The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Stock Update

PT Campina Ice Cream Industry Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa kemarin dan harga sahamnya dalam waktu singkat naik hingga Auto Reject Atas (ARA) dengan lonjakan sebesar 49,47% dari harga pelaksanaan IPO di angka Rp 330 per saham. Hari inipun emiten berkode CAMP ini masih terpantau naik 23,48% hingga akhir sesi I. Untuk melihat profil dan prospek saham ini secara fundamental, berikut ulasanya:

Profil singkat

Perusahaan Es krim Campina didirikan oleh Bapak Darmo Hadipranoto berserta istrinya pada tanggal 22 juli 1972 di kota Surabaya yang dulunya hanya berada di garasi rumah. Perkembangan pesat Campina dimulai setelah kunjungan Gubernur Jawa Timur, Bapak H.M.Noer ke pabrik Campina pada tahun 1973 sehingga es krim ini semakin populer dan dikenal luas.

Pada tahun 1994 keluarga Sabana Prawirawidjaja (PT Ultrajaya Milk Industry) berpartisipasi dalam kepemilikan saham sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Campina Ice Cream Industry. Demi meningkatkan varian produk, pada tahun 1984, Campina memindahkan lokasi pabriknya ke Rungkut, Surabaya yang sampai saat ini masih digunakan.

Pangsa pasar Ice Cream di Indonesia

Meski sudah cukup populer, konsumsi es krim di Indonesia masih belum sebanyak negara – negara Asia lainya. Di Indonesia konsumsi es krim tercatat hanya 0,6 liter per kapita/tahun, tertinggal dari Filipina dan Malaysia di angka 2 – 3 liter per tahun. Apalagi dibandingkan dengan Singapura sebesar 5,5 liter per tahun.

Masih kecilnya konsumsi di Indonesia bisa dilihat sebagai tantangan dan peluang, peluang karena ini berarti potensi pasar di Indonesia masih terbuka lebar sedangkan tantangan yaitu belum meratanya pemasaran es krim. Kendala utama yang biasa ditemui adalah keengganan penjual – penjual kecil untuk memasang pendingin yang boros daya listrik.

Analisa prospek perusahaan ke depan

Berdasarkan pengumuman di BEI produsen es krim ini melepas 15,04% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh atau setara dengan 885 juta saham. Campina diperkirakan akan meraup dana segar sebesar Rp 292,05 miliar. CAMP masuk dalam sektor consumer good industry dan sub sektor food and beverages.

Yang menjadi perhatian utama adalah dana tersebut sebagian besar akan digunakan Campina untuk melunasi pokok utang kepada Swiss Life Insurance Singapura senilai Rp 260 miliar. Sisanya, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk peningkatan modal kerja CAMP. Kemudian ditinjau dari perolehan laba usaha CAMP pada semester I/2017 tercatat sebesar Rp34,7 miliar, turun 30% dibandingkan dengan Rp49,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu meskipun penjualan meningkat 10,6%.

Aset perusahaan pada Juni 2017 tercatat mencapai 1,09 triliun namun hampir separuhnya, yaitu 527 miliar berupa liabilitas. Meski penjualan mencapai 481 miliar, pendapatan bersih CAMP hanya senilai 10 miliar dengan net profit margin di kisaran 2,08% Dan ROA 1,83%. Jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan perusahaan dengan aset sejenis seperti STTP , ULTJ dan ROTI.

Emiten

Asset

NPM

ROA

DER

PBV

CAMP

1,09 triliun

2,08%

1,83%

0,93

6.35

STTP

2,31 Triliun

7,95%

9,57%

0,73

3.83

ULTJ

4,92 triliun

17,92%

17,38%

0,18

3.46

ROTI

2,97 triliun

5,33%

4,37%

1,03

4.31

 

Kesimpulan

Secara teknikal, saham ini belum bisa dilakukan analisis karena masih terbatasnya data candle harian. Namun secara fundamental dengan melihat data laporan keuangan, saham ini belum layak untuk dijadikan investasi karena harganya yang lebih mahal dari emiten sejenis (dilihat dari PBV) dan kinerjanya yang masih tertinggal.


image source: pbs.twimg.com

0