The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Pada Sabtu lalu, presiden Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan bahwa negara tersebut akan menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik antar benua karena telah menyelesaikan tujuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Lebih lanjut, Korut bahkan akan  melenyapkan tempat uji coba senjata nuklir di negaranya. Hal itu dilakukan demi mengejar pertumbuhan ekonomi negara dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.  Pasca pernyataan tersebut, sambutan positif datang dari berbagai negara seperti China, Amerika dan Eropa yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kemajuan yang positif serta merupakan berita baik bagi dunia.

Meskipun demikian, fokus bursa regional Asia masih tertuju pada laporan keuangan emiten – emiten yang baru akan dirilis pekan ini sehingga membuat investor melakukan aksi wait and see. Sejumlah indeks utama Asia bergerak sideways dengan kecenderungan menguat tipis. Indeks Nikkei 225 melemah 0,1% diikuti oleh Kospi yang merosot 0,17% namunn Shanghai Composite, Hang Seng dan STI Singapura serempak  menghijau di kisaran 0,40%.

Bursa Amerika tertekan

Ketiga indeks utama Wall Street memperpanjang pelemahanya tertekan oleh merosotnya saham – saham teknologi dan saham konsumen staples. Tekanan jual meningkat karena imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun (US Treasury) mencapai level tertinggi dalam empat tahun, yaitu di angka 2,956%. Investor menjual Treasurys karena mereka khawatir bahwa tekanan upah dan kebijakan proteksionis dari administrasi Gedung Putih akan mengirim inflasi lebih tinggi. Indeks Dow Jones pun ditutup melemah 0,82% disusul S&P 500 dan Nasdaq yang anjlok 0,85% dan 1,27%.

Bursa Eropa datar

Pergerakan sejumlah indeks di bursa Eropa cukup stagnan pada penutupan market pekan lalu. Indeks benchmark Eropa, the Stoxx 600 melemah tipis 0,03 persen. Perhatian pasar tertuju pada rilis data kinerja laba emiten sambil mewaspadai perkembangan global seperti potensi perang dagang, kenaikan suku bunga di USA yang lebih cepat dan peraturan baru mengenai regulasi di bidang teknologi terkait penyalahgunaan data facebook baru – baru ini.

Minyak mentah terpengaruh sentimen dari Arab

Meski sempat mengalami tekanan dari komentar Donald Trump, harga minyak masih ditutup menguat 0,41% ke level USD 68,40 per barel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik OPEC bahwa harga yang terlalu tinggi terasa terlalu dibuat-buat dan masih bersiap untuk kenaikan harga mingguan. Namun demikian, beberapa kondisi di timur tengah yang terjadi baru – baru ini diperkirakan akan menjadi katalis harga minyak. Pada Sabtu lalu sebuah jaringan pipa di Libya, yang dimiliki perusahaan minyak Al Waha, dibakar oleh teroris dan mengakibatkan hilangnya 70.000-100.000 barel minyak per hari.

Batubara mengikuti

Mengekor harga minyak, komoditas batubara ikut bergerak naik. Di bursa Rotterdam untuk kontrak Mei, harga batubara naik tipis 0,24% ke level USD 83,95 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya hanya naik tipis 0,11% ke USD 93,60 per metrik ton. Batubara sedang dibayangi oleh sentimen negatif dari Eropa dimana Bank terbesar di region tersebut, HSBC, mengatakan bahwa akan mengikuti jejak ING dan BNP Paribas untuk menghentikan seluruhnya pendanaan terhadap pembangunan pembangkit listrik batubara, pengeboran minyak maupun eksplorasi lain yang berkaitan dengan bahan bakar fossil.

CPO belum beranjak

Harga CPO kembali mendekat ke level 2400 ringgit per ton setelah Jumat lalu ditutup merosot 0,2%ke posisi 2403 ringgit per ton karena proyeksi pertumbuhan produksi. Hingga pertengahan April produksi CPO masih terpantau naik 6% meski pada Maret lalu produksi sudah melejit hingga 17,2% menjadi 1,57% yang merupakan angka tertinggi bulanan sejak tahun 2000.

image source: http://www.tiuppeluit.com

0

Morning Review

Pada perdagangan kemarin sektor Agri berhasil menahan kejatuhan IHSG dengan penguatan di atas 1%. Saham – saham perkebunan kelapa sawit bergerak naik ditenagai oleh berbagai sentimen positif. Dari Malaysia, harga CPO terpantau melonjak 1,60% kembali di atas level 2400 ringgit per ton setelah lembaga riset lokal merilis proyeksi harga CPO di pertengahan 2018 akan bergerak ke level 2600 ringgit per ton. Hal ini terjadi karena adanya kekurangan supply pada komoditas pengganti CPO yaitu minyak kedelai akibat cuaca kering di Argentina yang membuat panen kedelai merosot 32% menjadi hanya 37 juta ton saja. Penurunan panen juga disebabkan oleh lahan perkebunan kedelai yang menurut Departemen Amerika akan menyusut 1 % menjadi hanya 36 juta hektar.

China setuju tingkatkan ekspor CPO

Dari dalam negeri, sentimen penggerak harga datang dari beredarnya kabar bahwa pemerintah China menyetujui peningkatan volume impor kelapa sawit dari Indonesia sambil perlahan mengurangi impor kedelai dari Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rangkaian kunjungan kerja ke China pada 12-14 April lalu. Lebih lanjut Luhut menyatakan bahwa penambahan impor sawit dari Indonesia bisa diumumkan secara resmi oleh PM China saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada 6 Mei mendatang.

Ekspor masih meningkat

Kenaikan tarif impor India pada bulan lalu sempat memukul industri CPO, namun ternyata ekspor CPO masih tetap kuat. Laporan Societe Generale de Surveillance’s (SGS) menunjukkan, ekspor CPO Malaysia telah meningkat dua kali lipat menjelang musim panas tahun ini (secara year on year). Kemudian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) merilis, pada periode yang sama ekspor CPO ke India tercatat 7,63 juta ton atau naik 32,01% dari tahun sebelumnya 5,78 juta ton. Ekspor CPO dari Indonesia ke China juga terpantau masih tinggi. Pada 2016, nilai impor kelapa sawit China dari Indonesia mencapai 3,23 juta ton. Kemudian pada 2017 nilai itu meningkat menjadi 3,73 juta ton.

Tantangan dari Eropa

Meski proyeksi CPO cukup bagus namun saat ini pergerakan harganya masih dalam trend bearish. Selain karena mulai pulihnya produksi, kampanye negatif terhadap penggunaan CPO di Eropa membuat supermarket besar Inggris, Iceland Co, melarang jaringan supermarketnya untuk menggunakan kandungan minyak sawit terhadap produk yang dijualnya. Apabila hal ini terus berlangsung dan meluas maka akan merugikan industri CPO karena pasar Eropa merupakan salah satu pasar yang potensial dengan jumlah kebutuhan mencapai 6 juta–7 juta ton per tahun.

 

Image source: https://i0.wp.com/www.landsalemalaysia.com

0

Morning Review

Tiga indeks utama bursa Amerika bergerak menghijau seiring keyakinan investor akan laba kuartal pertama, yang mampu mengalihkan dari sentimen kebijakan perdagangan, suku bunga dan gejolak geopolitik. Emiten – emiten di S&P 500 diperkirakan akan mengalami peningkatan laba hingga 17,3% year on year berkat penguatan ekonomi Amerika Serikat dan dorongan dari pemotongan pajak. Hasilnya, indeks Dow Jones melambung 0,87% disusul oleh S&P 500 dan Nasdaq yang naik 0,81% dan 0,70%.

Bursa Eropa bearish

Benchmark bursa saham Eropa, Stoxx Euro 600 ditutup turun 0,39 persen terbebani oleh penurunan indeks bursa di sejumlah negara. FTSE 100 Inggris merosot hingga 0,91% diikuti oleh DAX Jerman yang turun 0,41%. Saham – saham di bidang consumer mengalami aksi profit taking mengimbangi kenaikan pada saham – saham di bidang travel dan perjalanan.

IHSG minim sentimen lanjutan

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak datar cenderung mixed dipengaruhi oleh kondisi bursa regional Asia yang bergerak merah dan harga komoditas yang terkoreksi, mengimbangi sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan surplus neraca dagang. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,24% pagi ini, Kospi turun 0,30% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing merosot 0,28% dan 0,52%. Secara teknikal IHSG masih belum keluar dari zona jenuh beli sehingga potensi penurunan cukup terbuka.

Minyak terkoreksi

Harga minyak WTI akhirnya menghentikan rally dan terkoreksi 1,56% ke level USD  66,34 per barel seiring dengan redanya kekhawatiran bahwa serangan rudal ke Suriah tidak meluas hingga menyebabkan konflik regional ataupun global.  Presiden AS Donald Trump menyatakan “misi selesai” sehari setelah AS, Prancis, dan Inggris membom Suriah dalam menanggapi serangan kimia terhadap warga sipil. Sedangkan Menlu Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa tidak ada rencana lebih lanjut terhadap serangan militer baru ke Suriah bila tidak ada ancaman senjata kimia lagi.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak beragam. Di bursa Newcastle, harga batubara kontrak Mei turun 0,60% ke level USD 91,45 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya justru melambung 0,84% ke level USD 84.00 per metrik ton.

CPO terpukul perlambatan ekspor

Harga CPO terlempar dari level psikologis 2400 ringgit setelah ditutup anjlok 1,25% ke level 2370 ringgit per ton. Sentimen negatif datang dari rilis data ekspor Malaysia yang menunjukkan perlambatan penurunan ekspor dari 25,6% pada periode 1-10 April menjadi hanya 5,7% pada periode 1-15 April.


Image source: http://diario.mx/imagesnotas

0

Morning Review

Sejumlah indeks utama di regional Asia kecuali China dibuka menghijau pagi ini. Investor menyambut baik pernyataan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, pada hari Minggu (15/4)  yang mengatakan bahwa tidak ada rencana lebih lanjut terhadap serangan militer baru ke Suriah bila tidak ada ancaman senjata kimia lagi. Indeks Nikkei 225 terpantau menguat 0,25% diikuti Kospi yang menguat tipis 0,07% serta STI Singapura dan ASX Australia yang masing – masing melaju 0,08% dan 0,43%. Meskipun demikian, secara teknikal penutupan IHSG Jumat lalu yang membentuk pola bearish marubozu mengindikasikan kuatnya tekanan jual di pasar dan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini. Oleh karena itu, hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat tipis.

Wall Street jatuh

Bursa Amerika bergerak di teritori negatif terseret oleh anjloknya saham – saham perbankan hingga minus 1,6%. Semula saham finansial besar seperti Citigroup, Wells Fargo dan JP Morgan Chase bergerak menguat sebelum akhirnya tumbang karena hasil kinerja yang kuat dinilai sudah priced in dan mendorong aksi profit taking. Hasilnya indeks Dow Jones ditutup melemah 0,50% diikuti S&P 500 dan Nasdaq yang tumbang 0,29% dan 0,47%.

Bursa Eropa menguat

Benchmark bursa saham Eropa, Stoxx Europe 500 berhasil naik tipis 0,12% didukung oleh penguatan saham – saham sumber daya yang mengimbangi kemerosotan di sektor ritel dan teknologi. Bursa – bursa utama di wilayah tersebut juga terpantau menghijau. Indeks FTSE (Inggris) naik tipis 0,09 persen ke level 7.264,56. Indeks DAX (Jerman) naik 0,22 persen ke level 12.442,40. Indeks CAC (Perancis) naik 0,11 persen dan berakhir di posisi 5.315,02.

Minyak masih menggila

Trend penguatan harga minyak masih belum terhenti. Minyak WTI kembali menguat ke level USD 67,39 per barel sedangkan patokan minyak Eropa, Brent, melesat hingga USD 72,60 per bare yang merupakan posisi tertinggi sejak Juli 2017. Dua faktor yang mendorong harga minyak tetap panas adalah ekskalasi geopolitik di Suriah dan pernyataan OPEC yang menunjukkan bahwa surplus stok minyak mulai berkurang seiring keberhasilan dalam memotong output kolektif hingga 201 ribu bph.

Batubara belum pulih

Berkebalikan dengan minyak, harga batubara masih berada di trend negatif . Di bursa Newcastle, harga batubara kontrak Mei ditutup melemah 0,63% ke level USD 92 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, harganya merosot hingga 0,60% ke level USD 83,30 per metrik ton.

CPO terus turun

Harga CPO kembali ditutup melemah 0,99% ke level 2400 ringgit per ton karena stok CPO malaysia yang masih tinggi dan merosotnya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi hingga -0,69%. Pekan lalu rilis data menunjukkan bahwa produksi CPO naik 17% ke 1,57 juta ton sehingga membuat stok CPO hanya turun tipis 6% meski Malaysia sudah menunda pengenaan bea ekspor.  


Image source: https://www.thenational.ae

0

Morning Review

Dari Amerika, sejumlah indeks utama bergerak di teritori positif setelah Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan militer ke Suriah kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Selain itu, investor juga menantikan musim laporan keuangan kuartal I 2018 dimana JPMorgan Chase & Co., Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co. akan merilis laporan keuangannya pada hari ini. Indeks Dow Jones menguat 1,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,83% dan 1,01%.

Bursa Eropa bullish

Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 berhasil rebound 0,7% seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik antara Suriah yang didukung oleh Rusia dengan Amerika. Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 1,20 poin atau sekitar 0,02 persen menjadi 7.258,34, DAX 30 Jerman melesat 0,98 persen atau 121,04 poin menjadi 12.415,01, dan CAC 40 Prancis bertambah 31,28 poin (0,59 persen) menjadi 5.309,22.

IHSG masih di area overbought

Secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di area jenuh beli meskipun kemarin mengalami penurunan. Tekanan jual dari investor asing yang kembali membesar memberi dampak negatif bagi pasar. Meskipun demikian, sentimen dari bursa global yang menghijau akan menahan laju penurunan IHSG. Bursa Amerika dan Eropa semalam ditutup menguat sedangkan regional Asia pagi ini dibuka positif. Indeks Nikkei melambung 1,10% diikuti Kospi yang naik 0,44%, kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,27% dan 0,46%.

Minyak masih melejit

Harga minyak WTI mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di angka USD 67,16 per barel. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah membuat harga minyak terus memanas. Arab Saudi dikabarkan baru saja memintas sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Yaman pro-Iran di atas ibukotanya, hanya beberapa jam setelah Trump memperingatkan Amerika sedang bersiap untuk menyerang Suriah. Kemudian berita positif dari OPEC juga turut mendukung laju minyak dimana tingkat kepatuhan OPEC terhadap kesepakatan pengurangan output mencapai rekor untuk bulan kelima berturut-turut.

Batubara cerah

Harga batubara bergerak naik di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam, batubara untuk kontrak Mei ditutup menguat 0,66% ke level USD 83,80 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya ikut melaju 0,49% ke level USD 92,60 per metrik ton.

CPO dibayangi over supply

Harga CPO belum mampu keluar dari trend negatifnya dan ditutup turun 0,29% ke level 2424 ringgit per ton. Produksi CPO pada bulan Maret naik 1,57 juta ton  atau 17% month on month sedangkan stok CPO hanya turun tipis 6,2% pada bulan lalu lebih rendah dari perkiraan analis di kisaran 8,6%.


Image source: https://ei.marketwatch.com

0

Morning Review

Bursa Wall Street bergerak di teritori positif sejak awal pembukaan sesi. Indeks Dow Jones melaju 1,79% diikuti S&P 500 dan Nasdaq yang masing – masing melambung 1,67% dan 2,07%. Presiden Xi Jinping dalam pidatonya di Boao Forum for Asia, berjanji bahwa China akan  membuka sektor-sektor ekonomi lebih luas lagi serta menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk termasuk mobil.

Lebih lanjut Presiden Xi menyebutkan bahwa surplus perdagangan yang besar bukanlah tujuan utama negeri tersebut melainkan lebih menginginkan adanya keseimbangan pembayaran internasional yang lebih baik dengan jumlah saat ini. Dengan tujuan tersebut, China juga akan mempermudah akses pasar bagi investor asing yang selama ini selalu dipermasalahkan oleh pemerintahan Amerika.

Bursa Eropa bullish

Imbas pidato presiden Xi Jinping tidak hanya memberi optimisme bagi bursa Amerika tetapi juga investor – investor di Eropa. Indek Stoxx 600 melesat 1,9% dengan saham – saham otomotif mendapatkan kenaikan tertinggi karena peluang perluasan pasar ke China. Saham BMW naik 1,9%, Daimler naik 1,2%, sedangkan Volkswagen menguat 4,5%

Minyak mentah melesat

Harga minyak WTI melesat hingga 3,41% ke level USD 65,58 per barel seiring dengan pulihnya saham – saham sektor otomotif AS dan juga naiknya tensi di Timur Tengah. Seperti diberitakan, rencana pembangunan kanal Salwa oleh Arab Saudi tidak hanya akan berimbas menjadikan wilayah Qatar sebuah pulau tetapi juga akan digunakan sebagai tempat pembuangan limbah nuklir. Hal ini dipandang akan semakin memperparah hubungan antara Qatar dan kuartet Arab (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) yang sejak Juni tahun lalu sudah memutuskan hubungan diplomasinya.

Batubara mengekor

Mengikuti minyak mintah, harga batubara di bursa Rotterdam untuk kontrak Mei ditutup menguat 0,36% ke level USD 83,05 per metrik ton. Meski demikian, di Newcastle harga batubara justru berbalik melemah tipis 0,16% ke level USD 92,85 per metrik ton.

CPO rontok

Harga CPO berakhir melemah 1,22% ke level 2433 ringgit per ton bahkan ketika harga minyak kedelai menguat tajam 1,05%. Pelemahan harga CPO dipengaruhi oleh mata uang ringgit yang menguat hingga 0,2% terhadap dollar. Selain itu, produksi minyak sawit pada  bulan Maret yang terlihat naik 11,3% menjadi 1,49 juta ton turut memberberat laju harga CPO.


Image source: www.gannett-cdn.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Sentimen negatif datang dari melemahnya bursa Amerika dan regional Asia hari ini. Indeks Nikkei terpantau turun 0,07% diikuti Shanghai Composite yang melemah 0,51% dan STI Singapore yang merosot 0,50%. Bahkan indeks Kospi yang dibuka naik kini penguatanya semakin terkikis. Secara teknikal,indeks masih dalam kondisi downtrend meski mulai melandai. Stochastic dan RSI berada di zona netral dengan kecenderungan bergerak turun. Terbentuknya pola doji selama dua hari terakhir mengindikasikan bahwa pasar sedang dalam keraguan dan menunggu sentimen dari arah perkembangan global.

Cadangan Devisa Anjlok namun sesuai prediksi pasar

Pada Jumat lalu BI merilis data bahwa cadangan devisa akhir Maret 2018 tercatat USD126,00 miliar atau anjlok USD2,06 miliar dibandingkan akhir Februari yang mencapai USD128,06 miliar. Hal ini dikarenakan cadangan digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Meski demikian, penurunan cadangan devisa ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar dan bahkan nilai rupiah pagi ini terus melanjutkan apresiasinya terhadap dollar.

Wall Street tertekan data tenaga kerja

Sejumlah indeks utama bursa Amerika turun cukup dalam, Indeks Dow Jones ambruk hingga -2,34% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing tergerus 2,19% dan -2,28%. Selain karena tensi perdagangan dengan China, melemahnya bursa Wall Street juga disebabkan oleh rilis data lapangan kerja di USA yang lebih kecil dari perkiraan. Kementerian Tenaga Kerja USA menyatakan lapangan kerja naik 103.000 di periode Maret jauh dibawah survey pasar yang memperkirakan adanya kenaikan sebesar 193.000.

Bursa Eropa bearish

Kebuntuan hubungan dagang antara Amerika dan China menjadi alasan utama bursa Eropa ditutup merosot pekan lalu. Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 turun 0,35 persen tertekan oleh saham – saham di sektor otomotif yang longsor hingga -1,7%. Selain itu, sektor industri dasar dengan eksposur sangat tinggi ke China, juga menyeret bursa Eropa dengan pelemahan hingga -1,6%.

Harga minyak melemah

Harga minyak WTI bergerak bearish dan ditutup melemah 2,3 perseen ke level 62,06 USD per barel. Investor memiliki kekhawatiran akan adanya opsi China untuk mengalihkan impor minyak dari Amerika ke Timur Tengah atau Rusia apabila ekskalasi perang dagang terus meluas. Saat ini China merupakan importir minyak AS kedua terbesar setelah setelah Kanada dengan jumlah impor sebanyak 400 ribu barel per hari.

Harga batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle harga batubara turun 0,32% ke level USD 92,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya masih mampu menguat 0,62% ke level USD 81,60 per metrik ton.

CPO melambung

Meski dibuka dengan pelemahan, harga CPO ditutup melejit hingga 2,03% ke level 2503 ringgit per ton setelah beredar kabar menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Mah Siew Keong, sedang mengupayakan negoisasi untuk meningkatkan kuota ekspor produk sawit dan turunanya ke China. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan momentum panasnya hubungan dagang Amerika – China yang berimbas pada diberlakukanya tarif masuk 25% untuk kedelai impor asal AS.

 

Image source: http://banjarmasin.tribunnews.com

0

Morning Review

Setelah pada sesi sebelumnya anjlok tajam, ketiga indeks utama Wall Street mampu rebound cukup besar seiring pulihnya beberapa saham teknologi blue chip. Indeks Dow Jones melambung hingga 1,65% diikuti oleh S&P dan Nasdaq yang melaju 1,04% dan 1,26%. Harga – harga saham yang sudah masuk zona jenuh jual menjadi sasaran beli investor karena dianggap sudah cukup murah. Selain itu, optimisme menjelang musim laporan keuangan turut menjadi alasan kuatnya tekanan beli.  Analis Wall Street memperkirakan pendapatan emiten pada indeks S&P 500 akan meningkat 18,4% pada kuartal pertama tahun 2018 ini.

IHSG mixed menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas terdorong oleh sentimen dari penguatan bursa Amerika dan harga beberapa komoditas. Secara teknikal, RSI dan Stochastic masih menunjukkan arah naik meski sudah keluar dari zona overbought. Apabila Indeks berhasil bertahan di atas level 6240 hari ini, maka potensi untuk berbalik arah menjadi uptrend akan cukup besar. Kemudian dari regional Asia, beberapa indeks utama bergerak beragam dengan Nikkei dan Shanghai composite menguat 0,25% dan 0,34% sedangkan Hang Seng, Kospi, dan STI Singapura terpantau melemah di kisaran 0,3%.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI ditutup naik 1,15% ke level USD 63,57 per barel setelah American Petroleum Institute secara tak terduga melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,28 juta barel pekan lalu. Selain itu hasil sentimen positif juga datang dari survei Bloomberg terhadap sejumlah analis, perusahaan minyak dan perusahaan kargo yang menyebutkan bahwa output OPEC pada Maret diperkirakan turun ke level terendah dalam setahun.

Batubara ikut naik

Mengekor minyak mentah, harga batubara di kedua bursa utama dunia ikut menguat. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Mei harganya naik 0,88% sedangkan di Rotterdam harganya melambung hingga 1,45%. Namun demikian, investor perlu mewaspadai sentimen negatif dari dalam negeri terkait penurunan Harga Batubara Acuan  (HBA) pada bulan April menjadi USD 94,75 per metrik ton atau turun 6,9% dibandingkan HBA pada Maret yang sebesar US$ 101,89 per ton.

CPO berbalik melemah

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup turun 0,89% ke level 2437 ringgit per ton terdorong oleh aksi profit taking investor setelah lonjakan harga yang terjadi sebelumnya. Meski turun, sejauh ini sentimen CPO cukup baik karena sejumlah survey kargo menyatakan bahwa ekspor mengalami peningkatan sebesar 19 – 21%. Harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi kuga terpantau mengalami kenaikan hingga 0,94%.

 

Image source: https://2bitcoins.ru

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan cenderung untuk bergerak melemah secara terbatas terpengaruh kondisi bursa Amerika dan regional Asia yang kurang kondusif. Indeks Wall Stret turun tajam malam tadi sedangkan bursaregional Asia dibuka merah. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,85% diikuti Kospi yang merosot 0,48%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng turun 0,84% dan 0,49%. Meski demikian, karena IHSG saat ini masih berada di zona jenuh jual maka penurunan akan terbatas, hal ini juga didukung oleh trend penurunan arus dana asing yang keluar dari bursa selama dua hari terakhir.

Bursa Amerika melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street mengalami penurunan seiring dengan kejatuhan sektor teknologi dan kekhawatiran ekskalasi perang dagang yang terus meluas.  Indeks Dow Jone merosot hingga -1,90% disusul Nasdaq dan S&P yang turun 2,74% dan 2,23%. Saham – saham raksasa teknologi  Amazon, dan Tesla Motors jatuh lebih dari 5% sedangkan Facebook kehilangan harga 2,8%.

Minyak mentah terperosok

Harga minyak WTI anjlok cukup tajam hingga -3,22% ke level USD 62,85 per barel tertekan oleh kabar bahwa Arab Saudi akan memotong harga minyaknya menjadi lebih rendah untuk dipasarkan di daerah Asia. Kemudian hal ini diperparah oleh rilis data Rusia yang menunjukkan peningkatan produksi minyak menjadi 10,97 juta barel per hari pada Maret lalu.

Batubara stagnan,

Harga batubara stagnan setelah libur panjang memperingati hari raya paskah. Di Newcastle harga batubara dipatok USD 79,35 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya tetap 90,90 per metrik ton.

CPO subur

Harga CPO naik cukup signifikan hingga 1,40% ke level 2459 ringgit per ton. Pendorong harga sawit berasal dari rilis data ekspor CPO Malaysia selama bulan Maret naik 21,6% menjadi 1,39 ton karena permintaan akan biodiesel dan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Selain itu cadangan CPO di Indonesia yang menunjukkan penurunan sebesar 8% pada bulan lalu turut menopang laju harga sawit.


Image source: http://www.the-blockchain.com

0

Morning Review

Ditenagai oleh sentimen positif dari bursa global, IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat. Bursa Amerika dan Eropa ditutup positif minggu lalu sedangkan regional Asia pagi ini hampir semuanya menghijau. Indeks Nikkei melaju 0,64% diikuti Kospi yang menanjak 0,61% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik 0,29% dan 0,24%.  Secara teknikal IHSG masih berada di zona jenuh jual, tercermin dari indikator RSI dan Stochastic. Pola Candle minggu lalu yang mengindikasikan tekanan beli kuat di akhir perdagangan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika kembali bersinar

Bursa Wall Strett berakhir positif di penutupan bulan Maret. Indeks Dow Jones melaju 1,07% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melonjak 1,38% dan 1,64%. Saham teknologi dan otomotif menjadi katalis utama. Facebook yang mulai pulih dari skandal penyalahgunaan data rebound hingga 4,4% disusul Intel yang melambung 5,0%. Dari sektor otomotif, Tesla memimpin penguatan sebesar 3,2% sementara Boeing, Cisco dan ExxonMobil menguat lebih dari dua persen.

Bursa Eropa bullish

Seperti halnya di bursa Amerika, indeks acuan utama Eropa, Euro Stoxx 600 mengakhiri bulan Maret dengan kenaikan sebesar 0,44% terdorong oleh bullish di sektor otomotif. Saham pabrikan otomotif Perancis, Renault, melesat 6% setelah beredar kabar akan adanya merger dengan Nissan meski emiten terkait menolak untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Sementara itu, indeks DAX Jerman memimpin penguatan regional Eropa dengan lonjakan hingga 1,78% karena rilis data pengangguran Jerman mencapai rekor terendah pada periode Maret, yakni 5,3 persen.

Minyak mentah rebound

Harga minyak WTI ditutup naik 0,37% ke level USD 64,91 per barel. Pendorong harga minyak berasal dari data Baker Hughes yang melaporkan jumlah rig pekan lalu  turun tujuh buah menjadi hanya 797 rig saja. Namun demikian, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah rig minyak AS masih jauh lebih tinggi. Tahun lalu jumlah rig minyak aktif hanya mencapai 662 rig.

Batubara

Harga Batubara masih bisa mempertahankan penguatanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak April, harga batubara naik 0,60% ke level USD 92,25 per metrik ton. Laporan the Sierra Club dan CoalSwarm yang menyebutkan pembangunan masif pembangkit listrik tenaga batubara oleh China mendorong harga terus menguat. Seperti dilaporkan, dalam 20 tahun ke depan, perusahaan – perusahaan China diperkirakan akan membangun 1600 pembangkit listrik tenaga batubara di lebih dari 62 negara di dunia.

CPO melemah

Pada penutupan minggu lalu, harga CPO kontrak Juni 2018 ditutup melemah 0,58% jadi RM 2.404 per metrik ton. Proyeksi pulihnya produksi sawit  tahun ini menghantui laju CPO. Sepanjang 2018, produksi CPO Malaysia diperkirakan mencapai 20,5 juta ton yang mana jika terwujud, maka angka tersebut merupakan rekor baru produksi CPO Malaysia.


Image source: http://www.jmarkpowell.com/

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 12NO NEW POSTS