The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Dipengaruhi sentimen positif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini, IHSG kami perkirakan akan bergerak naik menuju resisten di level 6630. Penguatan IHSG juga akan ditopang oleh sektor komoditas dimana harga batubara dan logam industri masih bullish. Secara teknikal baik RSI maupun Stochastic masih berada di zona netral sehingga potensi penguatan cukup terbuka, apalagi kemarin juga terbentuk pola golden cross yang mengindikasikan adanya penguatan lanjutan.

Bursa Amerika menguat di hari ketiga

Indeks – indeks utama Wall Street berhasil ditutup di zona hijau meski di awal perdagangan sempat anjlok karena kekhawatiran investor menjelang rilis data inflasi Amerika. Apabila angka inflasi ini naik maka akan menjadi resiko terbesar bagi pasar saham. Indeks Dow Jones berakhir menguat 0,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 0,26% dan 0,45%.

Bursa Eropa lemas

Indeks Stoxx Europe 600 berkahir minus 0,6% tertekan rilis laporan keuangan perusahaan yang mengecewakan. Sektor telekomunikasi menjadi yang paling parah terdampak penurunan saham Telenet yang kenaikan labanya di bawah ekspekstasi. Kemudian Saham Smelter Aurubis turun 8% setelah laporan keuangannya lebih rendah dari perkiraan. Investor Eropa juga bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika malam nanti yang akan digunakan sebagai acuan penentu kenaika suku bunga the Fed.

Minyak mentah kembali terkapar

Setelah sempat rebound karena melemahnya dollar, minyak WTI kembali ke trend bearishnya dan ditutup turun 0,76% ke level USD 58,93 per barel. Melemahnya minyak disebabkan  laporan American Petroleum Institute (API) yang menyatakan bahwa stok minyak mentah nasional naik 3,95 juta barel sedangkan pasokan bensin bertambah 4,63 juta barel.

Batubara lanjutkan rebound

Harga batubara masih mampu bergerak naik dimana di bursa Rotterdam dan Newcastle harganya menguat 3,30% dan 1,62%. Perhatian investor tertuju pada China yang akan melangsungkan libur panjang mulai besok sehingga perusahaan pembangkit listrik mulai mengamankan stok batubaranya.

Harga CPO melemah

Minyak sawit kembali turun 1,06% namun masih berada di atas level 2500 ringgit setelah adanya proyeksi penurunan demand dari China dan Uni Eropa. Permintaan dari China diperkirakan turun 18% mom karena cadangan minyak nabatinya masih cukup tinggi. Kemudian dari Uni Eropa permintaan diperkirakan melemah hingga 29% karena masifnya kampanye anti deforestasi.


Image source: investorintel.com

0

Morning Review

Setelah Wall Street dan bursa Eropa bergerak naik di awal pekan, sejumlah indeks regional Asia juga turut menghijau dengan Nikkei 225 Jepang memimpin penguatan sebesar 0,71%  setelah Haruhiko Kuroda akan di pilih kembali sebagai gubernur BoJ yang berarti kebijakan moneter yang longgar masih akan terus berlangsung. Selain dari Jepang,indeks ASX 200 Australia turut menguat 0,37% sedangkan  indeks Kospi Korea dan STI Singapura melaju 0,21% dan 0,50%.

Pelemahan bursa Amerika mulai terhenti

Sejumlah indeks utama Wall Street melanjutkan penguatanya di awal pekan ditenagai oleh penguatan saham – saham konstruksi, bahan baku dan industri setelah pengumuman anggaran pemerintahan Donald Trump yang salah satunya berisi proyek pembangunan infrastruktur. Indeks Dow Jones menguat 1,7% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 1,39% dan 1,56%.

IHSG berpotensi naik

Ditenagai sentimen positif dari rebound bursa global dan kenaikan harga – harga komoditas seperti minyak, batubara, logam industri serta CPO, IHSG hari ini kami proyeksikan akan bergerak bullish. Apalagi hal ini didukung oleh indikator teknikal seperti RSI dan Stochastic yang menunjukkan indeks masih berada di dekat zona oversold (jenuh jual).

Logam industri bullish

Harga logam industri bergerak menguat menyusul beberapa sentimen positif seperti melemahnya mata uang dollar sebesar 0,31% dan rencana anggaran pembangunan infrastruktur Amerika senilai USD 1,5 triliun yang berpotensi meningkatkan permintaan logam. Harga tembaga melaju 1,7% ke level USD 6867 per ton, disusul oleh nickel yang menguat 1,24%dan timah yang naik 0,25%

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI berhasil ditutup naik 0,30% ke level USD 59,38 per barel setelah pernyataan positif dari Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazrouei yang menyebutkan bahwa demand minyak masih kuat sehingga output terkendali dari OPEC akan mampu menghapus oversupply minyak global.

Batubara serempak naik

Harga batubara serempak menguat di kedua bursa utama dunia. Di bursa Rotterdam, harga batubara kontrak Maret ditutup naik 0,82% ke level USD 80,25 per metrik ton sedangkan di bursa Newcastle, harganya melaju 0,61% ke level USD 98,65 per metrik ton.

CPO di atas level 2500 ringgit

Rally CPO terus berlanjut dan akhirnya kembali di atas level 2500 ringgit per ton menyusul penurunan produksi tandan sawit yang secara siklikal akan terjadi di kuartal pertama setiap tahunya. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 0,99% ke level 2540 ringgit per ton.


Image source: www.unenvironment.org

0

Morning Review

Jumat lalu, bursa Amerika berhasil bergerak menghijau setelah aksi jual besar – besaran di hari sebelumnya. Indeks Dow Jones melonjak 1,38% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 1,49% dan 1,44%. Perhatian investor mulai teralihkan dari naiknya yield obligasi AS menuju laporan keuangan perusahaan di 2017. Data terakhir dari Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan kuartal-IV 2017 diperkirakan meningkat 14,7% year on year, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat sebesar 8,0%.

Bursa Eropa justru melemah

Penguatan wall Street tidak mampu membuat bursa eropa bergairah. Indeks Stoxx 600 turun 1,45 persen dengan seluruh sektor berada di zona merah. Saham – saham di sektor perdagangan menekan pasar menyusul laporan keuangan L’Oreal yang hanya mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5,5%.

IHSG berpotensi menguat

Selain sentimen dari menguatnya bursa global, IHSG juga ditenagai oleh rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) di 2017 yang tercatat sebesar USD 11,6 miliar. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar US$ 17,3 miliar atau 1,7% dari PDB, lebih rendah dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang sebesar 1,8% dari PDB.

Secara teknikal, rally penurunan IHSG selama dua hari terakhir sudah membuat indeks mendekati zona oversold (jenuh jual) seperti yang ditunjukkan oleh indikator RSI sehingga potensi rebound cukup besar. Selain itu stocastic membentuk pola golden cross yang meski berada di area netral cukup mengindikasikan adanya potensi bullish.

Emiten batubara terkendala regulasi

Setelah penurunan tajam harga batubara global, kini emiten batubara lokal kembali harus terpukul oleh semakin dekatnya tenggat waktu peraturan berupa keharusan menggunakan kapal berbendera Indonesia dan perusahaan asuransi Indonesia mulai April 2018. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Batubara Indonesia, hal ini membuat beberapa pembeli potensial dari luar negeri menunda pembuatan kontrak baru.

Minyak kembali anjlok

Harga minyak dunia kembali turun tajam dimana minyak WTI merosot hingga USD 1,95 menjadi USD 59,20 per barel setelah data terbaru menunjukkan jumlah oil rig di Amerika bertambah 26 buah menjadi total 791 rig. Sebelumnya minyak juga terhantam berita jumlah produksi Amerika yang kini telah melampaui Arab Saudi di level 10,25 juta barel per hari.

CPO berhasil rebound

Meski hampir terus melemah di sepanjang sesi perdagangan , harga CPO berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,72% ke level 2515 ringgit per ton setelah sejumlah survei analis menyebutkan bahwa ada kemungkinan produksi sawit Januari akan turun 14,9% dibanding Desember tahun lalu.


Image source: www.varchev.com

0

Morning Review

Kejatuhan bursa Amerika tadi malam membuat investor mengalihkan sebagian besar sahamnya ke aset – aset safe haven seperti emas. Harga emas kemarin ditutup menguat 0,33% di level USD 1.319 per troy ounce dan bahkan di pagi ini di pasar spot comex harganya masih naik hingga 0,35% ke level   USD 1323,60 per troy ounce. Selain emas, harga minyak sawit juga terpantau menguat seiring dengan melemahnya mata uang ringgit Malaysia. Harga CPO ditutup naik 0,56% ke level 2497 ringgit per ton bahkan di saat minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi, anjlok tajam -1,07%.

Bursa Amerika longsor

Aksi jual besar – besaran kembali terjadi di bursa Wall Street. Indeks Dow Jones terjun -4,15% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing ambles -3,90% dan -3,75%. Kekhawatiran investor naik ketika imbal hasil obligasi Amerika bertenor 10 tahun naik setinggi 2,84%, mendekati level tertinggi empat tahun terakhir di level 2,85% setelah Bank of England mengatakan suku bunga mungkin perlu naik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Bursa Eropa turut melemah

Indeks saham Stoxx Europe 600 ditutup melemah -1,60% tertekan oleh penurunan saham Volkswagen dan BASF yang merosot- 3,8% dan -3,3%. Berita positif mengenai aksi merger dan akusisi serta hasil laporan keuangan yang positif tidak mampu mengangkat pasar. Indeks DAX Jerman memimpin kejatuhan bursa Eropa dengan penurunan sebesar -2,62% kemudian FTSE Inggris dan CAC Perancis juga turut melorot -1,49% dan -1,98%.

IHSG berpotensi melemah

Tidak adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri akan membuat IHSG bergerak mengikuti bursa global yang bergerak turun. Apalagi bursa Asia pagi ini turut dibuka melemah tajam dengan indeks Nikkei turun -2,69%, Kospi -1,65% kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng yang masing – masing melorot 2,70% dan -2,92%. Pergerakan harga komoditas selain CPO dan Emas juga tidak cukup bagus karena pelemahan tajam pada harga minyak dan batubara.

Minyak WTI melemah

Harga minyak mentah ambles ke level terendah dalam lima pekan terakhir dimana minyak WTI turun 2,01% ke level USD 60,42%. Penurunan minyak masih terkait dengan produksi minyak AS yang terus bertumbuh sejak November tahun lalu dan kini bahkan telah menembus 10,25 juta barel per hari pada pekan lalu. Jumlah output ini bahkan lebih tinggi dari Arap yang hanya memproduksi 10 juta barel per hari.

Batubara lemas

Mengikuti harga minyak, batubara turut anjlok tajam dimana di bursa Rotterdam kontrak Maret merosot hingga -3,43% sedangkan di Newcastle melemah -3,10%.


Image source: financialtribune.com

0

Morning Review

Mengabaikan merosotnya sejumlah indeks utama Wall Street, bursa regional Asia pagi ini dibuka menguat dipimpin oleh Nikkei 225 Jepang yang langsung melonjak hingga 1,11% disusul oleh Kospi Korea yang naik 0,96% dan STI Singapura yang ikut melompat 0,95%. Penguatan bursa Asia ini merespon data ekonomi dari berbagai negara seperti foreign investment di Jepang dan cadangan devisa di China dan Hong Kong yang menunjukkan adanya pertumbuhan. Kemudian investor juga menantikan rilis data ekspor-impor China serta neraca perdaganganya.

IHSG berpotensi mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan masih berpotensi untuk mixed dengan kecenderungan melemah  tertekan oleh lesunya harga komoditas dan sentimen negatif dari bursa Wall Street. Secara teknikal penurunan indeks selama beberapa hari terakhir membuatnya menjauhi zona jenuh beli, namun karena kuatnya tekanan jual dan derasnya outflow dana asing, maka IHSG masih dipaksa bergerak turun.

Bursa Amerika masih lesu

Kenaikan imbal hasil obligasi lagi – lagi membuat pasar Amerika bergerak lesu. Indeks Dow Jones melemah tipis -0,08% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 merosot masing – masing -0,90% dan -0,50%. Yield surat utang ini ditutup pada 2,845% semakin tinggi ketimbang level sebelumnya setelah Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat mengatakan bahwa pemerintah telah mencapai kesepakatan anggaran yang akan menaikkan pagu belanja sekitar US$ 300 miliar.

Harga minyak masih merosot

Harga minyak memperpanjang pelemahanya selama lima hari beruntun dan ditutup turun 3,57% ke level USD 61,66 dollar per barel. Harga minyak anjlok setelah data EIA menyebutkan produksi mingguan minyak AS mencapai 10,25 juta barel per hari. Angka ini lebih tinggi ketimbang produksi November yang sebesar 10 juta barel per hari.

Batubara merana, namun ada harapan

Mengikuti harga minyak, batubara turut melanjutkan trend bearishnya dimana di bursa Newcastle harganya turun 1,38% ke level USD 100,10 per metrik ton. Namun demikian, menjelang hari raya imlek di China, sejumlah perusahaan pembangkit listrik diperkirakan akan mengamankan pasokan mengingat pengangkutan batubara dengan kereta api dan pelabuhan cenderung melambat saat libur imlek. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan harga batubara thermal.

Harga CPO rebound

Harga CPO mengalami teknikal rebound di saat harga minyak kedelai anjlok hingga 1,81%. Harga CPO di bursa Malaysia ditutup naik 0,65% ke level 2483 ringgit per ton.

Image source: qzprod.files.wordpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan melemah terdampak penurunan bursa global dimana aksi jual tidak hanya terjadi di bursa Amerika saja, tapi juga Eropa dan regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei pagi ini ambles -5,22% disusul oleh Kospi (-2,63%) kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 1,42% dan 3,25%. Secara teknikal, IHSG masih cukup tinggi dimana indikator RSI dan Stochastic sudah berada di zona overbought. Rentang support dan resisstant ada di kisaran 6480 – 6598.

Bursa Amerika remuk

Sejumlah indeks utama bursa Amerika mengalami kejatuhan parah dan bahkan indeks Dow Jones mencatatkan penurunan terbesar dalam sejarah dimana ambles hingga 1175 poin atau -4,60%. Adapun S&P 500 dan Nasdaq tidak kalah tragis dengan penurunan sebesar 4,10% dan 3,78%. Aksi jual di pasar saham masih belum usai terdampak oleh kenaikan tajam yield US Treasury. Imbal hasil surat utang AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi empat tahun. Semalam, yield yang sama mencapai 2,88%, sebelum diperdagangkan di sekitar 2,75%.

Bursa Eropa turut ambles

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,56% yang merupakan pelemahan selama enam hari beruntun. Semua sektor dalam indeks Stoxx berakhir di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor rumah tangga dan telekomunikasi yang turun lebih dari dua persen.

CPO menguat

Di tengah harga komoditas yang turun, harga CPO berhasil rebound tipis 0,17% ke level 2493 ringgit per metrik ton. Cuaca buruk yang terjadi akhir – akhir menghambat distribusi minya sawit sehingga berpotensi terjadinya kekurangan suplai.

Logam industri cerah

Pelemahan mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks membuat sektor logam industri bergerak menghijau. Harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,65% senilai US$ 7.091 per metrik ton. Kemudian harga timah dan nickel masing – masing menguat cukup besar yaitu 1,01% dan 1,20%.

Minyak mentah lanjut melemah

Harga minyak mentah kembali melanjutkan penurunanya. Minyak WTI ditutup merosot 2,09% ke level USD 63,66 per barel setelah produksi minyak AS diperkirakan akan terus membesar seiring dengan naiknya jumlah rig pengeboran minyak shale di AS hingga level tertinggi dalam lebih dari lima bulan terakhir pekan lalu.

Batubara melemah

Sejalan dengan penurunan minyak mentah, harga batubara ikut melemah di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Maret, harga batubara turun 0,34% ke level USD 102,30 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, harganya anjlok hingga 1,43% ke level USD 86 per metrik ton.


Image source: renewalsa.sa.gov.au

0

Morning Review

Pada hari Senin ini BPS dijadwalkan akan merilis data pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang diperkirakan Bank indonesia akan berada di kisaran 5,1%. BI optimis bahwa pertumbuhan ekonomi 5,1% mengindikasikan bahwa Indonesia sudah mulai keluar dari fase perlambatan setelah di tahun 2016 lalu hanya mencatatkan 5,02%. Namun demikian, sejumlah ekonom berpendapat bahwa angka 5,1% akan sulit dicapai melihat realisasi di kuartal I,II dan III hanya di angka 5,01%, 5,01%, dan 5,06% yang berarti di kuartal IV diperlukan pertumbuhan ekonomi di atas 5,32%. Selain itu net ekspor yang hanya tumbuh 0,5% dan konsumsi rumah tangga yang stagnan di kisaran 4,9% cenderung tidak akan menyumbangkan banyak perubahan.

Bursa Amerika rontok

Sejumlah indeks utama Wall Street berguguran dimana Dow Jones merost hingga 2,54% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing terjerembab 2,12% dan 1,96%. Anjloknya indeks disebabkan oleh data tenaga kerja Amerika berada di angka 200.000 lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di kisaran 184.000. Investor khawatir dengan adanya indikator – indikator perekonomian yang terus membaik akan menyebabkan The FED mempercepat proses penaikan suku bunga acuan yang berakibat pada meningkatnya yield obligasi. 

IHSG terseret bursa global

Pergerakan IHSG hari ini akan cenderung melemah dipengaruhi oleh merosotnya bursa Amerika dimana indeks Dow Jones ambles 2,54% yang merupakan penurunan terburuk sejak Juni 2016. Kemudian dari sektor komoditas harga batubara dan CPO yang terus anjlok dan minyak mentah yang mulai jenuh tidak akan banyak membantu pergerakan indeks. Secara teknikal, IHSG mulai keluar dari zona overbought, namun masih di kisaran level tertinggi. Stochastic membentuk golden cross yang mengindikasikan penguatan lanjutan. Support IHSG akan berada di level 6520 yang merupakan garis MA 20 sedangkan resisten di angka 6675.

Emiten batubara dalam tekanan

Penurunan saham – saham emiten batubara dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh kondisi dari luar dan dalam negeri. Dari luar negeri, harga batubara terus mengalami penurunan seiring dengan langkah pembangunan infrastruktur rel kereta untuk batubara yang dianggap dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor. Kemudian dari dalam negeri, tekanan datang dari permintaan dirut PLN, Sofyan Basir, kepada presiden Jokowi yang mana menginginkan agar harga batubara diatur di kisaran USD 60 per metrik ton untuk mencegah fluktuasi tarif listrik.

Minyak WTI terkoreksi

Harga minyak WTI kembali tergelincir 0,53% ke level USD 65,45 per barel menyususl penguatan mata uang dolar pasca rilis data tenaga kerja Amerika yang di atas ekspektasi pasar. Selain itu peningkatan jumlah produksi minyak Amerika yang sudah mencapai level 10 juta barel per hari menimbulkan kekhawatiran akan berlebihnya suplai minyak dunia.

CPO melemah

Harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan pelemahan sebesar 0,84% ke level 2469 ringgit per ton. Melorotnya harga CPO masih terkait dengan penurunan ekspor yang dilaporkan Data Intertek Testing Service dimana pengiriman pada periode Januari 2018 menurun 9,3% menjadi 1,29 juta ton dari 1,42 juta ton yang diekspor pada Desember 2017.

 

Image source: http://dslz2jptujwmm.cloudfront.net

0

Morning Review

Tiga indeks utama Wall Street kembali mencatatkan penurunan tadi malam. Indeks Dow Jones terperosok hingga 1,37% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah 1,09% dan 0,86%. Penurunan indeks disebabkan oleh kenaikan yield obligasi AS yang melonjak ke level tertingginya setelah pertemuan dua hari The Fed resmi dimulai. Investor bersikap wait and see dan cenderung mengamankan dananya sambil mengamati prospek ekonomi dan penaikan tingkat suku bunga oleh bank sentral AS di tahun ini.

Bursa Eropa turut tergelincir

Indeks Stoxx Euro 600 berakhir melemah 0,9% karena merosotnya sektor siklis seperti batubara dan minyak mentah. Saham-saham sumber daya merosot 1,6% karena tertekan oleh anjloknya harga logam karena penguatan dolar AS. Selain sektor siklis, saham – saham finansial juga menekan indeks dimana sektor perbankan tersungkur hingga 1,3% sementara saham jasa keuangan melemah 0,8%.

IHSG melemah namun ada harapan dari bursa Asia

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan melemah terbatas terdampak oleh outflow dana asing dari bursa yang cukup deras karena belum jelasnya prospek ekonomi Amerika dan kenaikan suku bunga the FED yang membuat investor asing cenderung mengamankan dananya. Secara teknikal tekanan jual masih cukup kuat di pasar karena memang indeks yang sudah memasuki zona jenuh beli sehingga rawan profit taking.

Harapan bagi IHSG datang dari regional Asia dimana indeks Nikkei, Hangseng dan Shanghai Composite hanya mengalami penurunan tipis sedangkan Kospi Korea justru bergerak di zona positif dengan kenaikan sebesar 0,18%. Penguatan mata uang dollar membuat laba emiten – emiten berorientasi ekspor di Asia di proyeksikan meningkat.

Minyak mentah kembali koreksi

Harga minyak WTI kembali lanjutkan pelemahan sebesar -1,67% dan berada di level USD 64,36 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan telah melaporkan peningkatan stok minyak mentah sebesar 3,23 juta barel pekan lalu.

Batubara turun tajam

Mengikuti harga minyak, batubara mengalami koreksi cukup tajam dimana di bursa Newcastle anjlok tajam hingga 1,73% sedangkan di bursa Rotterdam melemah hingga 1,78% untuk kontrak Februari 2018.


Image source: http://static6.businessinsider.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan ditenagai dari sektor komoditas, utamanya adalah mining dan CPO terkait kenaikan komoditas batubara dan CPO. Namun demikian, perlu diwaspadai adanya potensi koreksi setelah terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan mulai terbentuknya tekanan jual di pasar yang saat ini dalam kondisi overbought seperti yang ditunjukkan indikator RSI dan Stochastic. Selain itu, pelemahan bursa Amerika, Eropa dan Asia pagi ini juga berpotensi menyeret IHSG ke zona merah.

Bursa Amerika terkoreksi

Tiga indeks acuan utama Amerika bergerak di zona merah setelah sektor teknologi mengalami kejatuhan sebesar 0,9% karena tertekan penurunan saham Apple sebanyak 2,1% menyusul pemberitaan bahwa perusahaan ini akan memangkas separuh produksi smartphone iPhone X. Secara keseluruhan indeks Dow Jones tergelincir 0,67% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing sebesar 0,52% dan 0,67%.

Bursa Eropa turun tipis

Index Euro Stoxx 50 ditutup turun tipis 0,16% tertekan oleh penurunan saham – saham teknologi di Jerman yang mengkhawatirkan penurunan produksi chip untuk smartphone. Indeks DAX Jerman sendiri ditutup melemah 0,12%.

Harga minyak tertekan penguatan dollar

Harga minyak mengalami koreksi sebesar 1,04% namun masih dalam level tertingginya di angka USD 65,45 per barel.Pergerakan minyak tertekan oleh penguatan Dollar indeks sebanyak 0,5% didorong kenaikan imbal hasil Treasury. Selain itu, menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh memperingatkan bahwa harga minyak mentah di US$60 akan mendorong output dari ladang minyak shale, sekaligus mendorong harga turun lagi.

Batubara masih kuat

Harga batubara mendapat sentimen positif dari China setelah empat produsen listrik nasionalnya memperingatkan bahwa adanya potensi kekurangan bahan bakar pemanas dan listrik, seiring dengan adanya badai salju yang cukup parah di provinsi bagian tengah dan selatan China. Sebagai hasilnya harga batubara di bursa Newcastle untuk kontrak Februari melonjak hingga 1,29%.

CPO di atas 2500 ringgit

Harga CPO mulai menampakkan tanda – tanda kepulihan setelah secara historis musiman, produksi standan sawit cenderung turun pada bulan Januari – Maret. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 1,57% ke level 2520 ringgit per ton.


Image source: theinsiderstories.com

0

Morning Review

Membuka awal pekan ini, IHSG kami proyeksikan akan bergerak menguat ditenagai sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Harga minyak yang kembali memanas juga akan mendorong sektor komoditas bergerak bullish. Secara teknikal, IHSG memang sudah berada di kondisi overbought, namun tekanan beli dari pasar yang masih kuat disertai inflow asing yang besar berpotensi membuat indeks terus melaju ke atas.

Bursa Amerika cetak rekor baru

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghijau dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Indeks Dow Jones menguat 0,85% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melesat hingga 1,28% dan 1,18%. Penguatan bursa As ditenagai oleh sektor teknologi dan kesehatan setelah laporan keuangan kuartal IV pada perusahaan AbbVie, Honeywell, Intel dan Rockwell mencetak pertumbuhan laba dan penjualan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Minyak semakin memanas

Harga minyak kembali ke trend bullishnya, dimana minyak WTI ditutup melonjak 1,47% ke level USD 66,14 dollar per barel setelah Venezuela dikabarkan kesulitan untuk mendistribusikan minyaknya ke luar negeri. Kapal – kapal tanker yang menunggu untuk pengisian minyak terus bertambah banyak di pelabuhan – pelabuhan venezuela.

Harga logam industri memudar

Setelah mencetak penguatan tinggi, harga logam industri mulai menunjukkan koreksi. Harga seng melemah 0,7% ke level US$ 3.442 per metrik ton sedangkan harga nikel turun 0,49% ke level USD 13632 per ton. Adapun harga alumunium turut tergelincir 0,58% ke USD 2.228 per metrik ton setelah berlebihnya suplai di China dan ancaman peningkatan produksi alumunium di Amerika.

CPO kembali melandai

Harga CPO Jumat lalu ditutup turun 0,40% menuju level 2481 ringgit per ton setelah data kargo Intertek Testing Services menunjukkan, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 7% dibanding periode sama bulan sebelumnya. Sementara, menurut Societe General de Surveillance, ekspor CPO Malaysia periode 1-25 Januari turun 6,8% dari periode sama bulan sebelumnya.


Image source: s-i.huffpost.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 9NO NEW POSTS