The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

IHSG berhasil meneruskan trend bullishnya sepanjang pekan ini. Diperdagangkan dengan rentang antara 5908 – 5961, IHSG ditutup naik 0,61% ke level 5944,07. Tujuh dari sepuluh sektor bergerak positif dengan pendorong utama di sektor aneka industri, finance dan mining. Naiknya saham ASII membantu sektor aneka industri melambung hingga 1,40%. Sementara itu di finance, inflow asing yang besar di saham – saham perbankan mendorong sektor ini menguat hingga 1,13%. BBTN mengalami lonjakan sebesar 9,5% sedangkan BBNI dan BMRI masing – msaing naik 3,2% dan 2,3%.

Sektor mining ditopang ANTM dan INCO

Sektor mining menguat 0,87% dengan saham – saham di sektor logam industri menguat tajam. ANTM dan INCO melesat di atas 5% sedangkan TINS bergerak naik 3,6%. Di sisi lain, saham – saham minyak dan batubara justru menjadi pemberat setelah harga minyak mentah merosot siang ini karena investor mencerna dampak dari peringatan IEA akan cadangan minyak yang menipis namun diimbangi berita kembalinya suplai minyak Libya ke pasar dunia. Minyak mentah Brent, terpantau turun 35 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD74,10 per barel.

Tiga sektor melemah

Di sisi lain tiga sektor yang melemah adalah infrastructure, agri dan konstruksi. Sektor infrastructure melemah paling dalam sebesar 0,88% setelah saham TLKM jatuh sebesar 1,95% tidak mampu diimbangi oleh kenaikan saham PGAS sebesar 4,01%. Berikutnya sektor agri berbalik ditutup melemah 0,17% meskipun tadi pagi sempat menunjukkan penguatan yang mantap. Harga CPO di bursa Malaysia drop ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir ke level 2186 ringgit per ton terpengaruh penurunan demand dari China. Hal ini juga diperparah oleh menurunya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi di bursa Dalian yang tergelincir 0,7%.

Bursa Asia fokus rilis data China

Indeks – indeks utama di bursa Asia pagi ini bergerak menghijau. Fokus investor tertuju pada rilis data ekspor China pada bulan Juni yang lebih besar dari perkiraan di tengah terjadinya perang dagang dengan Amerika. Neraca dagang China mencatatkan surplus USD 41,61 miliar dengan ekspor tumbuh 12,8% dan impor naik 19,9%. Indeks Shenzhen Componen dan Hang Seng, Hong Kong naik 0,57% dan 0,08%. Adapun Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea melesat 1,85% dan 1,13%.

image source: https://hacked.com/

0

Market Updates

Indeks – indeks utama bursa Asia sore ini serentak bergerak melemah terimbas  potensi perang dagang lanjutan antara Amerika Serikat dengan China. Aksi balas – membalas ini terjadi setelah pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan dengan mengancam penambahan tarif 10 persen senilai USD200 miliar ke daftar barang impor dari China. Hal ini terjadi setelah China menetapkan tarif terhadap barang-barang Amerika yang masuk ke negaranya sebagai respon atas penambahan tarif 25 persen senilai USD34 miliar pada pekan lalu.

Pasar saham Asia-pun tertekan seiring kabar yang berkembang itu. Indeks Shanghai turun signifikan -1,76% diikuti Hang Seng, Hong Kong -1,39%. Bahkan indeks saham di luar China juga turut terimbas. Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh hingga -1,28%dan Kospi Korea -0,59% tertekan kinerja saham – saham otomotif dan eksportir. Harga saham Toyota Motor turun 0,98 persen, eksportir Advantest melemah 2,28 persen dan Canon yang turun 1,13 persen. Dari Korea, saham Hyundai Motor turun 2,43 persen sedangkan Samsung Electronics ambles 1,3 persen.

IHSG berbalik arah ke zona hijau

Terus tertekan di sepanjang sesi perdagangan, IHSG mampu berakhir di zona positif dengan penguatan sebesar 0,20% ke level 5893,36 setelah terombang – ambing di rentang 5822 – 5897. Inflow dana asing yang mengalir cukup deras di pasar reguler mampu membuat IHSG berbalik arah. Hingga penutupan, net buy asing mencapai nominal 502.22 miliar dengan pembelian terbesar di saham TLKM, BBCA, ASII dan INKP.

Lima dari sepuluh sektor bergerak di teritori positif dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang melesat 3,45% karena saham ASII yang melambung hingga 4.33%. Selain aneka industri, sektor mining juga menopang gerak indeks dengan kenaikan sebesar 1,53%. Harga minyak rally ke level USD 74,11 per barel setelah persediaan minyak mentah Amerika menyusut pekan lalu sebesar 6,8 juta barel, lebih tinggi dari prediksi di angka 4,5 juta barel.

Rupiah melemah

Isu perang dagang juga berimbas kepada nilai tukar rupiah hari ini. Sempat menguat hingga ke level Rp14.303 per dollar, rupiah perlahan melemah tajam ke level Rp14.375 per dollar. Hal ini terjadi seiring dengan menguatnya mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks. Pagi tadi dollar indeks masih di kisaran 93,85 namun sore ini telah naik hingga ke level 94,07 atau menguat sebesar 0,23%.


Image source: https://img.thedailybeast.com

0

Market Updates

IHSG hari ini bergerak mantap di zona hijau sejak pembukaan pasar dengan rentang perdagangan antara 5716 – 5815 dan ditutup di level 5807,38 atau naik sebanyak 1,97%. Kenaikan indeks ditopang sentimen dari penguatan rupah dan penguatan bursa utama dunia seperti Amerika, Eropa dan Asia pagi ini. Sepuluh sektor serempak bergerak menghijau dengan sektor finance memimpin penguatan sebesar 3,32%. Tiga saham perbankan blue chip yaitu  BBRI, BBCA dan BBNI berturut – turut naik sebanyak 5,9%, 4,6% dan 3,6%. Kemudian selain finance, sektor infrastructure dan basic industry menguat di atas 2%.

Di sektor infrastructure, saham TLKM yang telah berhasil break down trend terus melaju bullish dan ditutup naik 3,11% sedangkan saham PGAS meski sedikit terkoreksi dari titik tertingginya siang tadi namun masih mampu ditutup menguat 4,66%. Berikutnya kenaikan di sektor basic industry ditopang oleh kinerja saham BRPT dan INKP yang melambung di atas 5% sedangakn saham – saham semen bergerak moderat di angka 1%.

Rupiah menguat

Sempat melemah hingga ke level 14.370, Rupiah mampu berbalik menguat hingga sore ini di level 14.313 per dolar. Penguatan rupiah ini sebagai imbas dari melemahnya dollar indeks terhadap sejumlah mata uang dunia lainya setelah beberapa data-data ekonomi yang dirilis Jumat lalu sedikit mengecewakan pasar. Meski data non farm payroll cukup berkilau namun tingkat pengangguran di AS pada bulan Juni naik menjadi 4% sedangkan upah rata-rata per jam hanya meningkat 0,2% lebih rendah dari konsensus di angka 0,3%.

Bursa Asia menghijau

Sejumlah indeks utama bursa Asia serempak menghijau. Indeks Nikkei 255 Jepang melesat 2,90% disusul oleh indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong yang melaju 2,47% dan 1,40%. Indeks Kospi Koreapun tidak ketinggalan dengan penguatan sebesar 0,57%. Saham – saham teknologi dan sumber daya menajdi pendorong utama pasar dan membuat indeks MSCI Asia Pacific secara keseluruhan meningkat 1,1%. Pembuat komponen elektronik besar di Jepang, Murata Manufacturing ditutup naik 5,87% diikuti Nintendo sebesar 2,53% sedangkan raksasa elektronik Korea, Samsung, melaju moderat di kisaran 1,5%.

Image source: validnews.co

0

Market Updates

Menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi hari ini, sektor mining diuntungkan oleh kenaikan harga minyak dan batubara sekaligus. Minyak WTI memanas setelah pasokan minyak Amerika mulai menipis karena pembatasan pasokan oleh AS dan belum terpenuhinya janii Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi minyak menjadi 11 juta barel per hari. Padahal di saat yang sama suplai minyak dari Iran, Libya dan Venezuela tidak dalam kapasitas yang penuh.

Sementara itu dari sub sektor batubara, lonjakan ekspor ke China yang cukup pesat  membuat rally harga di hari keempat ini belum terhenti. Seperti diberitakan, batubara di port Australia untuk pertama kalinya sejak November 2012 menyentuh level USD 120,10 per ton. Ekspor batubara Indonesia ke China dalam 6 bulan pertama 2018 diperkirakan menyentuh angka 61,8 juta ton yang mana tumbuh 49% secara year on year dari tahun 2017 yang hanya sebesar 46,3 juta ton.

IHSG berbalik menguat

Hampir sepanjang perdagangan berada di teritori negatif, IHSG berbalik menguat menjelang akhir perdagangan dan ditutup naik 0,1% ke level 5739,33 setelah sempat melemah hingga 5685. Enam dari sepuluh sektor bergerak menghijau dengan sektor mining menjadi bintang setelah melesat 1,69% diikuti infrastructure 1,32% dan trade & service sebesar 1,20%. Adapun sektor yang menjadi penekan utama indeks adalah consumer goods yang ambles hingga -1,14% dan agriculture -0,94%.

Bursa Asia belum pulih

Sejumlah indeks –indeks utama bursa Asia kembali memperpanjang masa bearishnya. Kekhawatiran menuju detik – detik penambahan tarif impor untuk 545 jenis barang senilai sekitar 34 miliar dolar AS pada produk pertanian, kendaraan dan produk akuatik yang akan efektif mulai 6 Juli 2018 besok membuat investor menahan aksi belinya. Pemerintah China sebelumnya juga menegaskan bahwa bila tarif tersebut resmi diberlakukan maka Beijing akan membalasnya di hari yang sama. Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong merosot -0,91% dan -0,42% diikuti Kospi, Korea Selatan  -0,35% dan Nikkei 225 Jepang -0,78%.


Image Source: www.brinknews.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang yang lebar. Sempat menyentuh titik terendah di level 5557, indeks perlahan naik dan mampu ditutup ke level 5733,64 atau menguat sebanyak 1,77%. Tujuh dari sepuluh sektor menghijau dengan pendorong utama di sektor aneka industri yang melesat 2,47% sebelum disalip oleh consumer goods yang melambung hingga 3,24%. Sektor finance yang berkapitalisasi terbesar di BEI juga turut mendukung indeks dengan kenaikan hingga 2,40%. Volume transaksi di bursa hari ini terpantau moderat dengan nilai transaksi hingga 7,17 triliun.

Saham ASII menjadi penggerak pasar

Sempat naik hingga 5% saham ASII menjadi pendorong utama IHSG di awal – awal perdagangan. Sentimen positif dari kenaikan saham ini berasal dari rilis data penjualan mobil di 5 bulan pertama 2018 yang menunjukkan kenaikan sebesar 5,62%. Total pencapaian sepanjang Januari-Mei 2018 sebesar 494.917 unit, sedangkan pada periode yang sama 2017 lalu hanya sebanyak  467.117 unit. Apabila performa tersebut konsisten terjaga maka target penjualan mobil 2018 di angka 1,1 juta unit kemungkinan bias tercapai.

Sektor agri masih terpuruk

Bersama sektor konstruksi dan basic industry, sektor agri turut membebani penguatan IHSG dengan pelemahan sebesar 0,52%. Sentimen negatif datang dari kembali melemahnya harga CPO di bursa Malaysia sebesar 0,7% akibat lesunya data ekspor serta merosotnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi. Menurut survey kargo AmSpec Agri Malaysia dan Societe Generale de Surveillance, ekspor CPO Malaysia pada bulan Juni lalu tercatat turun hingga 11% secara month on month.

Rupiah perlahan menguat

Setelah kemarin sempat menyentuh level tertinggi di 14.486 per dolar AS, Rupiah hari ini terpantau bergerak menguat hingga ke titik tertingginya pada pukul 13:45 WIB tadi di level 14.320 per dolar AS.Sentimen positif dating dari pernyataan menteri keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji ulang impor barang modal dimana untuk proyek – proyek yang kurang prioritas ada kemungkinan untuk ditunda atau dikurangi nilainya. Jika kebijakan ini terealisasi maka akan berdampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia mengingat impor barang modal memiliki porsi 16,25% terhadap total impor Indonesia selama Januari-Mei 2018 dengan nilai sebesar  US$ 12,63 miliar.

Bursa Asia ambruk

Hubungan China dan Amerika yang terus memanas memberi sentiment negatif bagi bursa – bursa di regional Asia. Seperti diberitakan, baru – baru ini China mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk ke Amerika Serikat yang dipandang sebagai langkah politik untuk menekan Amerika setelah  Presiden Donald Trump akan memberlakukan tarif barang tambahan senilai US$ 34 miliar atau Rp 488 triliun dari Cina pada Jumat ini. Indeks Shanghai Composite merosot -1,00% diikuti Hang Seng, Hong Kong yang ambles 1,03%. Adapun Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea masing – masing terjerembab 0,34% dan 0,32%.

Image source: http://litbang.kemendagri.go.id

0

Market Updates

Sempat menghijau di awal perdagangan, IHSG berbalik melemah dan ditutup di level terendahnya hari ini di posisi 5746,77 atau turun sebanyak 0,9%. Saham ASII menjadi penekan utama indeks dengan kejatuhan sebesar 5,30% dan membuat sektor aneka industry merosot hingga -4,68%. Selain sektor aneka industry, delapan sektor lain juga turun cukup dalam seperti basic industry dan mining yang ambles- 2,19% dan -2,18% diikuti manufacture -1,14%, finance -0,79% serta konstruksi -0,72%. Satu-satunya sektor yang ditutup menguat hanyalah consumer goods yang naik 0,24%.

Sektor consumer terdorong data inflasi

Siang tadi BPS merilis data inflasi inflasi bulanan sebesar 0,59%, sementara inflasi tahunan diumumkan sebesar 3,12%. Angka inflasi tersebut tercatat lebih tinggi dari konsensus sebesar 0,51% MoM dan 2,97% YoY. Hal ini dipersepsikan pasar sebagai tanda pulihnya tingkat konsumsi masyarakat dan membuat saham – saham di sektor ini diborong investor. HMSP. GGRM dan KLBF sempat melesat di kisaran 5% sedangkan SIDO dan KAEF menguat hingga di atas 2%.

Dibatasi pelemahan rupiah

Penurunan IHSG sedikit banyak terpengaruh oleh pergerakan rupiah yang kembali memanas. Hingga sore ini rupiah terpantau melemah 0,63% ke level Rp 14.383 per dolar AS. Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50bps pada Jumat kemarin sepertinya belum mampu menahan kejatuhan rupiah. Hal ini menekan saham – saham yang memiliki hutang berdenominasi dollar.

Asing berbalik net sell

Sempat mencatatkan net buy hingga 95 miliar, asing perlahan keluar dari bursa dan hingga penutupan mencatatkan outflow sebesar 26,63 miliar di pasar regular. ASII dan BMRI memimpin daftar saham yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -74 miliar dan -43 miliar diikuti oleh TKIM -39 miliar, BDMN -38 miliar dan AMRT -38 miliar. Di sisi lain dua bank besar BBRI dan BBCA menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih sebesar 93 miliar dan 55 miliar diikuti PTBA 38 miliar, INKP 37 miliar dan TLKM 23 miliar.

Image source: images.detik.net.id/

0

Market Updates

Selepas jeda sesi I saham PGAS tepantau melonjak cukup tajam dan naik hingga lebih dari 10% dalam waktu lima menit setelah perusahan tersebut dikabarkan menandatangani integrasi  antara PT PGN Tbk (PGAS) dengan Pertagas yang merupakan anak usaha Pertamina di bidang hilir migas. Menurut salah satu Deputi BUMN di bidang usaha pertambangan, Fajar Harry S, penandatanganan dilakukan di kantor pusat Pertamina siang ini dengan disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, jajaran direksi PGN, dan jajaran direksi Pertamina. Lonjakan saham PGAS ini berhasil membawa sektor infrastruktur menopang laju penguatan IHSG dengan kenaikan sebesar 2,38%.

IHSG akhiri pelemahan 3 hari beruntun

Dengan sembilan dari sepuluh sektor yang menguat, IHSG berhasil melesat 2,33% ke 5799,24 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Sektor basic industry yang kemarin menjadi penekan utama IHSG berbalik naik 3,17% didorong rebound saham INTP dan SMGR sebesar 6,02% dan 0,71%. Berikutnya sektor finance juga melambung hingga 2,60& berkat cemerlangnya kinerja saham perbankan blue chip. BMRI melaju 5,38% diikuti BBNI 3,68%, BBRI 3,27% dan BBCA 2,51%. Selain kedua sektor tersebut, sektor lain seperti basic industry, mining, miscellaneous industry dan consumer goods juga menguat di atas 2%.

Sektor agri satu-satunya yang melemah

Sektor agriculture yang didominasi oleh saham – saham perkebunan kelapa sawit tidak mampu mempertahankan penguatanya tadi pagi dan harus ditutup turun tipis 0,01%. Penekan utama sektor ini berasal dari proyeksi harga CPO dua bulan ke depan yang diprediksikan akan turun di kisaran 2100 ringgit per ton padahal saat ini harga CPo masih berkutat di kisaran 2300 ringgit per ton. Rendahnya proyeksi harga ini disebabkan oleh peningkatan output CPO dan turunya harga komoditas pengganti yaitu minyak kedelai. Hal ini diperparah oleh permintaan China dan India yang melemah. Ekspor CPO bulan ini saja terpantau turun 15,7% menurut pemerintah Malaysia dan drop sebesar 12,6 – 14,1% menurut perusahan – perusahaan kargo.

Bursa Asia rebound

Bursa Asia sore ini berhasil mengakhiri rally pelemahanya dimana indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang mendaki hingga di atas 1%. Saham – saham di China dan Hong Kong menjadi katalis utama setelah pemerintahan China dikabarkan akan melonggarkan investasi dari luar negeri ke bidang – bidang yang berkaitan dengan perbankan, otomotif dan agriculture. Indeks Hang Seng ditutup menanjak 1,55% disusul oleh Shanghai Composite yang melesat 2,17%. Adapun Nikkei 225 dan Kospi Korea ikut ditutup menguat masing – masing 0,15% dan 0,51%.


Image source: www.bekasipos.com

0

Market Updates

Nilai tukar rupiah sore ini terus terpantau melemah cukup tajam hingga ke level Rp 13.383 per dollar AS. Nilai tersebut sekaligus menjadi yang terlemah sejak Oktober 2015 silam. Meskipun demikian, pelemahan mata uang terhadap dollar juga terjadi merata di seluruh emerging market seperti rupee India, peso Filiphina dan ringgit Malaysia. Secara year to date rupiah telah melemah 5,10 persen sejak awal tahun dan menjadikanya mata uang dengan pelemahan terbesar ketiga di Asia setelah rupee yang melemah 7,13 persen dan peso Filipina yang melemah 6,83 persen.

IHSG melemah 3 hari beruntun

Seperti halnya kemarin, IHSG yang menguat di awal perdagangan menjadi tidak bertenaga dan harus berbalik melemah hingga -2,08% ke level 5667,32 seiring dengan lesunya nilai tukar rupiah. Semua sektor mengalami penurunan dengan pelemahan tertajam pada sektor basic industry yang anjlok hingga -4,26%diikuti konstruksi -3,46% dan mining -2,70%. Saham – saham semen besar seperti SMGR dan INTP menjadi penekan utama sektor basic industry dengan penurunan sebesar 7,52% dan 5,16%. Kemudian di sektor konstruksi, pemberatnya adalah di saham – saham BUMN seperti WIKA, WSKT dan ADHI yang merosot lebih dari 3%.


Asing net sell besar


Penjualan bersih asing meningkat tajam sejak dimulainya sesi kedua dan mencatatkan nilai hingga -654,06 miliar di pasar reguler. Saham – saham perbankan selain BMRI menjadi top net sell asing dimulai dari BBCA (-175 miliar), BBRI (-116 miliar) dan BBNI (-84 miliar) diikuti UNTR (-62 miliar) dan ERAA (-60 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy asing hari ini diantaranya adalah BMRI (68 miliar), TLKM (33 miliar), INKP (29 miliar) dan SWAT (27 miliar).

Sektor mining tidak mampu mempertahankan penguatan


Kenaikan saham – saham di sektor mining kembali terkikis setelah harga minyak WTI lengeser dari level tertingginya. Kemarin, harga minyak WTI mencapai US$ 72,76 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 2014 setelah data keluaran Energy Information Administration menunjukkan bahwa persediaan minyak AS menurun. Stok minyak AS turun hampir 10 juta barel pada pekan lalu. Namun siang tadi harga minyak west texas intermediate (WTI) terpantau turun 0,34% ke US$ 72,51 per barel. Hal ini membuat tekanan di sektor mining semakin membesar dan berkahir dengan pelemahan sebesar -2,70%.

 

Image source: teritorial.com

0

Market Updates

Tertekan oleh pelemahan delapan indeks sektoral, IHSG yang sempat menguat harus berakhir di zona merah dengan penurunan sebesar 0,65% ke level 5787,55. Saham ASII menjadi penekan terbesar dengan penurunan sebesar -4,10% dan membuat sektor aneka industry merosot hingga -3,10%. Sektor mining yang sepanjang sesi I menopang kenaikan IHSG juga berbalik melemah hingga -1,73% akibat penurunan saham – saham berbasis batubara. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah agriculture dan infrastructure dengan penguatan tipis masing – masing sebesar 0,13% dan 0,11%.

Harapan bagi harga CPO

Sektor agri yang sebelumnya terhantam oleh penurunan harga CPO yang berlarut – larut mendapatkan angin segar dari perkembangan restoran – restoran cepat saji di Myanmar yang berpotensi meningkatkan demand. Seperti diberitakan sebelumnya impor minyak sawit Myanmar yang sebelumnya hanya berkisar 200.000 – 300.000 ton per tahun kini meningkat pesat menjadi 750.000 ton hanya dalam waktu enam tahun dan mencetak rekor baru sebanyak 820.000 ton pada akhir 2017 lalu.

Batubara tertekan proyeksi ekspor Australia

Saham – saham batubara yang sejak awal perdagangan bergerak menguat tajam berbalik turun setelah otoritas pertambangan batubara Australia kembali memangkas proyeksi ekspor batubara dari sebelumnya 188 juta ton menjadi 180 juta ton saja di tahun ini. Produksi batubara China yang meningkat tajam di awal tahun disinyalir merupakan penyebab utama turunya ekspor.

Minyak mentah naik tipis

Meski harga saham – saham berbasis minyak terkoreksi dari kenaikanya siang tadi, minyak WTI  dan Brent sore ini terpantau naik tipis 0,35% dan 0,07%. Hal ini disebabkan karena Amerika mendorong penerapan sanksi terhadap Iran kepada negara – negara sekutunya dengan cara menghentikan kran impor dari negara Timur Tengah tersebut. Harga minyak WTI terpantau bertahan di level USD 70,78 per barel sedangkan Brent berada di posisi USD 76,19 per barel.

Image source: mining.com

0

Market Updates

IHSG berhasil mengakhiri pelemahan selama dua hari beruntun dan ditutup naik 0,26% ke level 6286,75 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6262 – 6305. Sentimen positif datang dari menguatnya bursa Asia dan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang secara mengejutkan surplus USD 1,09 miliar, jauh di atas konsensus yang memperkirakan defisit sebesar USD 0,09 miliar. Surplus neraca perdagangan ini bahkan terjadi ketika negara – negara di Asia mengalami kemunduran seperti misalnya China yang mengalami defisit USD3,8 miliar kemudian Thailand defisit USD1,1 miliar, dan Australia defisit USD602 juta.

Digerakkan dua sektor

Dari sepuluh sektor yang terdaftar, enam di antaranya bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri dan consumer. Sektor aneka industri ditenagai oleh naiknya saham ASII setelah data penjualan motor di bulan Maret menunjukkan peningkatan 21,8% dibanding dengan Februari sedangkan di sektor consumer lonjakan di saham UNVR, HMSP dan AISA membawa sektor ini melaju hingga 0,99%.

Sektor mining balik badan

Berkebalikan dengan dua sektor tersebut, sektor mining yang sempat naik hingga 0,64% justru berbalik minus 0,52% seiring terkoreksinya harga minyak setelah rilis data Baker Hughes menunjukkan bahwa perusahaan energi Amerika menambah tujuh rig pengeboran baru menjadi 815 unit. Selain harga minyak, emiten batubara juga masih terdampak oleh pernyataan menteri Jonan pekan lalu yang memutuskan bahwa di 2018 tidak akan ada pembangunan PLTU tenaga batubara di pulau Jawa karena isu lingkungan.

Asing net sell setengah Triliun

Derasnya arus dana yang keluar di BBCA dan tidak adanya pembelian asing yang signifikan membuat total outflow membengkak hingga -551,16 miliar di keseluruhan pasar. BBCA dan INTP menjadi saham yang paling banjak dijual asing dengan net sell -249 miliar dan -84 miliar, diikuti oleh ASII 77 miliar, PTBA -34 miliar dan PGAS 31 miliar. Adapun saham – saham yang yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI 21 miliar, INKP 18 miliar, TLKM 16 miliar dan MPMX 14 miliar.

Bursa Asia mixed

Sejumlah indeks utama regional Asia bergerak beragam mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,29% diikuti Kospi dan ASX Australia yang melaju 0,10% dan 0,21%. Adapun bursa China masih terdampak oleh kurang memuaskanya rilis data ekonomi dan melanjutkan pergerakanya di teritori negatif sejak awal pembukaan pasar. Indeks Shanghai Composite ditutup anjlok 1,53% sedangkan Hang Seng merosot hingga 1,90%.

 

Image source: https://www.acehbisnis.co

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 15NEXT POSTS