The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Morning Review

Pergerakan IHSG di akhir pekan ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan melemah terdampak oleh lesunya bursa Amerika dan Eropa. Lonjakan IHSG kemarin yang membentuk rekor baru biasanya juga akan diikuti oleh techical correction. Penopang laju indeks akan berasal dari sektor komoditas karena menguatnya harga minyak, batubara dan logam – logam industri seperti timah dan nikel. Secara teknikal, RSI dan Stochastic sudahmendekati zona jenuh beli, dan harga juga menyentuh upper bollinger band sehingga potensi terjadinya koreksi sehat cukup terbuka.

Bursa Amerika hentikan rally

Indeks Dow Jones turun 0,31% setelah kenaikan selama lima hari beruntun. Nasdaq dan S&P 500 masing – masing juga terpantau melemah 0,3% dan 0,41%. Pasar mengkhawatirkan keberlanjutan reformasi pajak, karena sikap yang ditunjukkan Senator Republik Mike Lee yang ragu-ragu memberi dukungan terhadap RUU pajak, sementara Senator Marco Rubio saat ini menentangnya. Namun, sikap mereka kemungkinan bisa berubah jika beberapa mekanisme dibuat sesuai draf.

Bursa Eropa lesu.

Mengikuti gerak Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,46%, dengan saham HSBC asal Inggris, BNP Paribas asal Prancis, dan Intesa asal Italia menjadi penekan terbesar terhadap pelemaham Stoxx. Indeks perbankan Eropa turun 0,6% karena investor pesimis bahwa kebijakan moneter akan diperketat. Padahal apabila diperketat dengan menaikkan suku bunga maka laba dan pendapatan perbankan juga akan meningkat.

Harga minyak menguat

Harga minyak WTI mengalami teknikal rebound  0,90% ke level USD 57,22 per barel. Penguatan tersebut terjadi di tengah prediksi International Energy Agency (IEA) yang berpusat di Paris bahwa  produksi minyak AS tahun depan akan naik dan mendorong kelebihan pasokan. IEA memperkirakan, produksi minyak AS tahun depan akan bertambah 870.000 barel per hari. Prediksi penambahan ini lebih tinggi ketimbang prediksi bulan lalu pada 790.000 barel per hari.

Batubara rebound

Harga batubara mampu bergerak rebound karena adanya kekhawatiran akan berkurangnya pasokan dari negara eksportir serta kondisi musim dingin di China yang berpotensi meningkatkan permintaan. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,20% sedangkan di Rotterdam, harganya terangkat hingga 0,58%.

CPO kembali rontok

Harga CPO kembali melemah 0,49% ke level 2450 ringgit per ton. Harga CPO beberapa pekan terakhir terus bergerak melemah karena beberapa sentimen negatif seperti anjloknya ekspor minyak sawit Malaysia, pelemahan harga minyak kedelai dan menguatnya mata uang ringgit.


Image source: static01.nyt.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks Wall Street bergerak dengan kecenderungan menguat dimana Dow Jones dan Nasdaq masing – masing naik 0,33% dan 0,2% setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga kalinya ke range 1,25% – 1,50% seperti yang diperkirakan. The Fed juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,5% pada 2018, naik dari perkiraan 2,1% pada bulan September. Sementara itu, laju pertumbuhan PDB diperkirakan akan mereda menjadi 2,1% pada 2019, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 2,0%.

Meskipun demikian, sektor finansial di bursa Amerika justru bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 1,3% menyusul anjloknya saham perbankan karena investor mengharapkan The Fed bersikap lebih hawkish. Hal ini yang membuat indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,05%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,21% tertekan oleh sektor perbankan yang mengekor pergerakan bursa Wall Street. Selain itu bursa Italia juga turut menjadi penekan seiring anjloknya indeks  FTSE MIB sebesar 1,4% di tengah kekhawatiran tidak akan ada kemenangan mayoritas di parlemen.

Harga minyak tertekan

Harga minyak WTI ditutup melemah 0,93% ke level USD 56,71 per barel setelahd ata Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak AS  mencapai rekor tertinggi sebesar 9,78 juta barel per hari (bph) sedangkan jumlah cadangan bensin AS melonjak 5,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 2,5 juta barel.

Batubara mixed

Setelah rally penguatan selama lima hari beruntun, harga batubara di bursa Rotterdam akhirnya terkoreksi dimana untuk kontrak Januari 2018 harganya merosot hingga 1,05%. Namun demikian, di bursa Newcastle, harga batubara masih mampu ditutup menguat sebesar 0,50%.

CPO kembali bearish

Setelah sempat bergerak menguat, harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan penurunan sebesar 0,36% ke level 2462 ringgit per ton yang mana merupakan merupakan level terendah sejak 28 Juni.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas karena melemahnya harga komoditas dan lonjakan indeks di akhir perdagangan kemarin bisa memicu aksi profit taking pada awal pembukaan pasar pagi ini. Penopang laju indeks akan berasal dari sentimen positif dari menguatya bursa Amerika dan regional Asia yang mayoritas dibuka menguat. Secara teknikal, indeks saat ini berada di resisten 6053 namun indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan harga berada di zona netral. Terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan.


Image source: blog.oup.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan menguat terbatas terdampak oleh sentimen positif dari kenaikan bursa Amerika dan Eropa serta rebound di harga komoditas seperti batubara dan CPO. Harga minyak yang kemarin tergelincir juga pagi ini mulai menunjukkan tanda – tanda penguatan. Secara teknikal pergerakan indeks masih sideways di area middle bollinger band, namun terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan uptrend jangka pendek yang terjadi saat ini, akan berbalik arah. Bursa regional Asia pagi ini juga tidak memberikan sentimen yang berarti karena pergerakan yang mixed dimana indeks Nikkei 225 dan STI Singapura melemah namun Kospi dan ASX 200 Australia terpantau menguat.

Dow Jones dan S&P 500 perbarui rekor

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghiaju dimana Dow Jones dan S&P 500 menguat 0,49% dan 0,15% yang sekaligus memperbarui rekor penutupan tertingginya. Saat ini dow Jones berada di level 24.504,80 sedangkan S&P 500 di 2.664,11. Optimisme reformasi pajak dan antisipasi terhadap pertemuan dua hari The Federal Reserves memacu aksi beli investor.

Bursa Eropa tersenyum

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,66%, dengan saham Gemalto, perusahaan jasa keamanan digital yang berbasis di Belanda, melonjak 34,6% menyusul penawaran senilai 4,3 miliar euro dari konsultan teknologi asal Prancis, Atos. Penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan saham – saham energi yang mendapat berkah dari kenaikan harga minya, batubara dan gas alam

Harga minyak jatuh

Setelah menguat selama beberapa sesi beruntun, akhirnya harga minyak berbalik melemah. Harga minyak WTI turun 1,31% ke level USD 57,24 per barel terdampak aksi profit taking. Namun, pelemahan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena para analis percaya stok minyak akan turun sebesar 3,8 juta barel pada rilis data API pekan ini.

Batubara perkasa

Batubara menguat tiga hari berturut – turut dimana di bursa Newcastle untuk kontrak Januari 2018 melonjak hingga 1,41% sedangkan di Rotterdam, harganya menguat 0,79%. Sentimen batubara masih terkait dengan peningkatan permintaan China untuk menghadapi musim dingin.

CPO rebound

Harga CPO mengalami teknikal rebound setelah pasar merasa bahwa harga sudah terlalu murah. Namun secara keseluruhan trend penurunan masih belum usai karena pengaruh penurunan permintaan. Kemarin harga CPO di bursa Malaysia ditutup menguat 0,57% ke level 2471 ringgit per ton.


Image source: http://media.beam.usnews.com

0

Morning Review

Senin kemarin terjadi ledakan sebuah ‘bom pipa’ yang mengguncang Otoritas Pelabuhan New York, Amerika Serikat, dimana seorang meledakkan sebuah bom yang diikatkan ke dadanya dan melukai dirinya sendiri serta tiga orang lainnya. Kepolisian New York mengidentifikasi tersangka sebagai Akayed Ullah, 27 tahun, yang saat ini dirawat karena luka bakar di rumah sakit terdekat dan ada dalam tahanan polisi.

Setelah kejadian ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 terpantau bergerak datar karena investor mencermati dampak lebih lanjut dari kejadian tersebut, meski kemudian kedua indeks tersebut melanjutkan kenaikanya karena terdorong oleh sektor teknologi dan energi akibat kenaikan harga minyak serta optimisme investor perihal suku bunga AS akhir pekan ini. Indeks Dow Jones ditutup menguat  0,23% sedangkan indeks S & P 500 dan Nasdaq masing – masing naik sebesar 0,32% dan 0,51%.

Bursa Eropa melemah

Berkebalikan dengan bursa Amerika, indeks Stoxx Europe 600 justru ditutup melemah 0,05% tertekan sektor teknologi dan penguatan mata uang euro yang menguat hingga 0,3% terhadap dollar AS dan berpotensi menurunkan laba emiten eksportir.

IHSG bergerak sideways

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed didorong oleh sentimen penguatan bursa Amerika dan harga komoditas seperti minyak dan batubara. Secara teknikal indeks masih dalam tekanan jual setelah kemarin ditutup di bawah garis middle bollinger band. Stochastic juga terindikasi membentuk dead cross meski di area netral. Bursa regional Asia yang umumnya bisa digunakan sebagai acuan juga terpantau mixed dimana Nikkei dan Hang Seng menguat namun Shanghai Composite dan Kospi terpantau bergerak turun.

Minyak mentah membara

Setelah melemah di awal perdagangan, harga minyak kembali melonjak hingga 1,12% ke level USD 58 per barel setelah tersiar kabar bahwa operator Ineos, pabrik terbesar dunia untuk produk minyak dan kimia, mengatakan bahwa sistem pipa Forties, salah satu saluran minyak terpenting harus dihentikan sepenuhnya karena ditemukan kerusakan.

Batu bara cerah

Harga batubara memperpanjang penguatanya setelah pemerintah China meningkatkan impor dan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk pembangkit dan pemanas listrik di tengah dinginnya cuaca. Di bursa Newcastle untuk kontrak Januari 2018 harga batubara naik 0,88% sedangkan di Rotterdam melonjak hingga 1,14%.

CPO terus terpuruk

Rentetan penurunan harga CPO masih belum terhenti setelah kemarin di bursa malaysia harganya kembali anjlok 0,81% ke level 2457 ringgit per ton. Hal ini diperparah oleh harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi yang turut tergelincir sebesar 0,53%.

 

Image source: officer.com

0

Morning Review, Morning Update

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk sedikit menguat terdorong oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan regional Asia pagi ini serta penguatan harga batubara. Meski demikian, indeks berpotensi tertekan oleh sentimen dari dalam negeri yang tidak begitu bagus pasca rilis data posisi cadev Indonesia akhir November 2017 tercatat US$ 125,97 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Oktober 2017 sebesar US$ 126,55 miliar. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih sideways yang berada di area middle bollinger band. RSI dan Stochastic juga menunjukkan bahwa indeks masih berada di zona netral.

Data tenaga kerja melebihi perkiraan, Wall Street menghijau

Bursa Amerika menghijau dimana Dow Jones menguat 0,5% sedangakn S&P 500 dan Nasdaq menguat masing – masing 0,6% dan 0,4%. Departemen tenaga kerja AS merilis data tenaga kerja baru pada November sebesar 228.000 yang mana jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom di angka 195.000 pekerja baru.

Bursa Eropa bullish

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,63% terdorong penguatan besar pada indeks FTSE Inggris sebesar 1,0% dan DAX Jerman yang naik 0,83%. Pendorong utama indeks berasal dari menguatnya saham Volkswagen dan saham Airliner di Inggris, serta kenaikan di sektor mining akibat pulihnya harga minyak dan batubara.

Minyak terkoreksi

Di Senin pagi ini harga minyak mengalami sedikit koreksi dimana harga minyak WTI turun 17 sen ke level US$ 57,19 per barel. Data Baker Hughes yang dirilis Jumat lalu, menunjukkan produsen minyak AS menambah dua unit rig menjadi 751, jumlah tertinggi dalam tiga bulan.  Peningkatan produksi di AS bisa menghambat upaya pengurangan produksi yang dilakukan OPEC dan sekutunya.

Batubara perkasa

Harga batubara melanjutkan penguatanya di kedua bursa utama dunia masih dipengaruhi sentimen positif dari China dan pergerakan harga minyak. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,88% sedangkan di bursa Rotterdam, harganya melesat 1,14%.

Harga logam industri tertekan

Menguatnya mata uang dollar dan proyeksi penurunan permintaan pasca kebijakan pemerintah China mengenai pengetatan aktivitas investasi di sektor properti yang berpotensi bubble mendorong harga logam industri terkoreksi. Harga Nickel melemah 0,48% sedangkan Alumunium sepanjang Kamis hingga Jumat lalu terkoreksi 3,08% menjadi US$ 2.010 per metrik ton.

CPO masih terkapar

Harga CPO masih terus bearish, Jumat lalu di bursa malaysia, harga CPO kembali anjlok 0,92% ke level 2477 ringgit per ton, bahkan ketika minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya mencatatkan kenaikan sebesar 0,75%.

 

Image source: www.activistpost.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat terbatas karena pengaruh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan Eropa serta regional Asia pagi ini. Harga komoditas seperti minyak bumi, batubara dan logam industri yang naik juga turut membantu indeks bergerak ke atas. Meski demikian, perlu diwaspadai, di akhir pekan umumnya investor cenderung menghindari posisi beresiko sehingga pasar bisa bergerak sedikit lesu. Secara teknikal posisi indeks saat ini sideways di rentang middle bollinger band dan dilihat dari stochastic maupun RSI masih berada di zona netral.

Bursa Amerika cerah

Bursa Amerika bergerak positif karena menguatnya sektor teknologi dipimpin oleh saham Facebook dan Alphabet. Indeks Dow Jones menguat 0,29% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing naik 0,54% dan 0,29%.

Bursa Eropa naik tipis

Bursa saham Saham Eropa berhasil rebound dimana Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,09% karena kenaikan saham – saham di sektor finansial dan teknologi yang mengimbangi penurunan di sektor ritel. Sektor ritel terbebani anjloknya saham Steinhoff sebesar 45% setelah terungkapnya  penyimpangan akuntansi dan mundurnya CEO perusahaan.

Minyak mentah rebound

Seiring berlalunya sentimen negatif dari kenaikan persediaan bensin AS dan kepercayaan bahwa Arab Saudi akan tetap proaktif mengelola pasokan minyak mentah global, harga minyak WTI ditutup rebound 1,27% ke level USD 56,63 per barel.

Batubara mendapat sentimen positif

Harga batubara melanjutkan penguatanya. Di bursa Newcastle dan Rotterdam, batubara kontrak Januari 2018 naik di kisaran 0,26% menyusul keputusan pemerintah China yang menerbitkan aturan mengenai kisaran stok batu bara yang wajar untuk produsen batubara, distributor, dan pengguna agar pasokan selalu stabil.

CPO masih lesu

Trend bearish CPO masih terus berlanjut, bahkan ketika minyak kedelai mampu rebound sebesar 0,48%. Di bursa Malaysia, harga CPO ditutup turun 1,46% ke level 2500 ringgit per ton.

Harga logam industri bergerak menguat

Harga nikel melonjak 1,66% karena mendapat sentimen positif dari optimisme penambang logam terbesar di dunia Vale SA yang merevisi perkiraan output nikel untuk lima tahun ke depan seiring peningkatan permintaan dari produsen mobil listrik. Di saat yang sama, harga timah terpantau naik tipis 0,03% sedangkan harga tembaga sedikit naik 0,11% menjadi US$6.550 per ton


Image source: www.kiplinger.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak mixed dimana secara teknikal IHSG baru saja ditutup di atas garis middle bollinger band sedangkan Stochastic membentuk golden cross di area netral. Sentimen dari luar negeri selain naiknya harga batubara masih belum ada yang positif. Bursa Amerika dan Eropa melemah serta komoditas minyak, logam dan CPO bergerak turun. Namun capital inflow yang baru – baru ini terus masuk ke bursa, dimana asing mencatatkan net buy di pasar reguler berpotensi mengerek indeks untuk melaju ke atas.

Bursa Wall Street merah

Indeks Dow Jones dan S&P 500 masih bergerak memerah dengan pelemahan sebesar 0,16% dan 0,01% sedangkan Nasdaq bergerak menguat 0,21 seiring dengan rebound di saham teknologi. Saham Microsoft, Facebook dan Alphabet naik lebih dari 1% mengimbangi penuruna pada saham-saham emiten perminyakan seperti Schlumberger, Exxon dan Chevron turun antara 0,6% dan 2,17%.

Bursa Eropa melemah tipis

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,1% setelah sempat jatuh hingga 1%. Namun melemahnya Euro menjelang penutupan pasar mampu memberikan sentimen positif bagi emiten – emiten eksportir sehingga indeks bergerak menguat.

Minyak mentah merosot tajam

Harga minyak WTI turun tajam hingga -2,64% ke level USD 57,44 per barel setelah data EIA menunjukkan persediaan bensin AS meningkat sebesar 6,78 juta barel pekan lalu, sedangkan prediksi pasar sebelumnya, menyatakan bahwa persediaan bensin akan turun.

Batubara catatkan rebound

Harga batubara berhasil menguat di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,57% sedangkan di Rotterdam, harganya menguat 0,66%. Namun perlu diwaspadai trend penurunan belum usai, mengingat China terindikasi tengah mengurangi impor batubara dimana pada November lalu tercatat penurunan pengiriman sebesar 8,7% meski musim dingin belum usai.

CPO kembali longsor

Harga CPO di bursa malaysia ditutup turun  1,05% ke level 2537 ringgit per ton, masih dibayangi oleh kelebihan supply karena turunya permintaan. Data statistik yang dirilis perusahaan kargo Intertek Testing Services menunjukkan kemungkinan penurunan ekspor minyak sawit sekitar 6,4% pada tingkat bulanan.


Image source: media2.s-nbcnews.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini mendapat sentimen negatif dari merosotnya bursa Amerika dan Eropa serta regional Asia pagi ini sehingga kami prediksikan akan bergerak melemah terbatas. Indeks Nikkei, Shanghai dan Kospi dibuka turun di kisaran 0,3% – 0,7% karena belum pulihnya saham – saham teknologi dan mulai adanya aksi profit taking di saham perbankan. Kemudian, turunya harga beberapa komoditas seperti batubara, CPO dan logam industri juga akan membebani laju indeks.

Meskipun demikian, pergerakan indeks akan mendapat sentimen positif dari kenaikan harga minyak. Indikator teknikal juga menunjukkan bahwa harga saat ini sudah mendekati zona jenuh jual, sehingga penurunan yang terjadi akan cenderung terbatas.

Bursa Amerika melemah

Mulai redanya euforia kelolosan RUU reformasi pajak membuat bursa Wall Street bergerak loyo. Sektor teknologi yang sempat rebound akhirnya ditutup melemah dan membebani pasar. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones turun 0,45% sedangkan Nasdaq dan S&P masing – masing melemah 0,19% dan 0,37%.

Bursa Eropa merosot

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,73 poin atau 0,19% terbebani oleh sektor finansial yang turun karena aksi profit taking investor yang merasa saham – saham di sektor perbankan sudah naik cukup tinggi.

Harga minyak rebound

Harga minyak WTI langsung melonjak di awal perdagangan namun perlahan turun menyusul laporan American Petroleum Institute (API) yang menyebutkan stok bensin di AS melonjak 9,2 juta barel pekan lalu sehingga hanya ditutup menguat 0,42% ke level USD 57,44 per barel.

Batubara kembali turun

Setelah kemarin sempat mencatatkan penguatan, harga batubara kembali melemah. Di bursa Newcastle, harga batubara anjlok 0,93% untuk kontrak pengiriman Januari sedangkan di bursa Rotterdam harganya merosot 0,81%.

CPO terus anjlok

Trend turun minyak sawit  masih kuat.  Meskipun minyak kedelai sudah mencatatkan rebound, harga CPO di bursa Malaysia masih anjlok 0,74% ke level 2564 ringgit per ton.


Image source: unitedenergyconsultants.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas ditenagai oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Pergerakan harga komoditas batubara dan logam industri yang turut naik juga akan mendukung laju kenaikan indeks. Namun investor perlu mewaspadai turun-nya harga minyak mentah dan CPO yang berpotensi menggerus kinerja saham – saham terkait.Secara teknikal Stochastic dan RSI sudah mendekati zona jenuh beli. Resisten IHSG ada di area middle bollinger band di kisaran 6035.

Dow Jones cetak rekor lagi

Indeks Dow Jones mencapai rekor penutupan tertinggi setelah naik 0,24%, namun indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah -0,11% dan -1,05%. Saham – saham perbankan melonjak lebih dari 2% setelah Senat AS yang didominasi Partai Republik menyetujui RUU pajak pada Sabtu pekan lalu, sedangkan sektor teknologi melemah karena investor menyesuaikan kembali portofolio mereka dengan harapan mendapatkan keuntungan dari pemotongan pajak perusahaan.

Bursa Eropa menguat

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,91% terdampak oleh penguatan dari bursa Amerika terkait lolosnya RUU reformasi pajak. Saham perbankan menjadi pendorong utama kenaikan indeks dimana saham Saham Allianz, BNP Paribas dan Santander menguat di kisaran 1,3% hingga 1,9%.

Minyak mentah terkoreksi

Harga minyak WTI terjun 1,58% ke level USD 57,44 per barel karena kekhawatiran bahwa kesepakatan OPEC untuk memperpanjang pengurangan produksi dapat meningkatkan aktivitas pengeboran AS. Seperti diketahui, jumlah rig minyak AS sudah berada pada level tertinggi sejak September sedangkan output A.S. berada pada rekor tertinggi dalam statistik mingguan pemerintah.

Batubara rebound besar

Harga batubara kontrak Januari 2018 di kedua bursa utama dunia serempak menguat lebih dari satu persen setelah Badan Pertambangan Nasional Colombia melaporkan produksi batu bara negara tersebut turun 8% (y-o-y) menjadi 21,5 juta ton pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan dengan 23,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

CPO kembali melemah

Trend pelemahan CPO masih berlanjut seiring dengan anjloknya harga minyak kedelai. Di bursa Malaysia, harga CPO ditutup turun 0,81% ke level 2583 ringgit per ton.

 

Image source: cdn.inquisitr.com

0

Morning Review

Tekanan jual yang besar dan mendadak di sesi pre closing pada perdagangan pekan lalu membuat IHSG anjlok hingga 1,8%. Mengingat aksi jual tersebut lebih dipengaruhi oleh keengganan investor mengambil posisi beresiko menjelang libur panjang dan bukan karena adanya alasan fundamental, maka pergerakan indeks di awal pekan ini kami perkirakan akan rebound. Hal ini didukung oleh harga komoditas seperti minyak, batubara dan CPO yang menguat.

Meski demikian, secara teknikal IHSG terlihat masih bisa bergerak turun terlihat dari pergerakan harga yang sudah menembus lower bollinger band dan candle membentuk bearish marubozu yang berarti tekanan jual pasar masih cukup besar. Indikator stochastic dan RSI juga menunjukkan bahwa level IHSG saat ini masih belum berada di zona jenuh jual (oversold).

Bursa Amerika melemah

Indeks Dow Jones turun 0,17% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melemah masing – masing 0,20% dan 0,38% setelah pasar mengamati dampak pemecatan bekas penasihat keamanan AS, Michael Flynn, karena berbohong kepada Wakil Presiden AS Mike Pence dan FBI mengenai hubungan dengan Rusia.

OPEC perpanjang kesepakatan

Harga minyak melanjutkan peningkatan setelah OPEC dan sejumlah produsen minyak utama lainnya menyepakati perpanjangan pemangkasan produksi sampai akhir 2018 pada konferensi di Wina. Sebagai hasilnya harga minyak WTI kontrak Januari 2018 meningkat 0,41 poin atau 0,71% menjadi US$57,81 per barel sedangkan patokan Eropa,minyak Brent naik 0,85% menuju US$63,16 per barel.

Batubara datar

Harga batubara bergerak flat dimana di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman Januari 2018 terpantau turun 0,05% sedangkan di bursa Rotterdam naik 0,22%.

Harga logam industri mixed

Harga aluminium terkoreksi 1,64% menjadi US$1.068 per ton setelah Departemen Perdagangan AS, memulai melakukan penyelidikan antidumping dan antisubsidi terkait impor aluminium dari China. Harga timah juga terpantau turun 0,78%.

Berkebalikan dengankedua logam tersebut, harga tembaga dan alumunium justru rebound 0,92% dan 1,55% karena mulai redanya tekanan dari proyeksi penurunan permintaan dari China dan pasar mulai berfokus pada pertumbuhan pasar properti di Australia dan Selandia Baru yang cukup positif.

CPO menguat

Cuaca buruk yang terjadi di pekan ini membuat distribusi menurun drastis, akibatnya harga CPO menguat cukup tajam hingga 1,60% ke level 2604 ringgit per ton.

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 6NO NEW POSTS