The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-62689
Morning Review, Morning Update

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk sedikit menguat terdorong oleh sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan regional Asia pagi ini serta penguatan harga batubara. Meski demikian, indeks berpotensi tertekan oleh sentimen dari dalam negeri yang tidak begitu bagus pasca rilis data posisi cadev Indonesia akhir November 2017 tercatat US$ 125,97 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Oktober 2017 sebesar US$ 126,55 miliar. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih sideways yang berada di area middle bollinger band. RSI dan Stochastic juga menunjukkan bahwa indeks masih berada di zona netral.

Data tenaga kerja melebihi perkiraan, Wall Street menghijau

Bursa Amerika menghijau dimana Dow Jones menguat 0,5% sedangakn S&P 500 dan Nasdaq menguat masing – masing 0,6% dan 0,4%. Departemen tenaga kerja AS merilis data tenaga kerja baru pada November sebesar 228.000 yang mana jauh lebih tinggi dari perkiraan para ekonom di angka 195.000 pekerja baru.

Bursa Eropa bullish

Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,63% terdorong penguatan besar pada indeks FTSE Inggris sebesar 1,0% dan DAX Jerman yang naik 0,83%. Pendorong utama indeks berasal dari menguatnya saham Volkswagen dan saham Airliner di Inggris, serta kenaikan di sektor mining akibat pulihnya harga minyak dan batubara.

Minyak terkoreksi

Di Senin pagi ini harga minyak mengalami sedikit koreksi dimana harga minyak WTI turun 17 sen ke level US$ 57,19 per barel. Data Baker Hughes yang dirilis Jumat lalu, menunjukkan produsen minyak AS menambah dua unit rig menjadi 751, jumlah tertinggi dalam tiga bulan.  Peningkatan produksi di AS bisa menghambat upaya pengurangan produksi yang dilakukan OPEC dan sekutunya.

Batubara perkasa

Harga batubara melanjutkan penguatanya di kedua bursa utama dunia masih dipengaruhi sentimen positif dari China dan pergerakan harga minyak. Di Newcastle, harga batubara kontrak Januari naik 0,88% sedangkan di bursa Rotterdam, harganya melesat 1,14%.

Harga logam industri tertekan

Menguatnya mata uang dollar dan proyeksi penurunan permintaan pasca kebijakan pemerintah China mengenai pengetatan aktivitas investasi di sektor properti yang berpotensi bubble mendorong harga logam industri terkoreksi. Harga Nickel melemah 0,48% sedangkan Alumunium sepanjang Kamis hingga Jumat lalu terkoreksi 3,08% menjadi US$ 2.010 per metrik ton.

CPO masih terkapar

Harga CPO masih terus bearish, Jumat lalu di bursa malaysia, harga CPO kembali anjlok 0,92% ke level 2477 ringgit per ton, bahkan ketika minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya mencatatkan kenaikan sebesar 0,75%.

 

Image source: www.activistpost.com

0

Morning Update

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan kembali mixed dengan kecenderungan untuk melemah. Minimnya sentimen positif dan anjloknya harga – harga komoditas membuat pasar tidak bergairah. Secara teknikal IHSG juga telah menembus support di garis tengah bollinger band sehingga trend penurunan masih mungkin berlanjut. Namun demikian, dilihat dari RSI dan Stochastic, IHSG saat ini sudah berada di zona netral dan mulai bergerak mendekati zona oversold sehingga penurunan indeks akan terbatas.  

Bursa Amerika melemah

Tiga indeks acuan utama Wall Street kompak bergerak melemah di kisaran 0,2% setelah saham General Electric merosot 5,9%  serta penurunan harga minyak yang memukul saham – saham berbasis energi.

Bursa Eropa tidak bertenaga

Bursa Eropa masih belum bisa keluar dari rentetan trend negatifnya setelah kemarin indeks Stoxx Europe 600 kembali melemah 0,6% tertekan oleh penurunan saham bahan baku dan emiten – emiten terkait minyak bumi.

Harga minyak turun tajam

Minyak WTI anjlok cukup dalam hingga 2,43% ke level USD 55,34 per barel terpukul oleh kenaikan tak terduga pada persediaan minyak mentah di Amerika yang menunjukkan kenaikan stok minyak mentah sebesar 6,51 juta barel pekan lalu.

Batu bara masih terkapar

Seiring jatuhnya harga minyak, batubara mengikuti dengan penurunan yang tidak kalah tajam. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman Desember, harganya merosot hingga 1,76% sedangkan di Rotterdam, anjlok sampai 1,82%.

Data impor India mengecewakan, CPO tertekan

Kemarin The Solvent Extractors’ Association of India merilis data impor minyak sawit India naik 1,1% pada Oktober dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 747.658 metrik ton. Kenaikan ini di bawah prediksi yang semula 2%. Sebagai hasilnya, harga CPO turun tajam hingga 1,52% ke level 2718 ringgit per ton.

 

Image source: cdn2.tstatic.ne

0

Morning Update

IHSG hari ini berpotensi untuk bergerak bullish seiring dengan menguatnya bursa Amerika dan regional Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang, Shanghai Composite China dan Hang Seng, HongKong dibuka naik di pagi hari ini. Secara teknikal IHSG juga sudah keluar dari zona jenuh beli dan mendekati support di middle bollinger band pada level 5998. Pergerakan harga komoditas seperti Nickel dan Batubara juga akan mendorong penguatan indeks.

Bursa Amerika naik tipis

Selumlah indeks acuan Wall Street bergerak menghijau di kisaran 0,1% di tengah kekhawatiran investor akan kesepakatan mengenai kebijakan perpajakan AS setelah Partai Republik dalam Senat AS mengumumkan rancangan baru yang akan memangkas pajak perusahaan setahun lebih lama daripada yang diajukan oleh kabinet Trump.

Bursa Eropa longsor

Penurunan laba yang terjadi pada perusahaan – perusahaan di Peancis membebani kinerja bursa Eropa secara keseluruhan dimana indeks Euro Stoxx 50 tergelincir hingga 0,43%. Adapun indeks CAC 40 Perancis anjlok hingga 0,73%.

Minyak mentah bertahan di level tertinggi

Harga minyak WTI terpantau hanya turun tipis 0,04% ke level USD 56,72 per barel menyusul laporan OPEC yang akan meningkatkan perkiraan jumlah minyak yang perlu dipompa untuk memenuhi permintaan tahun depan sebesar 400.000 barel per hari menjadi 33,4 juta per hari.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam untuk kontrak pengiriman bulan Desember, harganya turun 0,05% sedangkan di bursa Newcastle masih mencetak penguatan hingga 0,31%.

Harga CPO ambruk

Harga CPO turun cukup dalam sebesar 1,39% ke level 2760 ringgit per ton menyusul proyeksi kenaikan impor sawit India yang hanya sekitar 2%. Padahal di saat yang sama Impor minyak kedelai India naik 8% sedangakn minyak bunga matahari melonjak hingga 37%.


Source image: www.irishtimes.com

0