nurly S.

Direktur Independen : Reza Pranata

Ada yang menarik di sini, Komisaris Utama BOSS yaitu Freddy Setiawan diketahui merupakan Direktur Utama dari PT Forzaland Indonesia Tbk (FORZ) yang baru saja melantai ke bursa pada 28 April 2017 lalu.

Melihat gerak BOSS hari ini boleh dikatakan mirip dengan FORZ yang di hari pertamanya melesat 50% dari Rp220 menjadi Rp330. Bahkan tidak sampai setengah bulan setelah melantai, harga saham FORZ melesat hingga 280% di level 760 dan saat ini stabil di kisaran tersebut.

Prospek BOSS ke depan

Pada kuartal ketiga 2017, perseroan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 20,8 miliar setelah di periode sebelumnya Q3 2016 mengalami rugi 17 miliar. Penjualan perusahaan diketahui meningkat 131% menjadi Rp 120,6 miliar seiring dengan harga batubara yang melambung.

Dengan melihat beberapa faktor seperti harga batubara yang masih stabil di harga atas, konsesi lahan yang baru dipakai 10% serta perolehan dana IPO yang mencapai 160 miliar, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 15% pada tahun 2018 dan laba bersih sebesar Rp 30 miliar, sehingga di harga saat ini (Rp 600), Book Value perusaaan di kisaran Rp 217/lembar dan PBV 2,7.

Nilai PBV tersebut masih cukup rendah apabila dibandingkan dengan perusahaan sejenis di subsector coal mining yang mencapai PBV 6,21 sehingga potensi untuk bergerak ke atas masih cukup lebar.

 

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed di rentang 6572 – 6599 dan ditutup naik 0,25% ke level 6594,40. Delapan dari sepuluh sektor yang terdaftar di bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar pada sektor industri dasar dan aneka industri yang naik 1,25% dan 1,13%. Adapun dua sektor yang melemah yaitu finance dan trade yang turun -0,20% dan -0,01%. Sektor finance melemah karena asing kembali melakukan outflow di saham perbankan dimana BBCA dan BBRI menjadi top net sell dengan jumlah yang cukup besar.

Asing net sell 516,23 miliar

Saham perbankan dan TLKM kembali menghiasi daftar top net sell asing hari ini. Padahal kemarin saham – saham ini mencatatkan inflow yang cukup besar. BBCA dan BBRI di daftar teratas dengan penjualan bersih sebesar -235 miliar dan -99 miliar kemudian disusul TLKM (-97 miliar), (-47 miliar) dan BBNI (-38 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah MNCN (108 miliar), BBTN (23 miliar), SMGR (23 miliar) dan INDY (16 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung menguat

Pergerakan bursa Asia hari ini cukup beragam namun cenderung menguat dimana indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau naik 0,8% karena pergerakan saham – saham di China dan Korea. Katalis indeks berasal dari sentimen positif pergerakan bursa Wall Street namun diimbangi oleh rilis data – data ekonomi domestik yang sebagian dinilai mengecewakan.

Dari Jepang misalnya, rilis data GDP Q4 2017 menunjukkan pertumbuhan hanya sebesar 0,5% di bawah prediksi para analis di kisaran 1%  dan turun jauh dibanding kuartal sebelumnya di angka 2,2%. Hasilnya indeks Nikkei 225 Jepang berakhir melemah 0,48%. Selain Jepang, bursa Singapura juga ditutup turun 0,18% yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking setelah kenaikan di pagi hari tadi.

Sementara itu, bursa China dan Hong Kong masih melanjutkan kenaikanya kemarin setelah penyaluran pinjaman perbankan mencapai rekor baru di Januari dan diharapkan akan mampu menjadi katalis bagi perekonomian. Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serentak menguat masing – masing 0,45% dan 2,32%.


Image source: financialtribune.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mantap berada di zona hijau dengan rentang perdagangan antara 6544 – 6595 dan ditutup naik 0,84% di leve; 6578,18. Semua sektor yang terdaftar di bursa menghijau dengan sektor mining menjadi pendorong utama seiring dengan melemahnya mata uang dolar yang membuat harga komoditas minyak, batubara dan logam industri bergerak bullish. Selain mining, sektor infrastructure dan finance naik 1,39% dan 1,14% setelah asing kembali mencatatkan net buy di saham TLKM dan emiten – emiten perbankan.

Net sell asing tidak terlalu besar

Outflow asing dari bursa hingga penutupan tidak sebesar hari – hari sebelumnya dimana hanya mencapai nominal -221 miliar di keseluruhan pasar jauh dari rata – rata outflow harian asing bulan ini di kisaran -875 miliar. ASII menjadi saham yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -132 miliar, disusul oleh HMSP (-97 miliar), UNVR (-61 miliar) dan UNTR (-58 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy asing hari ini di antaranya adalah BBCA (99 miliar), TLKM (94 miliar), BBRI (58 miliar) dan ADRO (33 miliar).

Bursa Asia menghijau

Membaiknya kondisi bursa global yang ditandai rebound di bursa saham Eropa dan Amerika menjadi katalis positif bagi sejumlah indeks di regional Asia. Selain itu rebound harga komoditas seperti minyak, batubara dan logam industri turut membuat pasar menjadi bergairah. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau naik 1,2%.

Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong kong memimpin penguatan pasar dengan kenaikan sebesar 0,98% dan 1,22% setelah rilis data pertumbuhan pinjaman China secara di luar dugaan melebihi ekspektasi pasar yang mengindikasikan bahwa kondisi bisnis mulai pulih pasca pengetatan kebijakan kredit di China. Selain dua indeks tersebut, indeks Kospi Korea dan ASX 200 Australia masing – masing ditutup naik 0,41% dan 0,60%.

Hal berbeda terjadi di bursa Jepang dimana indeks Nikkei yang sempat melaju hingga 1,1% terpaksa harus ditutup di zona merah setelah mata uang yen terus terapresiasi hingga 0,54% terhadap dolar Amerika. Hal ini selain membuat emiten berorientasi ekspor merugi, juga menimbulkan kekhawatiran berlanjutnya pergolakan market mengingat mata uang yen dikenal sebagai salah satu aset safe haven yang diburu ketika terjadi kejatuhan di bursa saham.


Image source: www.pinnacledigest.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona positif dengan rentang pergerakan antara 6498 – 6531 dan ditutup naik 0,28% ke level 6523,45. Sektor Agri menguat 1,73% karena kenaikan saham – saham emiten CPO yang disebabkan proyeksi merosotnya produksi sawit pada bulan Januari – Maret. Kemudian sektor mining menyusul dengan kenaikan sebesar 1,69% setelah minyak mentah terpantau bergerak naik seiring dengan memanasnya kondisi di Timur Tengah pasca gelombang serangan yang diluncurkan Israel ke situs-situs utama Iran di Suriah. Serangan ini dilakukan menyusul tertangkapnya pesawat tak berawak Iran yang telah menyusup ke wilayah udara Israel, dan ditembak jatuhnya jet israel saat kembali dari Suriah pada hari Sabtu.

Asing lanjutkan net sell

Asing masih terus melanjutkan outflownya dari bursa menyusul tingginya volatilitas di pasar saham global. Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika yang kemungkinan besar akan dirilis pada hari Rabu. Hingga penutupan pasar net sell asing dari bursa mencapai 583,2 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan bersih terbesar pada saham BMRI (-122 miliar), UNTR (-80 miliar), HMSP (-75 miliar) dan ASII (-62 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah BBRI (50 miliar), PLIN (27 miliar), INDY (16 miliar) dan PTBA (15 miliar).

Bursa Asia menghijau

Mayoritas bursa Asia bergerak menghijau mengikuti rebound di bursa Wall Street. Perhatian pasar Asia tertuju pada market China dan Korea karena bursa Jepang hari ini libur untuk memperingati National Foundation Day yang digelar setiap tanggal 11 Februari setiap tahunya.

Indeks Shanghai Composite China melaju dengan penguatan 0,78% ditenagai menguatnya saham – saham kesehatan dan penerbangan. Kemudian dari Korea, indeks Kospi naik 0,91% setelah saham Samsung rebound 2,28% dan SK Hynix menguat 1,5%. Sementara itu, meski tertekan oleh data retail sales yang menunjukkan penurunan sebesar 0,4% yoy, indeks STI Singapura masih berhasil ditutup naik 0,31%.

Namun demikian, bursa Australia dan Hong Kong justru mengalami pelemahan. Indeks ASX 200 Australia melemah 0,30% sedangkan Hang Seng melorot 0,33%menyusul penurunan harga minyak dan batubara yang membebani sektor energi.


Image source: http://marketsvoice.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini dominan di zona merah terdampak pelemahan bursa Amerika dan regional Asia. Tekanan dari outflow deras asing membuat IHSG sempat terjun hingga ke level 6460, namun menjelang penutupan, rebound di sektor basic industry dan consumer membuat indeks hanya ditutup turun -0,60% ke 6505,52 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Di sektor basic industri, lonjakan saham INTP di penutupan perdagangan menyebabkan sektor ini berakhir menguat 1,83% sedangkan di sektor consumer, lonjakan harga UNVR membuat sektor consumer yang sebelumnya melemah hingga -1,53% menjadi hanya turun -0,25%.

Sektor mining tekan indeks

Dari sembilan sektor yang melemah hari ini, mining mencatatkan penurunan yang paling tajam karena terjun hingga -2,48%. Penurunan di sektor ini terkait dengan melemahnya minyak dan batubara yang masih terus berlangsung. Pelemahan minyak utamanya disebabkan oleh tingkat produksi Amerika yang mencapai 10,25 juta bph yang mana sudah mengungguli tingkat produksi Arab Saudi. Kemudian untuk batubara, penurunan terjadi karena meningkatnya pasokan dari Australia dan Indonesia. Ekspor batubara Australia selama 2017 dilaporkan melonjak 35% dibanding tahun 2016 sedangkan pengiriman batubara dari Indonesia diketahui naik hingga 32,2% di sepanjang tahun 2017.

 Asing net sell jumbo

Kepanikan yang terjadi di bursa global membuat asing cenderung mengamankan dananya dan memindahkan ke aset – aset safe haven seperti emas. Hingga penutupan sore ini, outflow asing dari bursa tercatat mencapai 1,75 triliun di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham BMRI (-643 miliar), ASII (-335 miliar), TLKM (-143 miliar), BBCA (-137 miliar) dan UNTR (-115 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah AKRA (12 miliar), WSKT (12 miliar), INKP (11 miliar) dan INCO (9,4 miliar).

Bursa Asia Terkapar

Imbas anjloknya bursa Amerika menjalar ke berbagai belahan dunia termasuk regional Asia. Sejumlah indeks utama bursa Asia merosot cukup dalam dengan kedua indeks dari China dan Hong Kong jatuh cukup telak karena turut dibebani rilis data ekonomi yang mengecewakan pasar. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang melemah di kisaran -2,2%.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 mampu sedikit rebound dan ditutup melemah -2,27% setelah sempat terjun hingga di atas -3%. Penurunan bursa Jepang dikarenakan berbagai laporan analis yang menyebutkan koreksi akan terus berlanjut hingga akhir Februari – Maret. Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi ditutup turun -1,82% tertekan oleh melemahnya mata uang won sebesar 0,39% dan anjloknya saham – saham industri kimia, farmasi dan juga perbankan.

Bursa China dan Hong Kong menderita penurunan paling dalam dimana indeks Shanghai Composite dan Hang Seng ambles -4,05% dan – 3,33%. Bursa China masih belum bisa keluar dari trend pelemahan setelah rentetan data ekonomi seperti trade balance dan cadangan devisa mengecewakan pasar, kini data Consumer Price Index (CPI) juga menunjukkan pelemahan dari sebelumnya 1,8% menjadi 1,5% karena penurunan harga di sektor pangan yang justru terjadi mendekati perayaan tahun baru China (imlek).


Image source: http://moneter.co.id

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang perdagangan di 6519 – 6549 dan ditutup menguat tipis 0,15% di level 6544,63. Transaksi cenderung sepi dengan nilai transaksi total hanya sebesar 7,64 triliun, jauh di bawah rata – rata harian bulan ini di angka 9,21 triliun. Enam sektor bergerak naik dengan pendorong terbesar dari sektor konstruksi dengan penguatan +1,01% kemudian agri (+0,67%), infrastructure (+0,61%) dan finance (+0,51%). Adapun empat sektor yang melemah adalah aneka industri (-0,72%), consumer goods (-0,49%), manufacture (-0,40%) dan mining (-0,09%).

Net sell asing masih besar

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa tercatat mencapai -765,03 miliar di keseluruhan pasar yang masih didominasi oleh sektor perbankan. BBRI dan BBNI menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -181 miliar dan -96 miliar, kemudian disusul oleh ASII (-94 miliar), UNVR (-90 miliar) dan HMSP (-87 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah INDY (23 miliar), DOID (23 miliar), ICBP (21 miliar), dan MAPI (19 miliar).

Bursa Asia bergerak beragam

Sejumlah indeks regional Asia yang dibuka positif tadi pagi berhasil mempertahankan penguatanya sampai penutupan market. Sedangkan bursa China masih lesu terdampak rilis data ekonomi yang mengecewakan. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencatatkan kenaikan 0,3%.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 1,13% terdampak kenaikan sektor otomotif dan elektronik yang menguat tajam karena melemahnya mata uang yen terhadap dollar sebesar 0,3% ke level 109,64 yen per dollar. Kemudian dari Korea, indeks Kospi berhasil mengakhiri reli pelemahan selama empat hari beruntun dengan kenaikan sebesar 0,46%. Adapun indeks Hang Seng, Hong Kong berhasil ditutup naik 0,50% setelah data cadangan devisa menunjukkan peningkatan dari sebelumnya 431 miliar dollar menjadi 441 miliar.

Sementara itu dari China, indeks Shanghai Composite berakhir turun tajam 1,43% menyusul serangkaian data ekonomi yang tidak memuaskan. Data cadangan devisa masih di bawah ekpektasi pasar meski meningkat tipis dari 3,14 triliun dollar menjadi 3,16 triliun, kemudian data neraca perdagangan China mengalami penurunan surplus yang hebat dari sebelumnya surplus 54,69 miliar dollar menjadi hanya 20,34 miliar dollar akibat melonjaknya impor.


Image source: www.equipmentworld.com

0

Market Updates

IHSG berhasil mempertahankan penguatanya tadi pagi meskipun tekanan jual asing masih cukup besar dan kondisi bursa regional Asia yang berbalik melemah. Diperdagangkan di rentang 6512 – 6534, IHSG ditutup naik 0,87% dan bertengger di level 6534,87. Semua sektor bergerak bullish dengan pendorong utama di sektor consumer goods yang melonjak 1,32%. Sektor ini memang dikenal berisi saham – saham defensif yang sering dijadikan pegangan ketika volatilitas market cukup besar. Selain consumer, sektor trade dan construction turut menopang indeks dengan kenaikan di atas 1%.

Net sell asing masih di perbankan

Arus dana asing yang keluar dari bursa masih didominasi oleh perbankan setelah hampir semua saham blue chip di sektor ini sudah merilis laporan keuanganya. Selain itu investor juga mengantisipasi kenaikan suku bunga AS yang bisa berdampak langsung ke sektor bank. Secara keseluruhan outflow dana asing hingga penutupan hari ini mencapai 469,04 miliar di keseluruhan pasar.

BBCA dan BBRI menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih senilai -359 miliar dan -114 miliar, disusul kemudian ASII (-89 miliar), BMRI (-76 miliar) dan UNTR (-51 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah BBNI (59 miliar), INDY (42 miliar), INDF (37 miliar) dan ADRO (32 miliar).

Bursa regional Asia balik badan

Rebound besar bursa Asia yang terjadi tadi pagi tidak mampu dipertahankan hingga akhir perdagangan karena diikuti aksi jual masif dari para pelaku pasar. Investor masih cukup yakin koreksi akan terus berlanjut hingga bulan Maret karena kenaikan tinggi yang terjadi di awal tahun. Selain itu pelemahan mata uang dolar membuat sejumlah mata uang domestik mencatatkan penguatan dan menimbulkan koreksi di saham – saham berbasis ekspor.

Kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok yuan, menguat 190 basis poin menjadi 6,2882 terhadap dolar AS sedangkan nilai mata uang yen terapresiasi 0,56% ke level 108,95 yen per dollar Amerika. Hasilnya indeks Shanghai Composite terjerembab -1,81% setelah tadi pagi naik hingga +1,04% dan Hang Seng, Hong Kong melemah -1,09%. Adapun indeks Nikkei 225 Jepang, meski mengalami tekanan masih mampu ditutup naik tipis +0,15% setelah pagi tadi melompat tajam+3,30%.

Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi turut berbalik turun dan ditutup minus 1,54% tertekan oleh pelemahan saham perbankan dan industri kimia. Anjloknya indeks Kospi dipengaruhi oleh aksi jual investor lokal yang mencapai 529 miliar won hari ini, berbanding terbalik dengan kemarin dimana investor domestik mencatatkan beli bersih senilai 108 miliar won.


Image source: http://agrodaily.com

0

Market Updates

Aksi jual yang deras sejak pembukaan pasar membuat IHSG harus ditutup turun cukup dalam hingga -1,69% ke level 6478,54 setelah diperdagangkan di rentang 6426 – 6519. Anjloknya indeks dipicu oleh merosotnya bursa Amerika dan regional Asia hari ini, bahkan untuk indeks Dow Jones, penurunan ini merupakan yang terburuk sejak tahun 2011 karena kecemasan investor akan kenaikan yield obligasi membuat bank sentral AS akan mempercepat penaikan suku bunga acuan. Selain itu inflasi AS yang diperkirakan akan naik pasca bertumbuhnya jumlah tenaga kerja Jumat lalu turut menjadi sentimen negatif bagi pasar.

IHSG terbebani sektor basic industry dan agri

Semua sektor yang menyokong bursa ditutup di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor basic industry sebesar -3,16% karena tertekan penurunan saham – saham semen . Berikutnya sektor Agri menyumbang dengan penurunan tajam sebesar 2,86% karena anjloknya harga CPO tertekan oleh penguatan mata uang ringgit. Selain kedua sektor tersebut, construction, trade dan mining juga ambles di atas 2%.

Asing net sell 1,7 triliun

Net sell asing semakin deras keluar bursa dimana hingga penutupan sore hari ini mencapai 1,75 triliun yang didominasi oleh penjualan bersih di saham perbankan berkapitalisasi terbesar yaitu BBRI (-547 miliar) dan BBCA (-268 miliar). Kemudian di urutan berikutnya adalah UNVR (-263 miliar), TLKM (-151 miliar) dan UNTR (-109 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah ADRO (46 miliar), WSKT (18 miliar), ITMG (15 miliar) dan ANTM (14 miliar).

Bursa Asia jatuh lebih parah dari Indonesia

Merespon ambruknya bursa Wall Street tadi malam, bursa regional Asia ditutup turun tajam dengan mayoritas pelemahan di atas 2%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia – Pacific di luar Jepang ambrol -3,37% atau -25,01 point ke level 716,42. Pesimisme investor berkembang pesat di market setelah sejumlah analis menyatakan aksi jual akan berlangsung hingga bulan Maret.

Indeks Hang Seng, Hong Kong menderita penurunan paling tajam sebesar -5,12% sedangkan Shanghai Composite, China ambles-3,35% karena tekanan dari saham – saham Start up yang melemah hingga -5,3%. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 menyusul dengan penurunan sebesar -4,73% tertekan oleh penurunan saham – saham elektronik, otomotif dan industri kimia.

Kemudian dari Australia, indeks ASX 200 ditutup turun -3,20% setelah aksi jual di market diperparah oleh rilis data neraca perdagangan yang menunjukkan defisit sebesar 1,36 miliar dolar Australia, padahal di bulan sebelumnya mencatatkan surplus hingga 250 juta. Berikutnya, indeks Kospi Korea berakhir melemah 1,54% sejalan dengan mata uang won yang tergelincir 0,22% ke level 1.090,97 won per dolar AS.


Image source: http://si.wsj.net

0

Market Updates

Sentimen negatif dari pergerakan bursa global menyusul anjloknya indeks Wall Street turut membawa bursa regional Asia termasuk IHSG ke zona merah. Sempat melemah hingga ke level 6522, IHSG berhasil sedikit membaik dan ditutup di level 6589,68 (-0,59%) setelah rilis data pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2017 menunjukkan angka yang lebih dari perkiraan yaitu di angka 5,19% sedangkan perkiraan para ekonom sebelumnya di kisaran 5,12%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I,II dan III 2017 hanya di angka 5,01%, %,01% dan 5,06%.

Semua sektor melemah

Penekan terbesar berasal dari sektor aneka industri dan basic industri yang anjlok -1,87% dan -1,84%. Disusul oleh construction (-1,46%) dan infrastructur (-0,78%), bahkan sektor mining yang sempat menopang laju indeks berakhir dengan pelemahan 0,14%.

Asing kembali net sell besar

Penurunan indeks turut ditekan oleh outflow asing dari bursa yang sampe penutupan sore ini telah mencapai 657,09 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA menjadi yang paling banyak dijual dengan net sell sebesar -128 miliar, disusul oleh ASII (-99 miliar), BBNI (-81 miliar) dan HMSP (-59 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah INKP (21 miliar), PTBA (17 miliar), ADRO (16 miliar) dan EXCL (14 miliar).

Bursa Asia terjun

Pergerakan bursa Asia sore ini bergerak memerah mengikuti pergerakan sejumlah indeks Wall Street yang rontok karena kekhawatiran investor akan kenaikan suku bunga Amerika yang lebih cepat dari perkiraan. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia – Pasific di luar Jepang anjlok 1,7% yang merupakan penurunan terbesar sejak akhir 2016.

Indeks Nikkei 225 Jepang merosot hingga 2,53% karena tertekan pelemahan saham – saham elektronik dan teknologi. Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi Korea ikut melemah tajam 1,33% setelah mata uang won drop hingga 0,8% terhadap dollar Amerika. Sementara itu dari Hong Kong, indeks Hang Seng ikut turun tajam 1,09%. Meski demikian, indeks Shanghai Composite masih mampu mencatatkan kenaikan sebesar 0,73% setelah data Caixin Services PMI menunjukkan kenaikan sebesar  1,4% dari bulan sebelumnya.


Image source: ctiaustralia.edu.au

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona positif ditopang oleh sentimen dari market global dan harga komoditas minyak, logam industri serta CPO. Kemudian dari dalam negeri, data inflasi Januari yang lebih rendah dari perkiraan (0,62% vs 0,68%) dan data kunjungan turis ke Indonesia yang naik 22% selama tahun 2017 mampu mendorong laju indeks ke atas dan menyentuh level tertinggi hari ini di 6658,88. Namun demikian, net sell asing yang mendadak deras menjelang akhir sesi perdagangan membuat IHSG tertekan dan akhirnya ditutup melemah 0,11% di 6598,46.

Asing kembali net sell hampir 1 T

Net sell jumbo asing terus berlanjut di hari ketiga dimana sore ini outflow asing dari bursa mencapai -907 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA yang sering menjadi top net buy berbalik mencatatkan net sell terbesar mencapai -231 miliar disusul oleh BBRI (-165 miliar), TLKM (-117 miliar) dan HMSP (-114 miliar). Adapun saham – saham yang masih mencatatkan net buy di antaranya adalah BMRI (46 miliar), ADRO (25 miliar), PTBA (22 miliar) dan CPIN (14 miliar).

Bursa Asia mixed

Pergerakan bursa Asia hari ini cukup beragam dipengaruhi pergerakan bursa Amerika yang positif setelah The Federal Reserve mengisyaratkan akan tetap mendorong penaikan suku bunga acuannya kembali pada Maret 2018. Namun anjloknya harga komoditas batubara memberi tekanan bagi saham – saham energi sehingga membuat bursa bergerak mixed. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasfic di luar Jepang melemah hingga 0,3%.

Indeks Shanghai Composite, China dan Hang Seng, Hong Kong ditutup melemah 0,97% dan 0,62% terdampak aksi profit taking saham – saham berkapitalisasi kecil dan menengah yang tidak berfundamental bagus. Selain itu, menjelang perayaan tahun baru Imlek membuat investor China membutuhkan lebih banyak cash sehingga mendorong aksi jual di pasar modal.

Kontras dengan dua indeks di atas, Nikkei 225 Jepang justru mencatatkan penguatan tajam hingga 1,60% setelah mata uang yen melemah terhadap Dollar Amerika dan Euro. Kemudian, indeks Kospi Korea hanya berhasil naik tipis 0,08% karena tertekan oleh data – data ekonomi yang kurang bagus seperti realisasi ekspor yang di bawah perkiraan sehingga menurunkan surplus neraca perdagangan dari 5,54 miliar dolar menjadi hanya 3,70 miliar dolar.Pagi tadi indeks, Kospi sempat melonjak hingga 0,7%.


Image sorce: beprepared.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 10NO NEW POSTS