The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Sejumlah indeks utama di regional asia bergerak di teritori positif pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,88% diikuti Kospi yang naik 0,19% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik di kisaran 0,3%. Sentimen positif dari keinginan pemerintah Jepang untuk melakukan pertemuan dengan presiden Kim Jong Un dengan salah satu agendanya adalah membahas warga Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara beberapa dekade lalu.

Di sisi lain, presiden Kim Jong Un juga telah mengumumkan kepada pemimpin Partai Pekerja Korea yang berkuasa di korut mengenai kemungkinan pertemuan tingkat tinggi dengan Jepang, Rusia dan negara-negara lain. Jika hubungan dengan negara tersebut kembali berjalan lancar, Korea Utara dikabarkan akan menerima bantuan senilai USD 20 miliar – USD 50 miliar.

Bursa Amerika masih ditekan sektor teknologi

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak bearish yang lagi – lagi disebabkan oleh tekanan dari sektor teknologi. Saham Amazon  dan Netflix anjlok lebih dari 4% sedangkan Apple melemah 1,1%. Di sisi lain, saham sektor consumer dan real estate menjadi buruan investor setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat mencapai 2,9% secara tahunan, lebih tinggi ketimbang estimasi awal sebelumnya pada 2,5% didorong oleh laju belanja konsumen yang tinggi.

Minyak mentah melemah tipis

Harga minyak WTI ditutup melemah tipis 0,03% ke level USD 64,67 per barel, masih dibayangi oleh laporan American Petroleum Industry (API) terkait peningkatan pasokan minyak di Amerika. Selain API, Energy Information Administration (EIA) juga melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 1,64 juta barel pekan lalu yang mana hampir dua kali lipat di atas estimasi analis.

Batubara lanjut menguat

Harga batubara serempak bergerak menguat setelah beredar kabar bahwa perusahaan konglomerat India, Adani Enterprises gagal memenuhi tenggat waktu pengiriman batubara dari salah satu tambang batubara terbesar di Queensland karena masalah funding.  Di newcastel untuk kontrak April, harga batubara menguat 0,27% ke level USD 91,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya melaju hingga 0,45% ke USD 78,35 per metrik ton.

CPO terpuruk

Harga CPO di bursa Malaysia melanjutkan pelemahanya, bahkan ketika harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi terpantau naik. Di bursa malaysia, harga CPO ditutup turun 0,58% ke level 2417 ringgit per ton karena mata uang ringgit yang menguat hingga 0,7% ke level 3,8680 per dolar AS.

 

Image source: https://i.ytimg.com

0

Morning Review

Jatuhnya saham – saham teknologi di Amerika Serikat tadi malam mendorong aksi profit taking di bursa Asia. Indeks Nikkei 225 terpantau anjlok 1,7% diikuti Kospi yang minus hingga 1,52% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,92% dan 0,76%. Hal ini akan memberi sentimen negatif bagi IHSG sehingga kami prediksikan akan bergerak bearish moderate. Harga komoditas yang hampir semuanya melemah juga akan menekan sektor yang berkaitan ke zona merah. Secara teknikal, meski kemarin ditutup menguat namun tekanan dari pasar terpantau cukup besar sehingga indeks ditutup jauh lebih rendah dari harga pembukaanya dan hal ini bisa berlanjut hingga pembukaan pasar hari ini.

Saham Social Media tekan bursa Amerika

Sejumlah indeks utama Wall Street serempak bergerak bearish akibat kekhawatiran akan munculnya regulasi – regulasi baru terkait social media. Indeks Dow Jones terjerembab hingga 1,43% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 ditutup ambles  2,93% dan 1,73%. Selain itu saham-saham teknologi juga tertekan oleh berita bahwa Nvidia menghentikan uji coba self-driving mobil otonom untuk sementara waktu. Hal ini membuat saham Nvidia merosot hingga 7,8%.

Bursa Eropa abaikan pergerakan Wall Street

Bursa Eropa bergerak bullish dengan indeks acuan Stoxx Europe 600 melonjak hingga 1,16% ditenagai oleh indeks DAX Jerman yang melambung hingga 1,56%. Investor Eropa merespon dengan baik  laporan bahwa AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang perdagangan. Sektor otomotif, kimia dan teknologi menjadi katalis utama indeks setelah sebelumnya menderita akibat isu proteksionisme Amerika.

Minyak melemah tiga hari beruntun

Sejak menyentuh harga tertinggi di USD 65 per barel pekan lalu, harga minyak masih belum mampu menahan laju bearishnya. Pada perdagangan kemarin, minyak WTI kembali jatuh 1,36% ke level USD 64,69 per barel setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak yang lebih tinggi daripada ekspektasi, yaitu naik sebesar 5,3 juta barel menjadi 430,6 juta barel hingga akhir pekan lalu.

Batubara menguat

Berbanding terbalik dengan minyak mentah, harga batubara masih sanggup mencatatkan penguatan. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April, harga batubara menguat 0,11% ke level USD 91,45 per ton sedangkan di Rotterdam, harganya naik tipis 0,06% ke level USD 78,00 per metrik ton.

CPO berbalik turun

Sempat bergerak menguat karena didorong oleh rilis data ekspor yang solid, harga CPO berbalik turun karena tekanan dari penguatan mata uang ringgit. Sore kemarin mata uang ringgit terpantau menguat 0,61% terhadap dolar dan bertenggger di 3,8715 per dolar AS. Harga CPO pun ditutup turun tipis 0,12% ke level 2431 ringgit per ton.


Image source: https://www.theatlantic.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan masih akan dipengaruhi oleh bursa global yang belum begitu kondusif. Bursa Amerika dan Eropa Jumat lalu ditutup melemah sedangkan bursa regional Asia pagi ini dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 merosot 0,89% diikuti Shanghai Composite dan Hang Seng yang melemah 1,57% dan 0,41%. ASX 200 Australia dan STI Singapura juga terpantau turun 0,53% dan 0,65%. Meskipun demikian secara teknikal peluang rebound IHSG cukup terbuka mengingat pada pekan lalu meskipun ditutup melemah, IHSG bergerak naik dari harga pembukaan dan membentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan kuatnya tekanan beli. Stochastic dan RSI masih berada di zona oversold sehingga potensi rebound cukup besar.

Bursa Amerika kembali jatuh

Sejumlah indeks utama Wall Street melemah tajam pada perdagangan Jumat lalu. Indeks DowJones ambles hingga – 1,77% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing merosot -2,10% dan -2,43%. Investor lebih memilih mengambil posisi aman dan mencermati perkembangan perang dagang antara Amerika dengan China setelah Kementerian Perdagangan China mengajukan daftar 128 produk impor dari USA sebagai target tindakan balasan atas penerapan tarif senilai USD60 miliar terhadap produk impor dari negeri tirai bambu tersebut.

Bursa Eropa masih bearish

Bursa Eropa masih belum bisa kembali ke zona hijau setelah indeks acuan Stoxx 600 melemah 0,9 persen ke level terendah yang dicapai Februari tahun lalu. Saham-saham basic resources dan otomotif menjadi penekan terbesar sebagai dampak dari meluasnya eskalasi perang dagang antara Amerika dengan China. Indeks FTSE,Inggris turun -0,44 persen ke level 6.921,94. Indeks DAX  Jerman melemah -1,77 persen ke posisi 11.886,31 sedangkan Indeks CAC turun -1,39 persen ke level 5.095.22.

Minyak mentah melaju

Harga minyak WTI melonjak tajam 2,60% menuju level USD 65,88 per barel,  terdorong oleh rencana Arab Saudi untuk melanjutkan pembatasan produksi OPEC dan sekutunya hingga 2019 nanti untuk menyeimbangkan suplai minnyak global. Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, menyatakan bahwa anggota OPEC akan terus berkoordinasi dengan Rusia dan negara-negara produsen minyak non- OPEC lainnya terkait pembatasan pasokan yang semula hanya akan berlangsung hingga akhir 2018 diperpanjang hingga tahun 2019.

Batubara

Terkendalanya operasional pembangkit listrik tenaga batubara di New South Wales, Australia, dikhawatirkan akan menurunkan permintaan batubara untuk seminggu ke depan. Seperti diketahui pada pekan lalu , Australian Rail Track Corporation (ARTC) melaporkan adanya cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi banjir di sekitar New South Wales. Merespon hal ini, harga batubara terpantau bergerak melemah. Di Bursa Newcastle harga batubara drop hingga -0,49% ke level USD 92,10 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam, harganya anjlok hingga -1,32% ke USD 78,50 per metrik ton.

CPO

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup melemah 0,86% ke level 2426 ringgit per metrik ton setelah rilis data Malaysian Palm Oil Board menunjukkan bahwa produksi minyak sawit untuk periode 1-20 Maret 2018 mengalami peningkatan tajam 36,4% dari periode yang sama bulan sebelumnya. Selain hal tersebut, tekanan terhadap harga CPO juga datang dari rencana Malaysia untuk mulai memberlakukan pajak ekspor CPO sebesar 5% pada bulan April nanti. Hal itu berpeluang meningkatkan stok sekitar 15%-20% dalam jangka menengah.


Image source: http://chicagopolicyreview.org

0

Morning Review

Harga minyak WTI kemarin naik tajam hingga 3,30% ke level USD 65,49 per barel. Pendorong utama kenaikan ini berasal dari rilis data Badan Informasi Energi (EIA) Amerika yang melaporkan penurunan persediaan sebesar 2,6 juta barel pekan lalu, berbanding terbalik dengan prediksi para analis dalam survei yang memperkirakan adanya kenaikan persediaan sebesar 2,5 juta barel. Selain itu, harga minyak juga terpicu oleh melemahnya dollar indeks setelah the FED menaikkan suku bunga dan memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan lagi untuk 2018.

Bursa Amerika respon dingin kenaikan suku bunga

Dalam rapat pertama yang dipimpin oleh Jerome Powell, The FED memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin serta mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan dapat dinaikkan dengan lebih agresif di masa mendatang untuk menjaga stabilnya laju pertumbuhan ekonomi. Merespon hal ini, bursa Wall Street cenderung bergerak turun, namun tertahan oleh bullish saham – saham di sektor energi. Indeks Dow Jones turun tipis 0,18% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melemah 0,18% dan 0,26%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Euro Stoxx 600 melemah tajam pada awal perdagangan karena beredarnya kabar bahwa China sedang merencanakan langkah-langkah balasan terhadap tarif impor AS.Investor juga melakukan aksi wait and see menunggu keputusan the FED terkait suku bunga acuanya. Namun demikian, rebound sektor teknologi mampu membawa indeks sedikit ke atas sehingga hanya ditutup turun tipis 0,16%.

IHSG berpeluang menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan masih akan melanjutkan penguatanya meskipun terbatas. Kenaikan suku bunga the Fed sebelumnya telah diperkirakan pasar dan bahkan laju suku bunga yang direncanakan sebanyak tiga kali tahun ini sedikit lebih moderat daripada rencana kenaikan suku bunga pada rapat Desember tahun lalu yang memperkirakan ada empat kali kenaikan. Bursa Asia pagi ini juga terpantau menguat dimana indeks Nikkei 225 melambung 0,76% diikuti Kospi yang mendaki 0,82% sedangkan Hang Seng dan Shanghai Composite melaju 0,73% dan 0,02%.

 

Image source: https://www.scpr.org

0

Morning Review

Pergerakan bursa Amerika dan Eropa pada akhir pekan lalu cukup positif ditopang oleh data ekonomi dan laju sektor energi. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen penggerak market, di samping naiknya harga komoditas minyak akibat meruncingnya hubungan Iran  – Arab. Secara teknikal, IHSG pekan lalu membentuk pola hammer di akhir trend turun, apabila dikonfirmasi dengan kenaikan indeks hari ini maka berpeluang besar menjadi tanda pembalikan arah dari bearish ke bullish. Indikator RSI dan Stochastic juga menunjukkan indeks saat ini berada di area jenuh jual.

Waspada gejolak politik Amerika dan pelemahan bursa Asia

Meski telah banyak pejabat dan menteri yang mengundurkan diri maupun dipecat oleh Donald Trump, aksi perombakan ini nampaknya masih belum usai. Sabtu lalu, Trump memecat Deputy Federal Bureau of Investigation (FBI), Andrew McCabe setelah badan pengawas internal Departemen Kehakiman AS menemukan bahwa McCabe kerap membocorkan informasi sensitif kepada wartawan dan menyesatkan penyidik tentang tindakannya tersebut. Merespon hal tersebut, bursa regional Asia pagi ini dibuka merah. Indeks Nikkei 225 anjlok 1,13% disusul Kospi yang turun 0,48%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak merosot 0,54% dan 0,44%.

Wall Street ditunjang data ekonomi

Sejumlah indeks utama di Wall Street menghijau  setelah rilis data produksi industrial menunjukkan peningkatan yang melebihi ekspektasi pasar. Angka produksi industrial bulan Februari 2018 menguat 1,1% month on month atau 4,4% yoy dan menjadi kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir. Indeks Dow Jones pun menguat 0,29% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 naik tipis 0,17% dan 0,04%.

Bursa Eropa abaikan sentimen negatif

Pasar saham Eropa berakhir di zona hijau mengabaikan kekhawatiran akan kegaduhan politik dan perang dagang Amerika. Indeks Euro Stoxx 600 naik 0,22 persen ditopang oleh sektor energi  yang melonjak 1,46%. Saham sektor finansial juga terangkat oleh kabar take over yang membuat saham NEX Group PLC melesat hingga 30,35%.

Batubara melemah

Harga batubara serempak melemah di kedua bursa utama dunia menjelang musim dingin yang segera berakhir. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman April, harga batubara melemah 0,63% ke level USD 94,40 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, untuk kontrak bulan yang sama, harganya ambles hingga 1,05% ke USD 79,85 per metrik ton.

Harga minyak menguat

Harga minyak WTI masih mampu membukukan penguatan di tengah menguatnya mata uang dollar. Pada perdagangan Jumat lalu, minyak WTI menanjak 1,88% ke level USD 62,34 per barel dikarenakan meningkatnya tensi antara Arab Saudi dan Iran. Pangeran Arab, Mohammed bin Salman mengancam Irak bahwa apabila mereka mengembangkan bom nuklir, maka Arab Saudi tidak akan tinggal diam. Bahkan pangeran Salman menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, merupakan Hitler baru di Timur Tengah.

CPO turun

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup melemah 1,26% ke level 2418 ringgit per ton seiring dengan melemahnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya.

 

 

Image source: www.wsj.com

0

Morning Review

Bursa Amerika memperpanjang penurunanya di hari ketiga setelah presiden Donlad Trump berencana untuk menjatuhkan tarif baru kepada China hingga USD 60 miliar dengan sasaran pada sektor teknologi, pakaian dan telekomunikasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dengan China yang mencapai USD 100 miliar. Merespon hal tersebut, kekhawatiran investor akan aksi balasan terhadap negara yang menjadi mitra dagang semakin meningkat dan membuat aksi jual melanda pasar. Indeks Dow Jones ditutup merosot  1,00% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 turun 0,19% dan 0,64%.

IHSG berpotensi melemah terbatas

Pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh kondisi bursa Amerika dan regional Asia yang kurang kondusif. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,77% sedangkan Kospi melorot 0,40%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak melemah 0,13% dan 0,80%. Harga komoditas batubara, emas dan logam industri juga bergerak turun dan berpotensi menyeret emiten yang terkait. Secara teknikal stochastic membentuk dead cross yang mengindikasikan pelemahan lanjutan. Namun demikian, IHSG sudah mendekati support di level 6344 sehingga kemungkinan adanya teknikal rebound cukup besar dan didukung oleh indikator RSI yang sudah berada di zona jenuh jual.

Batubara tertekan produksi China

Harga batubara serempak melemah di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle untuk kontrak April harganya turun tipis 0,05% namun di Rotterdam, batubara drop hingga 1,94%. Anjloknya harga batubara terjadi setelah China merilis data produksi batubara di bulan Januari dan Februari yang naik 5,7% year on year. Kenaikan ini bahkan terjadi ketika banyaknya tambang yang ditutup akibat isu lingkungan pada pertengahan tahun lalu.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI berhasil rebound dan ditutup naik 0,13% ke level USD 60,93 per barel menyusul rilis data stok bensin yang menyusut hingga 4,53 juta barel yang mana merupakan penurunan terbesar sejak September tahun lalu. Hal ini mengindikasikan besarnya permintaan domestik yang terjadi di tengah laju produksi Amerika yang sudah melampaui Arab Saudi.

CPO melaju

Harga CPO di bursa Malaysia berakhir melonjak tajam hingga 1,24% ke level 2440 ringgit per ton seiring dengan rilis data ekspor ke India yang diperkirakan mengalami peningkatan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan di musim panas. Tahun lalu, India mengimpor 795.000 ton CPO atau naik 8% secara year on year.

 

Image source: http://www.asiafinancialpublishing.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan menguat secara terbatas dipengaruhi sentimen positif dari bullishnya bursa global baik Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei terpantau melompat 1,75%, disusul Kospi naik 0,91% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,21% dan 1,27%. Secara teknikal, IHSG saat ini sudah berada di zona oversold dan  stochastic membentuk pola golden cross mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan ada potensi penguatan lanjutan. Selain itu, penurunan indeks kemarin tertahan di lower bollinger band 20, apabila hari ini tidak ditembus maka potensi rebound cukup besar.

Bursa Amerika menghijau

Ketiga indeks utama bursa Amerika melonjak cukup tajam pada perdagangan Jumat lalu. Dow Jones, Nasdaq dan S&P 500 kompak menguat di kisaran 1,7% setelah rilis data tenaga kerja Amerika menunjukkan perkembangan yang solid. Total pekerjaan non pertanian meningkat sebesar 313.000 di Februari, dan tingkat pengangguran tidak berubah yakni sebesar 4,1%. Hal ini jauh lebih besar dari perkiraan ekonom yang memprediksikan peningkatan sebesar 200.000 tenaga kerja.

Bursa Eropa mixed cenderung menguat

Bursa Eropa bergerak variatif merespon penerapan tarif impor Donald Trump yang mana Kanada dan Meksiko dikecualikan dari pajak, dengan Trump juga menyarankan bahwa sekutu lain juga bisa mendapatkan keuntungan dari pengecualian. Indeks Euro Stoxx terpantau naik 0,13% meskipun bursa Jerman melemah 0,07% karena anjloknya saham maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa.

Minyak mentah melambung

Meski sempat terkoreksi, harga minyak WTI ditutup naik tajam hingga 3,19% ke level USD 62,04 per barel setelah data Baker Hughes menunjukkan bahwa jumlah rig aktif Amerika turun 4 buah menjadi hanya 796 saja. Penurunan ini disambut baik investor karena produksi Amerika yang kini telah melampaui 10 juta barel per hari dikhawatirkan mengganggu kesetimbangan suplai global.

Batubara ditekan luar dalam

Saham – saham emiten batubara kami perkirakan masih belum akan bergerak banyak. Setelah sebelumnnya kebijakan penetapan harga DMO memukul sektor ini, kini tekanan datang dari luar negeri. Data dari General Administration of Customs menunjukkan bahwa impor China turun dari 27,8 juta ton menjadi hanya 20,9 juta ton saja pada bulan Februari seiring dengan cuaca yang mulai menghangat. Kemudian data penggunaan batubara harian juga anjlok dari 822.000 ton di awal Februari menjadi hanya 524.700 ton di awal bulan Maret ini.

CPO dibayangi peningkatan produksi

Harga CPO masih belum mampu menembus level 2500 ringgit per ton karena sentimen negatif dari proyeksi peningkatan produksi global. Direktur Eksekutif Oil World, Thomas Mielke, mengatakan produksi minyak sawit global diperkirakan meningkat menjadi 70,84 juta ton tahun ini dari 67,87 juta ton pada 2017, yang didukung sebagian oleh produksi di Indonesia sebanyak 38,8 juta ton. Saat ini Indonesia dan Malaysia menghasilkan sekitar 85 persen dari produksi total minyak sawit global.

 

Image source: www.hongkongfp.com

0

Morning Review

Secara teknikal IHSG sudah cukup murah yang ditunjukkan oleh indikator RSI dan Stochastic berada di zona oversold, namun penurunan indeks kemarin telah menembus garis MA 50 yang menunjukkan bahwa IHSG berada dalam trend bearish dan belum menampakkan tanda – tanda pembalikan arah. Selain itu, pelemahan harga komoditas yang hampir merata yaitu pada minyak, batubara, CPO dan logam industri akan menyeret harga saham emiten terkait. Harapan investor datang dari menguatnya bursa regional Asia pagi ini dimana indeks Nikkei melaju 0,86%, Kospi naik 0,44% sedangkan Shanghai composite dan Hang seng masing – masing naik 0,05% dan 0,95%.

Bursa Amerika mulai tenang

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak mixed dengan Nasdaq menguat 0,33% namun Dow Jones dan S&P 500 melemah -0,33% dan -0,05%. Indeks VIX yang mengukur kecemasan pasar terpantau turun 3,27% setelah juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menyatakan Trump diperkirakan akan menandatangani sesuatu pada akhir pekan ini, dengan potensi mengecualikan Meksiko dan Kanada dari pemberlakuan tarif tersebut atas dasar keamanan nasional.

Minyak WTI melemah tajam

Harga minyak WTI berakhir anjlok 1,60% ke level USD 61,36 per barel terdampak oleh laporan Energy Information Administration (EIA) yang menyatakan bahwa jumlah persediaan minyak AS meningkat sebesar 2,41 juta barel pekan lalu, sedangkan tingkat produksi melonjak ke rekor tertinggi terbarunya, di atas 10,03 juta barel per hari.

Batubara dalam tekanan

Sentimen negatif sedang melanda sub sektor batubara pasca disahkanya kebijakan pemerintah untuk mengatur harga batubara dalam negeri (DMO) untuk kebutuhan pembangkit listrik. Hal ini menimbulkan rontoknya saham – saham produsen batubara. Selain itu, dari luar negeri, harga batubara juga belum kunjung membaik dimana di bursa Newcastle, batubara anjlok 2,83% ke level USD 96,25 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, harganya menyusut 0,36% ke level USD 82,00 per metrik ton.

CPO terkapar

Pasca ditetapkanya kenaikan pajak impor CPO oleh India yang mencapai 44%, harga CPO belum menunjukkan pemulihan dan bahkan kemarin di bursa malaysia ditutup merosot hingga 1,81% ke level 2440 ringgit per ton. Penurunan CPO terkait dengan melemahnya harga komoditas substitusi yaitu minyak kedelai sebesar 1,17%.


Image source: http://kontakp.com

0

Morning Review

Bursa Wall Street mengakhiri rally pelemahanya selama beberapa hari terakhir dengan rebound yang cukup besar. Seluruh sektor di bursa menguat menguat, didorong sektor teknologi yang naik 0,9% dan sektor finansial yang menguat 1,4%. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones melambung 1,37% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melaju 1,00% dan 1,10%. Kekhawatiran soal perang dagang mereda dan diperkirakan akan bisa diselesaikan secara diplomatik. Hal ini tidak terlepas dari ucapan Presiden Trump pada akun twitternya yang mengatakan bahwa ada peluang bagi Kanada dan Meksiko agar tidak terkena tarif impor cukup terbuka asalkan mereka menyetujui perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Bursa Eropa cerah

Bursa saham Eropa bergerak menghijau dengan Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 3,83 poin atau 1,04% didorong oleh kenaikan signifikan di sektor tambang dan energi karena penguatan harga minyak dan batubara. Bahkan emiten tambang yang berbasisi bijih besi juga turut naik di atas 1% setelah sebelumnya terpukul oleh keputusan tarif impor Donald Trump.

IHSG berpeluang rebound

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak bullish ditopang oleh naiknya harga komoditas dan pulihnya bursa global. Bursa regional Asia pagi inipun dibuka menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang langsung melompat 2,25%, kemudian Kospi Korea melambung 1,40% disusul oleh Shanghai Composite dan Hang Seng yang menguat 0,21% dan 1,71%. Secara teknikal pergerakan IHSG kemarin tertahan di lower bollinger band sedangkan RSI dan stochastic berada di zona netral mendekati oversold sehingga potensi untuk rebound dengan rentang yang besar cukup terbuka.

Minyak mentah naik tajam

Harga minyak WTI berhasil terbang 2,22% ke level USD 62,61 per barel didorong oleh beberapa sentimen seperti cadangan minyak di pusat penyimpanan terbesar mereka, Cushing, Oklahoma, yang diperkirakan turun dan dari Ekuador, dimana Menteri Perminyakan Carlos Perez mengatakan produksi minyak Venezuela saat ini berkurang hingga 1,5 juta barel per hari (bph).

Batubara mixed

Harga batubara bergerak mixed di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle, harga batubara bergerak turun 1,29% ke level USD 99,30 per metrik ton untuk kontrak April namun di bursa Rotterdam harga batubara naik tajam 2,07% ke level USD 81,55 per barel.

CPO masih dalam tekanan

Harga CPO kembali melemah 0,28% ke level 2462 ringgit per ton. Tekanan dari kenaikan tarif impor India sebanyak dua kali dalam periode enam bulan ini menjadi pukulan telak bagi produsen CPO. Seperti diketahui, India menaikkan pajak impor CPO menjadi 44% dari 30% dan juga menaikkan pajak minyak sawit olahan menjadi 54% dari 40%.


Image source: armoryoftherevolution.files.wordpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak mixed cenderung naik menuju level resisten pertama di 6625. Pergerakan indeks akan ditunjang oleh beberapa sentimen positif dari dalam negeri seperti rilis laporan laba perusahaan pada pekan ini dan berlanjutnya proyek LRT Jabodetabek kembali setelah lulus dari evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi. Selain itu harga komoditas seperti batubara dan nickel yang bergerak naik serta bursa Amerika yang cenderung menguat juga akan menjadi katalis positif bagi IHSG. Secara teknikal saat ini indeks sedang bergerak sideways di area middle bollinger band dengan stochastic dan RSI yang berada di zona netral. Candle terakhir IHSG masih menunjukkan tekanan jual namun mmulai ada aksi beli dari pasar dan berpotensi berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks utama bursa Amerika bergerak mixed cenderung naik pada perdagangan Jumat lalu.Indeks S&P 500 menguat 0,51% sedangkan Nasdaq melaju 1,08% karena kenaikan saham Johnson & Johnson dan Merck. Namun demikian, indeks Dow Jones berakhir melemah 0,29% karena anjloknya saham – saham yang berorientasi impor terdampak oleh penerapan arif impor baja dan aluminium mulai pekan ini.

Bursa Eropa Anjlok

Kekhawatiran timbulnya aksi balasan atas penetapan tarif impor di Amerika yang berujung pada perang dagang juga turut menghantui bursa Eropa. Hasilnya indeks Stoxx Euro 600 berakhir merosot hingga 2,06% dengan sektor basic resources, bank, auto dan industrial anjlok lebih dari dua persen. Tentang penetapan tarif ini, komisi Eropa menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan membawanya ke WTO.

Minyak mentah datar

Harga minyak WTI bergerak datar dan ditutup turun tipis 0,16% ke level 61,25 per barel. Pelemahan harga minyak masih diakibatkan oleh tekanan dari semakin besarnya produksi Amerika yang kini mencapai 10,06 juta barel per hari mampu mengimbangi pemangkasan produksi oleh OPEC dan Rusia sehingga berujung pada kelebihan suplai global.

Batubara merangkak naik

Harga batubara bergerak naik meskipun tipis. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April harganya menguat 0,60% ke level USD 100,60 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam harganya naik 0,19% ke level USD 79,90 per metrik ton.

CPO anjlok tajam

Harga CPO di bursa Malaysia melemah tajam sebanyak -3,10% ke level 2469 ringgit per ton. Kejatuhan harga ini disebabkan oleh kebijakan India yang menaikkan pajak impor CPO dari sebelumnya 30% kini menjadi 44% yang digunakan untuk memberi perlindungan bagi petani – petani domestik dan melepas ketergantungan dari impor secara perlahan.


Image source: http://www.aktual.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 12NEXT POSTS