The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Sejumlah indeks acuan Wall Street mempertajam rekornya dengan indeks S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 2.700 setelah menguat hingga 0,64%. Adapun Dow Jones dan Nasdaq masing – masing menguat 0,40% dan 0,84%. Penguatan indeks ditopang oleh laju saham – saham sektor teknologi yang masih belum terhentikan dan juga kenaikan pada sektor energi serta kesehatan yang menguat di atas 1 %.  Selain itu, rilis data indeks manufaktur naik menjadi 59,7 dari 58,2 di bulan November  karena meningkatnya pesanan baru dari industri permesinan, komputer, elektronik dan bahan kimia.

Bursa Eropa turut naik

Bursa saham Eropa berhasil rebound dari kejatuhanya kemarin dimana Indeks acuan Stoxx Europe 600 berakhir naik 0,5% ditenagai oleh sentimen dari rilis data manufaktur dan konstruksi AS yang optimistis yang berpengaruh terhadap emiten – emiten teknologi di Prancis dan Jerman. Indeks saham DAX di Frankfurt dan CAC 40 di Paris pun naik 0,8%.

IHSG masih dalam tekanan

Pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi untuk lanjut melemah karena masih kuatnya tekanan jual dari pasar. Support pertama indeks akan berada di kisaran middle bollinger band di angka 6175. Secara teknikal, RSI dan juga Stochastic masih belum keluar dari zona overbought yang mengindikasikan bahwa secara stastistik harga masih cukup tinggi. Penopang laju indeks akan ada pada sektor mining dan agri karena menguatnya harga komoditas terkait yang akan mengimbangi aksi profit taking di saham – saham perbankan dan infrastructure.

Minyak mentah melompat

Harga minyak WTI naik tajam 2,62% ke level USD 61,95 per barel atau naik 1,58 dollar setelah kondisi geopolotik di Iran dan putusan anggota negara-negara pengekspor minyak (OPEC) untuk menstabilkan produksi yang sudah mulai menunjukkan hasil.

Batubara masih lanjut menguat

Harga batubara bergerak stabil di bursa Rotterdam untuk kontrak Februari namun masih menguat sebanyak 0,49% di bursa Newcastle menuju level 101,80 dollar per metrik ton. Penguatan harga batubara masih dipengaruhi oleh sentimen dari Regulasi China yang membatasi produksi batubara dan mulai beralih ke gas alam.

Harga CPO melonjak tajam

Harga CPO naik tajam hingga menembus level 2607 ringgit per ton atau naik sebanyak 2,96% setelah rilis data Intertek menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekspor. Penguatan CPO juga turut didukung oleh harga minyak kedelai yang naik hingga 1,04%.


Image source: fthmb.tqn.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini ditenagai oleh sentimen positif dari bursa Amerika dan pergerakan harga komoditas seperti batubara dan CPO yang menghijau. Bursa Asia pagi ini juga cukup positif dimana Kospi Korea naik 0,20% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng menguat di kisaran 0,15%. Namun demikian, tekanan jual dari pasar masih sangat kuat sehingga potensi penurunan masih cukup besar. Secara teknikal, indeks saat ini juga masih berada di zona jenuh beli (overbought) karena rally kenaikan selama lima hari terakhir.

Bursa Amerika cetak rekor

Tiga acuan utama bursa Wall Street bergerak mencetak rekor penutupan tertinggi ditopang oleh melonjaknya saham – saham di sektor teknologi yang membuat indeks Nasdaq melompat hingga 1,50% sedangkan Dow Jones dan S&P 500 masing – masing menguat 0,42% dan 0,83%. Sektor konsumen, kesehatan, energi, dan bahan baku juga naik lebih dari 1%.

Bursa Eropa melemah

Indeks acuan Stoxx Europe 600 berakhir turun 0,21% karena terbebani penurunan di sektor otomotif yang melemah setelah Penjualan mobil baru di Prancis dilaporkan turun 0,51% pada Desember dan pangsa mobil diesel baru turun di bawah 50% untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.

Harga minyak stagnan

Walaupun turun tipis 0,08%, harga minyak WTI masih berada di kisaran tertingginya dalam 30 bulan terakhir. Namun demikian, harga minyak dibayangi oleh aksi unjuk rasa di Iran yang dikhawatirkan menghambat suplai dari salah satu produsen minyak terbesar OPEC tersebut, meski saat ini belum terjadi.

Batubara masih perkasa

Harga batubara di kedua bursa utama dunia masih melanjutkan penguatanya dimana di bursa Newcastle harganya naik 1,20% sedangkan di bursa Rotterdam harganya menguat 0,95% untuk kontrak pengiriman bulan Februari.

CPO akhirnya menguat

Harga CPO berakhir di zona hijau setelah melemah selama dua hari beruntun karena proyeksi produksi sawit yang secara musiman akan turun di awal tahun. Harga CPO ditutup naik 1,36% ke level 2532 ringgit per ton.

 

Image source: i2.wp.com/www.pbs.org

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan cenderung datar dengan kecenderungan untuk menguat terbatas terdampak oleh sentimen positif dari pergerakan harga komoditas serta bursa regional Asia yang pagi ini dibuka menghijau. Indeks Kospi, Korea naik 0,222% disusul oleh Shanghai China dan Hang Seng, Hong Kong yang naik masing – masing 0,58% dan 0,19%. Adapun STI Singapura dan ASX Australia juga terpantau naik tipis 0,24% dan 0,05%. Meskipun demikian, investor perlu mewaspadai aksi profit taking seperti di bursa Wall Strett Jumat lalu serta rilis data inflasi Desember yang diperkirakan akan mengalami peningkatan.

Bursa Amerika alami profit taking

Sempat menguat di awal perdagangan, sejumlah indeks utama di Wall Street harus ditutup di zona merah setelah aksi jual yang cukup deras menjelang penutupan pasar karena investor enggan mengambil posisi beresiko menjelang libur panjang. indeks Dow Jones ditutup turun 0,48% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melemah 0,67% dan 0,52%.

Logam industri cerah di 2017

Tahun 2017 manjadi tahun yang positif bagi harga logam industri dimana  berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah China  mampu mengangkat harga komoditas – komoditas tersebut. Harga tembaga telah menguat 30,92% sepanjang 2017, disusul oleh nikel yang menguat sekitar 27,35% dan Alumunium sebesar 33,96% sepanjang tahun lalu. Namun demikian, harga timah justru mengalami pelemahan tipis dengan penurunan sebanyak 5,21% karena lonjakan tajam di 2016 lalu.

Harga minyak menguat

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, harga minyak WTI kembali menembus level tertinggi di USD 60,42 per barel setelah menguat  sebanyak 0,88% dari sesi sebelumnya karena sentimen dari rilis data Energy Information Administration yang melaporkan produksi minyak mentah AS turun menjadi 9,75 juta barel per hari dari level produksi 9,79 barel per hari pekan sebelumnya.

Harga batubara melonjak

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak menghijau pasca munculnya rencana Pemerintah Provinsi Shandong, China untuk memangkas kapasitas produksi batu baranya sebesar 10,23 juta ton setelah dikritik Beijing akibat dugaan penipuan terhadap pihak berwenang untuk menghindari pengurangan kapasitas di sektor batu bara, baja, aluminium, dan kimia yang mencemari lingkungan.

CPO kembali turun

Setelah beberapa hari berada di atas level 2500 ringgit per ton, harga CPO kembali turun 0,87% dan berada di level 2498 ringgit per ton. Penurunan harga CPO terdampak oleh antisipasi investor akan rilis data ekspor Malaysia yang diperkirakan akan melemah.


Image source: www.jelasberita.com

0

Morning Review

Pergerakan market hari ini mendapat beberapa sentimen positif dari bursa Amerika yang masih bullish dan harga minyak serta batubara yang menguat. IHSG masih berpeluang untuk naik namun terbatas karena sudah memasuki area jenuh beli. Selain itu pergerakan bursa Asia yang meskipun mayoritas di zona hijau, namun mulai turun dari harga pembukaanya tadi pagi. Rentang pergerakan indeks ada di kisaran 6290 – 6350.

Dow Jones kembali mendaki

Bursa saham Amerika bergerak menghijau ditopang oleh saham teknologi seperti Apple, Facebook dan IBM. Indeks Dow Jones memimpin penguatan sebesar 0,26% disusul oleh Nasdaq dan S&P 500 yang masing – masing menguat 0,16% dan 0,18%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe ditutup melemah 0,26% atau 1 poin ke posisi 389,54 karena minimnya  katalis penggerak penggerak bursa. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan penurunan sebesar 0,8% karena kekhawatiran akan menurunya permintaan chip untuk ponsel.

Minyak menguat

Harga minyak berhasil menguat 0,54% di level USD 59,89 per barel meskipun transaksi mulai sepi menjelang libur akhir tahun. Investor berfokus pada kenaikan demand dari China dan mulai beralih dari isu gangguan suplai minyak di Libya.

Batubara naik

Setelah bergerak stagnan seusai libur natal, harga batubara kembali menanjak di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam untuk kontrak pengiriman bulan Januari, harganya menguat 0,58% ke level USD 95,45 per metrik ton  sedangkan di Newcastle naik 0,40% dan bertengger di level USD 100,30 per metrik ton

CPO tergelincir

Harga CPO berakhir melemah 0,79% namun masih berada di atas level 2500 ringgit per ton. Penurunan CPO terseret oleh anjloknya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi sebesar 1,68%.


Image source: cdn.pixabay.com

0

Morning Review

Setelah mencetak rekor penutupan tertinggi selama dua hari beruntun, IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak datar cenderung mixed dengan rentang yang sempit. Volume perdagangan yang tipis menjelang libur akhir tahun akan membuat pasar bergerak lesu. Secara teknikal, stochastic membentuk pola dead cross di area overbought sedangkan harga juga sudah mendekati garis fibonacci yang menjadi resisten di level 6229. Namun demikian, candlestick membentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan bahwa tekanan beli masih kuat sehingga potensi penurunan akan terbatas.

Bursa Amerika tergelincir

Sejumlah indeks Wall Street bergerak memerah seiring tipisnya volume perdagangan yang membuat pasar bergerak lesu. Sektor teknologi menjadi penekan setelah data penjualan Iphone X dinilai mengecewakan. Dow jones turun tipis 0,03% disusul oleh S&P 500 yang melemah 0,11% dan Nasdaq menjadi yang paling dalam dengan penurunan sebesar 0,34%.

Bursa Asia mixed

Sejumlah bursa utama Asia bergerak mixed pagi ini dimana sentimen negatif dari bursa Wall Street diimbangi oleh penguatan saham – saham energi yang melaju setelah harga minyak dunia menyentuh posisi tertingginya dalam dua tahun terakhir pada Selasa (26/12) kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,06%, Hang Seng menguat 0,33% dan STI Singapura naik 0,19%. Adapun Shanghai Composite China dan Kospi terpantau melemah 0,10% dan 0,40%.

Batubara Stagnan

Harga batubara tidak banyak bergerak di hari perdagangan pertama setelah natal. Pada perdagangan Selasa tadi malam, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup turn tipis 0,05% dan cenderung stagnan di US$94,90/metrik ton.

Minyak bullish

Harga minyak WTI kembali melaju 0,28% ke level USD 59,97 per barel yang mana merupakan level tertinggi sejak Juni 2015 setelah sebuah pipa yang dioperasikan oleh Waha Oil yang membawa minyak mentah ke terminal ekspor terbesar Libya meledak pada hari Selasa, menjatuhkan output negara tersebut sebesar 70.000-100.000 barel per hari.

CPO masih tertekan

Harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang tahun ini tercatat melemah 13,92%. Faktor cuaca yang menghambat produksi dan naiknya produksi kedelai menjadi sentimen negatif. Kenaikan pajak impor dari India serta kampanye anti deforestrasi di Eropa juga turut membebani laju CPO.


Image source: kanalaceh.com

0

Morning Review

Meski tanpa dukungan dari partai Demokrat, DPR Amerika berhasil meloloskan RUU Reformasi Pajak, sesuai yang diinginkan oleh presiden Trump dan kubu Republik. Kubu demokrat menyatakan paket reformasi pajak ini hanya menguntungkan korporasi dan kaum berada serta melambungkan defisit anggaran Amerika. Pengambilan suara selanjutnya akan dilangsungkan Senat AS. Partai Republik pun yakin bahwa rancangan undang-undang tersebut dapat diteken menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Amerika melemah

Lolosnya RUU reformasi pajak tidak ditanggapi baik oleh pasar karena sudah diantisipasi sebelumnya. Alhasil, indeks Dow Jones berakhir turun 0,15% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing anjlok 0,32% dan 0,44%. Saham-saham di sektor teknologi menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks yang dipimpin oleh saham Apple yang melemah 1,1%

Bursa Eropa lesu

Bursa Eropa berbalik arah setelah di awal sesi naik 0,2% terkait ekspektasi bahwa RUU perpajakan AS akan disetujui. Namun menjelang pertengahan, tekanan pada pasar obligasi dimana imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun Jerman mencapai level tertinggi tiga pekan menyeret indeks Stoxx Europe 600 berakhir melemah 0,4%.

Bursa Asia mixed

Pergerakan sejumlah indeks regional Asia mixed namun cenderung melemah mengekor pergerakan bursa Wall Street. Indeks STI Singapura turun 0,12% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,14% dan 0,23%. Namun bursa Jepang dan Korea cukup positif dimana Nikkei naik 0,1% sedangkan Kospi menguat 0,17%.

IHSG berpotensi terkoreksi

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak melemah karena harga yang secara teknikal sudah cukup tinggi dimana indikator stochastic dan RSI berada di area overbought. Pergerakan bursa global yang melemah juga berpotensi menyeret indeks ke zona merah. Harga komoditas juga kurang mampu menopang karena batubara dan CPO bergerak melemah walaupun minyak menunjukkan tanda – tanda penguatan.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI menguat 0,30% ke level USD 57,46 per barel setelah American Petroleum Institute (API) dikabarkan melaporkan penurunan persediaan minyak dalam negeri sebesar 5,2 juta barel pekan lalu. Angka tersebut melampaui perkiraan penurunan sebesar 3,15 juta barel dalam survei Bloomberg.

Batubara akhiri rally

Harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam, ditutup melemah 0,94% atau 0,90 poin di US$94,90/metrik ton. Pelemahan harga batu bara kontrak Januari 2018 pada perdagangan kemarin mengakhiri reli yang mampu dibukukan tiga hari berturut-turut sebelumnya.

 

Image source: upload.wikimedia.org

0

Morning Review

Pergerakan IHSG ini hari ini banyak terdorong oleh sentimen dari luar negeri seperti penguatan bursa Amerika, lonjakan pada indeks saham di Eropa serta menghijaunya sejumlah indeks utama di regional Asia seperti Nikkei 225, STI Singapura, Shanghai dan Hang Seng serta ASX 200 Australia. Harga komoditas seperti batubara, logam industri dan bahkan CPO juga terpanta menguat. Yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan adanya koreksi teknikal dan aksi profit taking pada IHSG karena harganya yang sudah masuk ke area overbought (jenuh beli).

Bursa Amerika cetak rekor lagi

Tiga indeks acuan utama Wall Street berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi dimana Dow Jones berakhir menguat 0,57% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 0,84% dan 0,54%. Optimisme pasar mencuat setelah munculnya kabar bahwa Kongres AS akan memulai voting terkait UU reformasi pajak pada hari Selasa (19/12) waktu setempat, agar dapat segera ditandatangani oleh Presiden Donald Trump menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Bursa Eropa melonjak tajam

Bergairahnya bursa Wall Street menjadi sentimen positif bagi Eropa karena penurunan pajak perusahaan akan menguntungkan perekonomian global. Indeks Euro Stoxx 50 terangkat hingga 1,42% karena lonjakan pada indeks DAX Jerman sebesar 1,59% sedangkan FTSE 100 dan CAC 40 Perancis masing – masing menguat sebesar 0,62% dan 1,33%.

Harga minyak stagnan

Rally minyak WTI terhenti dan ditutup melemah tipis 0,02% di level USD 57,29 per barel setelah para pekerja manajerial di Nigeria, negara penghasil minyak mentah terbesar kedua di Afrika, menghentikan aksi pemogokan mereka dan setuju untuk membuka kembali diskusi bulan depan.

Batubara masih kuat

Reli harga batu bara masih berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut dimana kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,58% atau 0,55 poin di US$95,80/metrik ton.

CPO rebound

Meski masih dalam trend negatif, harga Cpo berhasil rebound di hari kedua dengan mencatatkan penguatan 0,48% ke level 2527 ringgit per ton menyusul antisipasi investor akan peningkatan impor yang akan dimulai pada akhir Desember ini dan di awal Januari terkait tahun baru China.


Image source: lifespanseminar.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG di akhir pekan ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan melemah terdampak oleh lesunya bursa Amerika dan Eropa. Lonjakan IHSG kemarin yang membentuk rekor baru biasanya juga akan diikuti oleh techical correction. Penopang laju indeks akan berasal dari sektor komoditas karena menguatnya harga minyak, batubara dan logam – logam industri seperti timah dan nikel. Secara teknikal, RSI dan Stochastic sudahmendekati zona jenuh beli, dan harga juga menyentuh upper bollinger band sehingga potensi terjadinya koreksi sehat cukup terbuka.

Bursa Amerika hentikan rally

Indeks Dow Jones turun 0,31% setelah kenaikan selama lima hari beruntun. Nasdaq dan S&P 500 masing – masing juga terpantau melemah 0,3% dan 0,41%. Pasar mengkhawatirkan keberlanjutan reformasi pajak, karena sikap yang ditunjukkan Senator Republik Mike Lee yang ragu-ragu memberi dukungan terhadap RUU pajak, sementara Senator Marco Rubio saat ini menentangnya. Namun, sikap mereka kemungkinan bisa berubah jika beberapa mekanisme dibuat sesuai draf.

Bursa Eropa lesu.

Mengikuti gerak Wall Street, indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,46%, dengan saham HSBC asal Inggris, BNP Paribas asal Prancis, dan Intesa asal Italia menjadi penekan terbesar terhadap pelemaham Stoxx. Indeks perbankan Eropa turun 0,6% karena investor pesimis bahwa kebijakan moneter akan diperketat. Padahal apabila diperketat dengan menaikkan suku bunga maka laba dan pendapatan perbankan juga akan meningkat.

Harga minyak menguat

Harga minyak WTI mengalami teknikal rebound  0,90% ke level USD 57,22 per barel. Penguatan tersebut terjadi di tengah prediksi International Energy Agency (IEA) yang berpusat di Paris bahwa  produksi minyak AS tahun depan akan naik dan mendorong kelebihan pasokan. IEA memperkirakan, produksi minyak AS tahun depan akan bertambah 870.000 barel per hari. Prediksi penambahan ini lebih tinggi ketimbang prediksi bulan lalu pada 790.000 barel per hari.

Batubara rebound

Harga batubara mampu bergerak rebound karena adanya kekhawatiran akan berkurangnya pasokan dari negara eksportir serta kondisi musim dingin di China yang berpotensi meningkatkan permintaan. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,20% sedangkan di Rotterdam, harganya terangkat hingga 0,58%.

CPO kembali rontok

Harga CPO kembali melemah 0,49% ke level 2450 ringgit per ton. Harga CPO beberapa pekan terakhir terus bergerak melemah karena beberapa sentimen negatif seperti anjloknya ekspor minyak sawit Malaysia, pelemahan harga minyak kedelai dan menguatnya mata uang ringgit.


Image source: static01.nyt.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks Wall Street bergerak dengan kecenderungan menguat dimana Dow Jones dan Nasdaq masing – masing naik 0,33% dan 0,2% setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga ketiga kalinya ke range 1,25% – 1,50% seperti yang diperkirakan. The Fed juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,5% pada 2018, naik dari perkiraan 2,1% pada bulan September. Sementara itu, laju pertumbuhan PDB diperkirakan akan mereda menjadi 2,1% pada 2019, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 2,0%.

Meskipun demikian, sektor finansial di bursa Amerika justru bergerak di zona merah dengan penurunan sebesar 1,3% menyusul anjloknya saham perbankan karena investor mengharapkan The Fed bersikap lebih hawkish. Hal ini yang membuat indeks S&P 500 ditutup turun tipis 0,05%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,21% tertekan oleh sektor perbankan yang mengekor pergerakan bursa Wall Street. Selain itu bursa Italia juga turut menjadi penekan seiring anjloknya indeks  FTSE MIB sebesar 1,4% di tengah kekhawatiran tidak akan ada kemenangan mayoritas di parlemen.

Harga minyak tertekan

Harga minyak WTI ditutup melemah 0,93% ke level USD 56,71 per barel setelahd ata Energy Information Administration (EIA) menunjukkan produksi minyak AS  mencapai rekor tertinggi sebesar 9,78 juta barel per hari (bph) sedangkan jumlah cadangan bensin AS melonjak 5,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat dibanding ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan hanya 2,5 juta barel.

Batubara mixed

Setelah rally penguatan selama lima hari beruntun, harga batubara di bursa Rotterdam akhirnya terkoreksi dimana untuk kontrak Januari 2018 harganya merosot hingga 1,05%. Namun demikian, di bursa Newcastle, harga batubara masih mampu ditutup menguat sebesar 0,50%.

CPO kembali bearish

Setelah sempat bergerak menguat, harga CPO kembali ke trend bearishnya dengan penurunan sebesar 0,36% ke level 2462 ringgit per ton yang mana merupakan merupakan level terendah sejak 28 Juni.

IHSG bergerak mixed

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas karena melemahnya harga komoditas dan lonjakan indeks di akhir perdagangan kemarin bisa memicu aksi profit taking pada awal pembukaan pasar pagi ini. Penopang laju indeks akan berasal dari sentimen positif dari menguatya bursa Amerika dan regional Asia yang mayoritas dibuka menguat. Secara teknikal, indeks saat ini berada di resisten 6053 namun indikator stochastic dan RSI masih menunjukkan harga berada di zona netral. Terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan penguatan lanjutan.


Image source: blog.oup.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan menguat terbatas terdampak oleh sentimen positif dari kenaikan bursa Amerika dan Eropa serta rebound di harga komoditas seperti batubara dan CPO. Harga minyak yang kemarin tergelincir juga pagi ini mulai menunjukkan tanda – tanda penguatan. Secara teknikal pergerakan indeks masih sideways di area middle bollinger band, namun terbentuk pola hanging man yang mengindikasikan uptrend jangka pendek yang terjadi saat ini, akan berbalik arah. Bursa regional Asia pagi ini juga tidak memberikan sentimen yang berarti karena pergerakan yang mixed dimana indeks Nikkei 225 dan STI Singapura melemah namun Kospi dan ASX 200 Australia terpantau menguat.

Dow Jones dan S&P 500 perbarui rekor

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak menghiaju dimana Dow Jones dan S&P 500 menguat 0,49% dan 0,15% yang sekaligus memperbarui rekor penutupan tertingginya. Saat ini dow Jones berada di level 24.504,80 sedangkan S&P 500 di 2.664,11. Optimisme reformasi pajak dan antisipasi terhadap pertemuan dua hari The Federal Reserves memacu aksi beli investor.

Bursa Eropa tersenyum

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,66%, dengan saham Gemalto, perusahaan jasa keamanan digital yang berbasis di Belanda, melonjak 34,6% menyusul penawaran senilai 4,3 miliar euro dari konsultan teknologi asal Prancis, Atos. Penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan saham – saham energi yang mendapat berkah dari kenaikan harga minya, batubara dan gas alam

Harga minyak jatuh

Setelah menguat selama beberapa sesi beruntun, akhirnya harga minyak berbalik melemah. Harga minyak WTI turun 1,31% ke level USD 57,24 per barel terdampak aksi profit taking. Namun, pelemahan tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena para analis percaya stok minyak akan turun sebesar 3,8 juta barel pada rilis data API pekan ini.

Batubara perkasa

Batubara menguat tiga hari berturut – turut dimana di bursa Newcastle untuk kontrak Januari 2018 melonjak hingga 1,41% sedangkan di Rotterdam, harganya menguat 0,79%. Sentimen batubara masih terkait dengan peningkatan permintaan China untuk menghadapi musim dingin.

CPO rebound

Harga CPO mengalami teknikal rebound setelah pasar merasa bahwa harga sudah terlalu murah. Namun secara keseluruhan trend penurunan masih belum usai karena pengaruh penurunan permintaan. Kemarin harga CPO di bursa Malaysia ditutup menguat 0,57% ke level 2471 ringgit per ton.


Image source: http://media.beam.usnews.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 8NEXT POSTS