The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Market Updates

Pergerakan indeks di pembukaan bulan Desember ini cukup positif dengan selalu berada di zona hijau sejak pembukaan tadi pagi di rentang 5994 – 6031 dan ditutup naik 46,06 point ke level 5998,20 atau menguat sebanyak 0,77%. Sektor consumer menjadi bintang dengan lonjakan sebesar 2,38% karena penguatan tajam saham GGRM dan HMSP masing – masing sebesar 3,43% dan 5,37%. Selain consumer , sektor finance, manufacture dan aneka industri juga menguat di atas satu persen.

Asing net sell besar

Sampai penutupan market, outflow asing dari bursa mencapai nominal yang cukup besar senilai 845,32 miliar yang didominasi penjualan bersih di saham BBCA (-166 miliar), BMRI (-160 miliar), ASII (-144 miliar) dan UNTR (-143 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy di antaranya adalah BBTN (65 miliar), VICO (49 miliar), dan KLBF (28 miliar)

Mayoritas bursa Asia memerah

Sebagian besar bursa Asia bergerak memerah mengikuti pergerakan indeks Wall Street pada penutupan perdagangan pekan lalu. Selain itu investor juga mengamati apakah latihan gabungan AS-Korsel terbesar yang digelar mulai hari ini hingga Jumat (8/12) nanti memiliki dampak lebih lanjut setelah Korea Utara menyebut latihan itu sebagai sebuah tindakan provokasi. Latihan gabungan bernama ‘Vigilant Ace’ ini melibatkan lebih dari 230 pesawat, dan sekitar 12 ribu tentara AS, termasuk dari Korps Marinir dan Angkatan Laut AS.

Sebagai hasilnya, indeks Nikkei Jepang merosot 0,42% disusul oleh Shanghai Composite China yang melemah 0,24%. Indeks STI Singapura dan ASX 200 Australia juga turut ditutup turun masing – masing 0,31% dan 0,07%.

Meski demikian, indeks Kospi Korea Selatan justru mengakhiri rally penurunan selama tiga hari terakhir dengan kenaikan sebesar 1,06% seiring dengan rebound saham Samsung dan saham – saham sektor teknologi lainya.


Image soure: gudanggaramtbk.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini sebelum sesi pre closing mayoritas berada di zona merah dengan rentang antara 6025 – 6058. Namun penjualan serempak di saham – saham Blue Chip pada sesi penutupan membuat indeks terpaksa anjlok hingga ke level 5952,14 atau turun 109,23 poin (1,80%) yang sekaligus menjadi level terendahnya hari ini. Secara total outflow asing dari bursa mencapai 1,55 triliun didominasi penjualan besar di saham BBCA (-392 miliar), UNVR (-201 miliar), SMRA (-174 miliar), BBRI (-159 miliar) dan TLKM (-158 miliar).

Hanya dua sektor yang menguat

Dari sepuluh sektor yang menopang bursa hanya dua yang bergerak menguat yaitu sektor agri yang naik 0,38% karena reboundnya harga CPO akibat terganggunya distribusi akibat cuaca buruk dan sektor mining yang naik tipis 0,04% seiring menguatnya harga batubara. Delapan sektor lain bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor aneka industri (-3,53%) setelah saham ASII roboh hingga -4,49%. Disusul oleh sektor consumer goods yang anjlok -3,19% dan manufacture (-3,01%).

Penurunan saham teknologi hancurkan bursa Asia

Pergerakan bursa Asia hari ini hampir semuanya bergerak di zona merah mengikuti pergerakan bursa Wall Street dimana investor berbondong – bondong melakukan aksi profit taking di saham teknologi.

Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hangseng masing – masing anjlok sebesar 0,62% dan 1,21%. Disusul oleh Taiwan Weighted yang merosot hingga  1,43%. Adapun indeks Kospi Korea menjadi yang paling parah dengan penurunan sebesar 1,45% seiring ambruknya saham Samsung Electronic sebesar 3,42%.

Meski demikian, kejatuhan saham – saham teknologi justru menjadi berkah bagi bursa Jepang karena berpindahnya dana investor ke saham – saham finansial yang berkapitalisasi besar mampu mendorong penguatan indeks. Sebagai hasilnya, Nikkei 225 ditutup naik 0,57%.


Image source: www.enr.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini lebih banyak berkutat di zona merah dan ditutup turun tipis 0,15% ke level 6061,37 meskipun sempat menguat tipis hingga 6073. Sektor mining menjadi penopang indeks bersama basic industry dengan penguatan masing – masing sebesar 1,64% dan 1,38%. Selain kedua indeks tersebut, construction dan trade juga turut menguat namun tipis. Enam sektor lainya bergerak negatif dengan penekan terbesar dari sektor consumer goods (-0,74%) dan finance (-0,70%).

Asing net sell besar baik di pasar reguler maupun nego

Hari ini asing mencatatkan outflow sangat besar senilai 7,06 triliun dengan rincian sebesar 1,0 triliun di pasar reguler dan 6,05 triliun di pasar nego yang didominasi oleh penjualan TOWR sebesar -6,51 triliun. Sedangkan di pasar reguler saham yang menjadi top net sell adalah BMRI (-340 miliar), BBCA (-215 miliar), TLKM (-116 miliar) dan BBRI (-114 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy adalah BBTN (37 miliar), UNTR (36 miliar), dan ICBP (19 miliar).

Bursa Asia rebound abaikan uji coba rudal Korut

Siang tadi sejumlah indeks di bursa regional Asia sempat bergerak melemah merespon uji coba rudal jarak jauh Korea yang ketiga. Menurut perhitungan Pentagon, misil yang diluncurkan Korea Utara ini terbang sejauh 1.000 kilometer sebelum jatuh di zona ekonomi eksklusif perairan Jepang. Namun menjelang pertengahan perdagangan indeks perlahan rebound dan mayoritas sore ini ditutup menguat.

Indeks Kospi Korea selatan ditutup turun tipis 0,05% setelah sebelumnya sempat melemah hingga 0,12%. Kemudian dari daratan China, indeks Shanghai Composite naik 0,13% namun Hang Seng Hong Kong melanjutkan pelemahan di hari ketiganya dengan penurunan 0,22% karena kekhawatiran akan tersendatnya aliran dana dari China pasca pengetatan regulasi keuangan di negeri panda tersebut.

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang juga mengahiri bearish selama dua hari berturut setelah sore ini ditutup menguat 0,49% sedikit turun dari pembukaan tadi pagi sebesar 0,57% karena naiknya nilai tukar mata uang yen terhadap dollar sebesar 0,02%.


Image source: assets.kpmg.com

0

Market Updates

Meski sempat anjlok hingga 0,82% ke level 6015 pada akhir sesi pertama, IHSG perlahan – lahan menguat seiring rebound pada sektor consumer dan ditutup naik 0,10% ke 6070,72 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Dari sepuluh sektor terdaftar, hanya tiga yang bergerak menguat namun dengan bobot nilai transaksi yang besar yaitu counsumer (+1,42%), finance (+0,69%) dan manufacture (+0,47%). Adapun sektor yang menekan indeks di antaranya miscellaneous industry (-1,36%), mining (-1,11%), dan infrastructure (-0,96%).

Asing kembali catatkan inflow besar di saham KPIG

Secara keseluruhan, asing hari ini mencatatkan net buy sebesar 107,30 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh pembelian di saham KPIG yang mencapai nominal 529,38 miliar di pasar negoisasi. Adapun di pasar reguler, asing justru membukukan outflow sebesar 218,95 miliar yang didominasi oleh net sell di saham BBCA (-88 miliar), TLKM (-80 miliar), dan WIKA (-37 miliar). Sedangkan saham – saham yang menjadi top net buy adalah BBRI (93 miliar), BMRI (38 miliar), BBTN (36 miliar) dan BBNI (32 miliar).

Bursa Asia tertekan kondisi China

Bursa saham regional Asia sore ini mayoritas bergerak turun terpengaruh oleh pelemahan bursa China  akibat kenaikan imbal hasil obligasi setelah pemerintah melakukan tindakan keras terhadap shadow banking dan bentuk pembiayaan lainnya yang berisiko.

Meski demikian, saat penutupan indeks Shanghai Composite justru mencatatkan teknikal rebound sebesar 0,34% setelah pagi tadi melemah cukup dalam hingga -0,65%. Selain Shanghai Composite, indeks Kospi Korea Selatan juga turut naik 0,25% seiring rebound saham Samsung dimana sesi sebelumnya turun cukup dalam hingga -5,4%.

Selain kedua indeks di atas hampir semua ditutup memerah. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah tipis 0,04% disusul oleh Hang Seng Hong Kong dan Taiwan Weighted yang masing – masing turun 0,14% dan 0,41%. Adapun ASX 200 Australia ditutup turun tipis 0,08%.

 

Image source: wallpaperscraft.com

0

Market Updates

Mayoritas melemah di sesi perdagangan pertama dan kedua, IHSG berhasil ditutup menguat mengikuti rebound bursa regional Asia yang tadi pagi juga bergerak di teritori negatif. Rentang pergerakan indeks ada di kisaran 6035,25 – 6069,85 dan ditutup menguat tipis 0,06% ke level 6067,14. Lima dari sepuluh sektor di bursa bergerak menguat dengan pendorong terbesar pada sektor aneka industry (+0,86%), infrastructure (+0,46%) dan consumer (+0,44%). Sedangkan penekan indeks berasal dari sektor agri (-0,43%) menyusul lesunya harga CPO.

Asing lagi – lagi net buy besar di KPIG dan BHIT

Seperti halnya kemarin, net buy asing hari ini terpantau cukup besar hingga 676,28 miliar di keseluruhan pasar didominasi oleh pembelian bersih di pasar nego pada saham KPIG (574 miliar) dan BHIT (241 miliar). Adapun di pasar reguler, asing masih melanjutkan outflownya sebesar 179,44 miliar dengan top net sell pada saham BBCA (-119 miliar), UNTR (-49 miliar), JSMR (-46 miliar) dan ADHI (-45 miliar)

Bursa Asia rebound

Pagi tadi hampir semua indeks regional Asia bergerak melemah merespon sentimen negatif dari China terkait hutang obligasi dan hutang rumah tangga yang akan jatuh tempo di 2018. Namun market perlahan – lahan membaik menyusul berita dari China yang menyebutkan akan mengurangi pajak impor untuk berbagai barang konsumsi sehingga diharapkan  mengurangi beban hutang lebih lanjut.

Indeks Nikkei 225 menguat 0,12% setelah sempat anjlok hingga 0,63%. Kospi Korea juga ditutup naik 0,28% setelah sebelumnya melemah 0,11%. Adapun Hang Seng dan Shanghai Composite masing – masing naik sebesar 0,53% dan 0,06%.

 

Image source: qzprod.files.wordpress.com
0

Market Updates

IHSG hari ini bergerak cukup mixed dengan penguatan besar di awal perdagangan hingga ke level 6090. Namun indeks perlahan turun sejalan dengan melemahnya bursa Asia terutama dari negeri Tirai Bambu yang anjlok cukup dalam setelah pemerintah China memperingatkan akan bahaya tekanan hutang korporasi dan  rumah tangga yang membengkak serta banyaknya obligasi yang jatuh tempo di 2018. Hasilnya IHSG pun harus ditutup turun tipis 0,11% di level 6063,24.

Sektor mining penekan indeks

Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, setengah di antaranya bergerakturun dengan penekan terberat pada sektor mining yang terpuruk 1,03% menyusul melemahnya harga batubara. Selain mining, sektor finance dan consumer juga turut melemah sebesar 0,40% dan 0,27%. Adapun yang menopang pergerakan IHSG hari ini adalah sektor trade &serivce yang menguat 0,51% serta infrastructur yang naik 0,47%.

Asing net buy 775 miliar

Setelah kemarin mencatatkan net buy hingga 1 triliun, hari ini asing kembali mencatatkan inflow sebesar 775,30 miliar di keseluruhan pasar yang didominasi oleh transaksi saham KPIG (558 miliar) dan BHIT (283 miliar) yang terjadi di pasar nego. Sedangkan di pasar reguler yang berpengaruh langsung terhadap harga saham, asing justru mencetak net sell sebesar 109,85 miliar dengan penjualan terbesar pada saham BBCA (-147 miliar), ADHI (-33 miliar) dan PGAS (-31 miliar).

Bursa Asia bergerak datar cenderung melemah

Bursa saham regonal Asia  hari ini bergerak datar dengan kecenderungan turun tipis karena tidak adanya data ekonomi yang rilis di kawasan Asia membuat pasar cenderung sepi dan volume transaksi yang tidak begitu besar. Namun kondisi tersebut tertopang oleh emiten – emiten di sektor energi dan sumber daya karena menguatnya harga minyak.

Indeks Kospi Korea turun tipis 0,11% disusul oleh ASX 200 Australia yang minus tipis 0,0003% dan STI Singapura yang tergelincir 0,28%. Meski demikian, bursa negeri tirai Bambu mengalami penurunan yang cukup parah dimana indeks Shanghai Composite turun 2,29% dan Hang Seng Hong Kong anjlok 0,77%.

Melemahnya bursa China disebabkan oleh imbal hasil pada surat utang negara dan obligasi korporasi mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir seiring berlangsungnya kampanye deleveraging. Dengan lebih dari US$1 triliun obligasi jatuh tempo pada 2018 hingga 2019, perusahaan di China akan semakin  sulit untuk mendapatkan pembiayaan.


Image source: s-i.huffpost.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini sejalan dengan bursa Asia pasifik yang menghijau. Digerakkan saham ASII, BBRI, BBNI dan  sektor pertambangan IHSG melaju kencang dan ditutup naik 0,63% ke level 6069,78. Dari sepuluh sektor yang terdaftar di BEI hanya Consumer Goods dan Agriculture yang masing – masing melemah sebesar 0,78% dan 0,05%. Delapan sektor lainya menguat, dengan pendorong terbesar pada sektor aneka industry (+3,27%), mining (+1,60%) dan finance (+1,13%).

Asing NET BUY 1,13 triliun

Kenaikan indeks hari ini juga turut ditopang dana asing yang membanjiri bursa efek hingga 1,13 triliun yang didominasi oleh pembelian bersih di saham KPIG melalui pasar nego sebesar 563 miliar. Adapun di pasar reguler net buy asing terbesar ada di saham perbankan yaitu BBRI (346 miliar), BBNI (186 miliar) dan BMRI (186 miliar). Sedangkan saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah JRPT (-264 miliar), TLKM (-27 miliar), LPKR (-23 miliar) dan HMSP (-18 miliar).

Indeks MSCI Asia Pacific cetak rekor

Pergerakan bursa Asia mayoritas positif mengikuti bursa Amerika yang melonjak karena optimisme keberhasilan reformasi pajak dan prospek laba perusahaan yang meningkat. Pergerakan harga komoditas yang menguat juga membuat saham – saham energi dan sumberdaya menanjak cukup kuat di negara Jepang dan China.

Sebagai hasilnya, indeks Nikkei Jepang menguat 0,59% disusul oleh Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong yang naik 0,59% dan 0,79%. Indeks Kospi Korea juga turut ditutup naik 0,39%. Adapun ASX 200 Australia dan STI Singapura masing – masing menguat 0,20% dan 0,43%.

Karena serempaknya penguatan bursa asia, Indeks MSCI pun naik tajam hingga menembus rekor tertingginya yang pernah diraih pada tahun 2007 lalu. Saat ini indeks MSCI bertahan di level 171,59 atau naik 0,92% dari level penutupanya kemarin.

 

Image source: rarasgita.files.wordpress.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah meskipun pada awal pembukaan sempat melejit hingga ke level 6076,23. Aksi profit taking investor membuat indeks perlahan turun dan ditutup di level 6028,96 atau melemah sebesar 0,4%. Delapan dari sepuluh sektor bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor mining dan basic industry yang rontok di kisaran 1,2%. Adapun dua sektor yang mencatatkan penguatan adalah consumer goods (+0,05%) dan infrastructure (+0,24%).

Asing net sell besar di saham BMRI

Outflow asing sampai dengan penutupan tercatat sebesar 367,11 miliar di keseluruhan pasar, lebih kecil dari rata-rata nett sell asing harian di bulan ini yang mencapai 818 miliar per hari. BMRI menjadi top net sell asing hari ini dengan nominal sebesar 467 miliar yang disusul oleh BBRI di angka 104 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy adalah MEDC (72 miliar), BBCA (71 miliar), TLKM (33 miliar) dan BDMN (30 miliar).

Bursa utama Asia serempak menghijau

Sejumlah indeks utama Asia bergerak naik mengekor kenaikan bursa Amerika dan Eropa yang menghijau tadi malam setelah investor semakin optimis akan kesuksesan rencana reformasi pajak yang saat ini sedang dibahas di Senat.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,73%  bahkan ketika mata uang yen terpantau menguat 0,1%. Sementara itu Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik 0,53% dan 1,81%.  Adapun Kospi, Korea juga menguat tipis 0,12%.

Bursa Australia hingga penutupan juga terpantau naik 0,30% didorong saham-saham perbankan yang menanjak. Empat saham bank besar, yakni ANZ, Commonwealth Bank, Westpac, dan National Australia Bank menguat.


Image source: anglianwaterbusiness.co.uk

0

Market Updates

Seperti yang terjadi Jumat lalu, IHSG bergerak mantap di awal perdagangan hingga ke level 6098,78. Namun ketika sesi pre closing, indeks ditekan turun oleh penjualan masif di saham TLKM sehingga hanya bisa ditutup naik tipis 0,03% ke level 6053,28. Enam dari sepuluh sektor bergerak menguat dipimpin oleh basic industry (+0,82%) dan consumer goods (+0,59%) yang mengimbangi penurunan di sektor infrastructure (-1,00%) dan construction (-0,66%).

Asing net sell tipis

Hingga sore ini net sell asing cukup tipis dengan nominal 49 miliar di keseluruhan pasar. Penjualan besar terjadi di pasar nego pada saham LPCK, ESSA dan BBRI dengan total 224,93 miliar. Adapun saham – saham yang mencatatkan net buy terbesar di antaranya adalah BBRI (+136 miliar), TLKM (114 miliar) dan BBTN (40 miliar).

Bursa Asia bergerak mixed

Sejumlah indeks acuan di bursa regional Asia sore ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah mengikuti penurunan bursa saham AS pada Jumat, ketika perbedaan antara imbal hasil obligasi AS bertenor 2 dan 10 tahun mencapai level yang paling tipis dalam satu dekade terakhir. Namun di sisil lain, kenaikan harga minyak dan logam  mengerek harga saham perusahaan energi dan sumber daya.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok hingga 0,62% tertekan oleh rencana Toshiba untuk menjual saham baru dengan target dana ¥ 600 miliar atau setara US$ 5,3 miliar. Pelemahan bursa Jepang diikuti indeks Kospi Korea yang turun 0,25% karena melemahnya saham – saham farmasi.

Sementara itu dari negeri tirai bambu, Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng, Hong Kong ditutup positif dengan kenaikan sebesar 0,28% dan 0,15%. Adapun indeks STI Singapura juga terpantau menguat tipis 0,12% hingga penutupan.


image source: http://telkompkbl.com

0

Market Updates

Sempat menembus rekor baru hingga ke level 6092,35 IHSG dipaksa berakhir hanya di level 6051,73 (+0,23%) setelah dua saham rokok terbesar yaitu GGRM dan HMSP ditutup di harga terendahnya hari ini. Hal ini membuat sektor consumer menjadi penekan indeks dengan penurunan 1,17% bersama sektor manufaktur yang merosot 0,65%. Adapun penggerak utama market berasal dari sektor finance yang hari ini melonjak tajam sebesar 1,50% karena bagusnya performa saham BBRI, BMRI dan BBNI.

Asing net sell Jumbo di saham perbankan

Meskipun sektor finance menguat tajam namun hal itu tidak menyurutkan asing untuk melanjutkan outflownya. BBCA (-256 miliar), BBRI (-120 miliar) dan BMRI (-79 miliar) menjadi top net sell asing di pasar reguler. Sedangkan di pasar nego ada transaksi penjualan bersih LPCK yang mencapai -246 miliar. Secara total net sell asing di keseluruhan pasar hari ini mencapai 1,06 triliun.

Bursa Asia bergerak menguat

Bursa Asia hari ini cukup cerah menyusul sentimen positif dari Amerika terkait disetujuinya rancangan UU pemotongan Pajak oleh DPR Amerika. Indeks Hang Seng, Hong Kong ditutup naik 0,65% sedangkan ASX Australia dan STI Singapura masing – masing menguat 0,23% dan 1,09%.

Indeks Nikkei 225 Jepang juga turut naik 0,27%  namun melemah dari pembukaan tadi pagi sebesar 1,12%. Penurunan Nikkei disebabkan tekanan penguatan yen oleh melemahnya dollar pasca Tim penasihat khusus Robert Mueller menemukan banyak dokumen dengan keyword ”Rusia” dari beberapa pejabat Donald Trump.  

Namun demikian, Shanghai Composite China terpantau  turun 0,50% masih terpengaruh oleh data-data ekonomi seperti industrial output, fixed asset investment dan retail sales yang meleset dari perkiraan. Selain China, indeks Kospi Korea juga terpantau turun tipis 0,03% karena volume transaksi yang rendah.



Image source: wise-owl.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 7NEXT POSTS